Digindonews.com – Indonesia didorong untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dan mengadopsi prinsip ekonomi hijau dalam menghadapi tantangan perdagangan global yang semakin kompleks. Hal ini disampaikan dalam webinar “Mendorong Akselerasi Investasi dan Perdagangan Global untuk Ketahanan dan Daya Saing Ekonomi Indonesia” yang berlangsung pada Rabu (1/4/2025).
Dalam diskusi tersebut, ditegaskan bahwa kerja sama antara pemerintah, sektor swasta, akademisi, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menciptakan ekosistem ekonomi yang kuat dan berkelanjutan.
Selain itu, isu keberlanjutan menjadi perhatian utama dalam perdagangan global. Banyak negara tujuan ekspor mulai menerapkan standar lingkungan yang ketat, seperti pajak karbon. Kondisi ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi Indonesia untuk mendorong praktik ekonomi ramah lingkungan.
Di sisi lain, biaya logistik Indonesia yang masih relatif tinggi menjadi hambatan dalam meningkatkan daya saing produk di pasar global. Oleh karena itu, pembangunan infrastruktur fisik dan digital harus terus diperkuat untuk meningkatkan efisiensi rantai pasok.
Indonesia juga dinilai perlu memperluas pasar ekspor dan tidak bergantung pada komoditas mentah. Diversifikasi produk dan peningkatan inovasi menjadi kunci untuk memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global.
Dengan strategi yang tepat dan kolaborasi yang kuat, Indonesia diyakini memiliki peluang besar untuk menjadi kekuatan ekonomi global yang tangguh dan berdaya saing tinggi.***


