DigIndonews.comDigIndonews.com
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Reading: Panji Anugrah Sebut Kominfo Melaporkan Keberadaan 800 Ribu Situs Penyebar Hoax Di Indonesia
Share
Font ResizerAa
DigIndonews.comDigIndonews.com
Font ResizerAa
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Search
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
© Sayangi.com 2022 | All Rights Reserved
DigIndonews.com > Uncategorized > Panji Anugrah Sebut Kominfo Melaporkan Keberadaan 800 Ribu Situs Penyebar Hoax Di Indonesia
Uncategorized

Panji Anugrah Sebut Kominfo Melaporkan Keberadaan 800 Ribu Situs Penyebar Hoax Di Indonesia

Dera Anugrah Published Juni 6, 2024
Share
SHARE

Digindonews.com–H. Subarna, SE, M.Si. (Anggota Komisi 1 DPR RI) Hadiri kegiatan Bakti Kominfo Seminar Merajut Nurantara dengan tama Literasi Digital Dan Kecakapan Digital yang di adakan pasa via zoom meeting, Rabu, 05 Juli 2024.

Subarna mengatakan Di era digital yang semakin maju ini, literasi digital dan kecakapan digital menjadi dua keterampilan yang sangat penting untuk dikuasai.

Literasi digital tidak hanya sebatas kemampuan menggunakan perangkat digital, tetapi juga mencakup pemahaman tentang bagaimana informasi digital diciptakan, disebarkan, dan diakses. Sementara itu, kecakapan digital lebih jauh lagi mencakup kemampuan untuk berinterkasi, berkomunikasi, dan berkreasi di dunia digital dengan cara yang aman dan produktif.lanjutnya

Mulai seminar ini, kita bertujuan untuk meningkatkan pemahaman kita tentang pentingnya literasi digital dan kecakapan digital dalam kehidupan kita sehari -hari. Dengan literasi digital yang baik, kita dapat lebih kritis dalam mengkonsumsi informasi, menghindari hoax, dan memahami etika digital. Kata Subarna

Baca Juga  Kemkominfo RI gandeng Farah Puteri Anggota DPR RI gelar Forum Diskusi Publik Dengan Tema “Berinternet Sehat”

Selaras dengan itu, Gun Gun Siswadi (Pegiat Literasi Digital) juga mengatakan Literasi digital dan kecakapan digital telah menjadi topik menarik dalam era digital ini. Masyarakat Indonesia perlu memahami literasi digital agar dapat tetap berdigital dengan baik.

Terdapat empat pilar dalam literasi digital, salah satunya adalah kecakapan digital. Dalam menghadapi era digital, Indonesia telah mengalami peningkatan pengguna internet yang mencapai 221,5 juta orang pada Januari 2014. Lanjutnya

Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia telah memasuki era digitalisasi yang terhubung dengan berbagai aspek kehidupan, seperti Zoom dan transaksi online.

Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Komunikasi, telah mengambil langkah untuk memperluas akses infrastruktur digital, meningkatkan sumber daya manusia, mengatur regulasi, dan mendorong adopsi teknologi oleh masyarakat. Siswandi menjelaskan

Namun, masih ada tantangan yang perlu dihadapi dalam era digital, seperti banjir informasi, konten hoax, ujaran kebencian, dan penipuan online. Oleh karena itu, penting untuk memecahkan tantangan ini bersama-sama agar bisa memanfaatkan digitalisasi secara lebih bermanfaat dan positif. Lanjutnya

Baca Juga  Survei Pusat Kajian Hukum dan Pemerintahan : 70 Persen Gen Z Antusias Memilih di Pilkada Tangsel

Dr. Phil Panji Anugrah Permana (Akademisi Universitas Indonesia) Sebagai pemateri mengatakan Mari kita fokus untuk membahas poin-poin terkait literasi digital dan kecakapan digital tergambar dalam presentasi ini. Pembicara ingin membahas masalah-masalah empiris yang terjadi di dunia digital, seperti kejahatan digital, isu hoax, dan kebocoran data. Kemajuan teknologi memberikan manfaat yang luar biasa, namun juga membawa dampak negatif. Hal ini merupakan PR bersama untuk meningkatkan literasi digital demi mencapai Indonesia Emas 2045.

Dalam dunia digital di Indonesia, pengguna internet telah meningkat drastis dalam kurun waktu 10-11 tahun terakhir, namun ironisnya kecakapan dan literasi digital masyarakat masih rendah. Berita hoax dan kebocoran data menjadi masalah serius. Kejahatan cyber, penipuan, dan lopscaming juga marak terjadi. Data dari Kominfo melaporkan keberadaan 800 ribu situs penyebar hoax di Indonesia.

Baca Juga  Tanda Tanya Besar! Kasus Pemalsuan Tanda Tangan Bupati Berau Tak Kunjung Tuntas

Di sisi lain, terdapat sejumlah modus penipuan di dunia digital, seperti isu hadiah palsu, penipuan belanja online, penipuan melalui media sosial, dan masih banyak lagi. Statistik menunjukkan bahwa kebanyakan penipuan berkedok hadiah, dan korban penipuan tidak hanya terbatas pada masyarakat biasa tetapi juga pada sektor lainnya lanjutnya

Keamanan digital meliputi berbagai praktik, seperti mengatur siapa yang dapat melihat informasi pribadi, tidak membuka link yang mencurigakan, menggunakan software yang legal, tidak mengumbar data pribadi di media sosial, dan tidak mudah terperdaya oleh penipuan digital. Semua ini adalah upaya pencegahan yang sangat penting dilakukan. Panji menjelaskan***

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Revolusi Digital: Kemajuan Teknologi dan Dampaknya pada Komunikasi
Next Article Warsi Dorong Pemkab Lima Puluh Kota Percepatan Pengakuan Masyarakat Hutan Adat
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori

  • Daerah1,035
    • Agam14
    • Bukit Tinggi14
    • Limapuluh Kota418
    • Padang34
    • Payakumbuh124
    • Solok73
  • Ekonomi1,350
  • Headline407
  • Internasional82
  • Khazanah214
  • Lifestyle112
  • Nasional955
  • Olahraga79
  • Opini180
  • Pariwara Lipsus31
  • Politik261
  • Uncategorized280
  • Video15

Berita Lainnya

Telkom AI Center Makassar dan GDGoC UNM Latih 20 Talenta Muda di Bidang Robotics dan IoT
Peringati Hari Kartini, Pekerja BRI Branch Office Veteran Kenakan Pakaian Nasional Saat Layani Nasabah
BRI Finance Optimalkan Potensi Pasar Daerah melalui Pameran Otomotif di Banyuwangi
Gen-Z Enggan Jadi Pemimpin? Ini Analisis Pakar Kepemimpinan Puguh Dwi Kuncoro tentang Fenomena ‘Conscious Unbossing’

Berita Terkait

Uncategorized

Film Drama Pertama Lyto Pictures Angkat Fenomena “People Pleaser”, Tayang 2026

April 25, 2026

Peresmian Posyandu Integrasi Layanan Primer di Rumah Singgah HBM, Perkuat Kolaborasi Layanan Kesehatan Masyarakat

April 24, 2026
Uncategorized

Experience Japan Through Sake: byFood and KOKUBU Launch Exclusive Brewery Journey for International Travelers

April 21, 2026
UncategorizedOpini

Ketahanan Energi Jadi Kunci Kemandirian Bangsa di Tengah Gejolak Global

April 9, 2026
Show More
DigIndonews.comDigIndonews.com
Follow US
© DigIndonews.com 2024 | All Rights Reserved
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
Sign in to your account

Lost your password?