DigIndonews.comDigIndonews.com
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Reading: Peran Akademisi Dinilai Krusial dalam Mendorong Inovasi dan Transisi Energi Nasional
Share
Font ResizerAa
DigIndonews.comDigIndonews.com
Font ResizerAa
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Search
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
© Sayangi.com 2022 | All Rights Reserved
DigIndonews.com > Nasional > Peran Akademisi Dinilai Krusial dalam Mendorong Inovasi dan Transisi Energi Nasional
Nasional

Peran Akademisi Dinilai Krusial dalam Mendorong Inovasi dan Transisi Energi Nasional

Redaksi Published Maret 2, 2026
Share
SHARE
Post Views: 177

Digindonews.com, Jakarta, 2 Maret 2026 — Kalangan akademisi dinilai memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan energi nasional melalui riset, inovasi teknologi, serta penyusunan kebijakan berbasis data ilmiah. Hal tersebut menjadi salah satu sorotan utama dalam Forum Diskusi Publik bertema “Ketahanan Energi: Pilar Kedaulatan Nasional” yang diselenggarakan pada Senin (2/3).

Forum menghadirkan Anggota Komisi I DPR RI Dr. Desy Ratnasari, Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional Dr. Ir. Dadan Kusdiana, serta Dekan Fakultas Sosial & Ekonomi Universitas Teknologi Nusantara M. Zeinny sebagai narasumber.

Dalam diskusi tersebut disampaikan bahwa transisi menuju energi baru dan terbarukan tidak hanya membutuhkan kebijakan pemerintah dan investasi industri, tetapi juga dukungan kuat dari dunia akademik sebagai pusat inovasi nasional.

Dr. Desy Ratnasari menegaskan bahwa tantangan energi masa depan menuntut pendekatan berbasis ilmu pengetahuan dan kolaborasi lintas sektor. Perguruan tinggi memiliki posisi penting dalam menghasilkan solusi teknologi energi yang adaptif terhadap kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan.

Baca Juga  Siti Aisah, Mutiara dari Desa Terpencil di Tanggamus, Kini Kuliah Doktor Manajamen di STIESA

Namun demikian, kontribusi akademisi dalam pengembangan energi nasional masih menghadapi berbagai hambatan. Salah satu tantangan utama adalah terbatasnya hilirisasi hasil penelitian energi yang masih banyak berhenti pada tahap laboratorium atau publikasi ilmiah, tanpa berlanjut ke implementasi industri maupun pemanfaatan masyarakat secara luas.

Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional, Dr. Ir. Dadan Kusdiana, menjelaskan bahwa pengembangan energi masa depan membutuhkan ekosistem kolaborasi yang kuat antara pemerintah, perguruan tinggi, dan sektor industri. Tanpa integrasi tersebut, inovasi teknologi sulit berkembang menjadi solusi nyata dalam sistem energi nasional.

Selain persoalan hilirisasi, keterbatasan pendanaan riset jangka panjang juga menjadi tantangan signifikan. Pengembangan teknologi energi seperti penyimpanan energi, biofuel generasi lanjut, hingga teknologi baterai membutuhkan investasi riset yang besar dan berkelanjutan. Proses birokrasi pendanaan serta keterbatasan akses data energi nasional turut menjadi kendala bagi percepatan inovasi.

Baca Juga  Sosial Media Bukan Hanya Tempat Hiburan Tapi Juga Mendakwahkan Agama Islam

Dari perspektif akademik, M. Zeinny menilai bahwa Indonesia sebenarnya memiliki potensi besar untuk mengembangkan teknologi energi berbasis sumber daya domestik. Namun ekosistem kolaborasi nasional masih belum sepenuhnya terintegrasi, sehingga banyak inovasi energi terbarukan belum mampu diadopsi dalam skala nasional.

Ia menambahkan bahwa perguruan tinggi tidak hanya berperan sebagai pusat penelitian, tetapi juga sebagai penggerak pembangunan sumber daya manusia energi masa depan. Penguatan pendidikan vokasi energi, riset terapan daerah, serta pusat inovasi energi lokal dinilai menjadi langkah penting dalam mempercepat transformasi energi nasional.

Forum diskusi juga menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam memanfaatkan Dana Bagi Hasil sektor energi untuk mendukung riset terapan dan proyek percontohan energi terbarukan di daerah. Pendekatan ini diharapkan mampu menjembatani kebutuhan akademik dengan implementasi nyata di lapangan.

Baca Juga  Jelang Hari Bhayangkara ke-79, Komunitas Driver Ojol dan Supir Truck Kalbar Apresiasi Kinerja Polda Kalbar

Para narasumber sepakat bahwa keberhasilan transisi energi Indonesia sangat ditentukan oleh kemampuan membangun ekosistem inovasi nasional yang berkelanjutan. Kolaborasi antara akademisi, pemerintah, industri, dan masyarakat menjadi kunci agar pengembangan energi baru dan terbarukan tidak berhenti pada konsep, tetapi benar-benar memberikan manfaat ekonomi dan sosial.

“Ketahanan energi masa depan tidak hanya ditentukan oleh sumber daya alam, tetapi oleh kemampuan bangsa dalam menciptakan inovasi dan kemandirian teknologi,” ujar M. Zeinny.

Forum ini menegaskan bahwa penguatan riset nasional dan inovasi energi merupakan investasi strategis bagi masa depan Indonesia dalam mewujudkan kemandirian energi sekaligus meningkatkan daya saing bangsa di tingkat global.***

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Kenapa Harus Kuliah di SATU University? Ini Alasannya!
Next Article Kejar Promo Spesial Hyundai dari BRI Finance, Diskon hingga Rp 247 Juta
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori

  • Daerah958
    • Agam14
    • Bukit Tinggi14
    • Limapuluh Kota410
    • Padang34
    • Payakumbuh63
    • Solok73
  • Ekonomi1,073
  • Headline406
  • Internasional81
  • Khazanah209
  • Lifestyle112
  • Nasional938
  • Olahraga79
  • Opini177
  • Pariwara Lipsus30
  • Politik259
  • Uncategorized268
  • Video15

Berita Lainnya

Topotels Hadirkan Struktur Corporate Baru Dorong Transformasi Hospitality Indonesia
KAI Divre I Sumut Jadi Motor Penggerak Ekonomi, Mobilisasi 200.042 Penumpang Selama Februari 2026
SELAMAT TINGGAL ‘GYM ANXIETY’: Believe Fitness Pacific Garden Rilis Ruang Privat Anti-Intimidasi Berkonsep Nyaman dan Privat
Payakumbuh Satu Satunya Pemerintah Kota Sebagai Narasumber FGD

Berita Terkait

NasionalUncategorized

ABK INDONESIA DIDUGA DIEKSPLOITASI DI KAPAL KOREA, KNP2M DESAK INVESTIGASI TERHADAP PERUSAHAAN PEREKRUT DAN PERLINDUNGAN SERIUS BAGI PEKERJA MIGRAN

Maret 6, 2026
Nasional

Hadiri Dialog Publik Bedah KUHP Baru, KH Muhammad Nuh: Jangan-Jangan Masih “Kebelanda-belandaan”

Maret 6, 2026
Nasional

Generasi Muda Berperan Strategis dalam Memperkuat Literasi Ketahanan Negara

Maret 5, 2026
Nasional

Transisi Energi Bersih Jadi Pilar Strategi Nasional Ketahanan Energi Indonesia

Maret 4, 2026
Show More
DigIndonews.comDigIndonews.com
Follow US
© DigIndonews.com 2024 | All Rights Reserved
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
Sign in to your account

Lost your password?