DigIndonews.comDigIndonews.com
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Reading: KAMSRI Kritik Penempatan Perwira Aktif TNI di BGN, Sebut Berpotensi Jadi Preseden Buruk
Share
Font ResizerAa
DigIndonews.comDigIndonews.com
Font ResizerAa
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Search
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
© Sayangi.com 2022 | All Rights Reserved
DigIndonews.com > Nasional > KAMSRI Kritik Penempatan Perwira Aktif TNI di BGN, Sebut Berpotensi Jadi Preseden Buruk
Nasional

KAMSRI Kritik Penempatan Perwira Aktif TNI di BGN, Sebut Berpotensi Jadi Preseden Buruk

Astriani Published Juni 3, 2026
Share
Ket: Ketua Politik dan Keamanan DPP KAMSRI Maulana Taslam
SHARE

 

Jakarta, 3 Juni 2026 – Ketua Politik dan Keamanan DPP KAMSRI Maulana Taslam, mengkritik keras pengangkatan Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) apabila yang bersangkutan masih berstatus sebagai perwira aktif TNI.

Menurut Maulana, penempatan perwira aktif TNI pada lembaga sipil seperti BGN bukan sekadar persoalan administratif, melainkan menyangkut komitmen negara dalam menjaga supremasi sipil dan konsistensi terhadap agenda reformasi yang telah diperjuangkan sejak 1998.

“BGN adalah lembaga sipil yang dibentuk untuk menjalankan program pelayanan publik. Karena itu, publik berhak mempertanyakan alasan dan dasar hukum di balik penempatan perwira aktif TNI pada jabatan strategis di lembaga tersebut. Jangan sampai muncul kesan bahwa jabatan-jabatan sipil kini semakin terbuka untuk diisi aparat aktif tanpa penjelasan yang memadai,” ujar Maulana.

Baca Juga  Legislator Minta Masyarakat Waspada terhadap Kekerasan Berbasis Gender Online

Ia menilai bahwa pemerintah tidak boleh menganggap persoalan ini sebagai hal biasa. Sebab, setiap penempatan aparat aktif pada jabatan sipil yang tidak berkaitan langsung dengan fungsi pertahanan negara berpotensi menjadi preseden yang dapat memperlebar keterlibatan institusi militer dalam ruang-ruang sipil.

“Kami melihat ada kecenderungan yang harus diwaspadai bersama. Demokrasi yang sehat dibangun di atas prinsip pembagian peran yang jelas antara institusi sipil dan institusi militer. Ketika batas itu mulai kabur, maka publik wajar mempertanyakan arah tata kelola pemerintahan yang sedang dibangun.”

KAMSRI menegaskan bahwa kritik ini bukan ditujukan kepada pribadi Mayjen TNI Trenggono, melainkan kepada kebijakan yang dinilai perlu dipertanggungjawabkan secara terbuka kepada masyarakat.

Baca Juga  Kominfo RI Gelar Webinar Literasi Digital Urgensi Literasi Digital dalam Melawan Hoax

“Pemerintah harus menjelaskan secara terang kepada publik apakah yang bersangkutan masih berstatus prajurit aktif, apakah telah memasuki masa pensiun, atau terdapat dasar hukum khusus yang menjadi landasan penempatannya di BGN. Transparansi adalah kewajiban negara, bukan pilihan.”

Lebih lanjut, KAMSRI menilai diamnya pemerintah justru berpotensi menimbulkan spekulasi dan memperkuat persepsi bahwa prinsip supremasi sipil tidak lagi menjadi pertimbangan utama dalam pengisian jabatan publik.

“Kami mengingatkan bahwa Reformasi 1998 tidak lahir dengan mudah. Salah satu capaian penting reformasi adalah memastikan bahwa ruang sipil tidak didominasi oleh aparat aktif. Karena itu, setiap kebijakan yang berpotensi mengaburkan batas tersebut harus dikritisi secara terbuka.”

KAMSRI juga mendesak DPR RI, untuk segera meminta penjelasan resmi dari pemerintah, Panglima TNI mengenai status dan dasar hukum pengangkatan tersebut.

Baca Juga  Forum Diskusi Publik Kominfo, Kresna Sampaikan Pemahaman Tentang Bahaya Predator Digital Bagi Anak

“Jangan sampai praktik seperti ini menjadi kebiasaan dalam pemerintahan. Jika hari ini publik diam, maka bukan tidak mungkin ke depan semakin banyak jabatan sipil strategis yang diisi oleh aparat aktif tanpa adanya perdebatan publik yang sehat. Ini bukan semata soal satu jabatan, melainkan soal arah demokrasi dan masa depan supremasi sipil di Indonesia.”

“Kami meminta pemerintah segera memberikan klarifikasi resmi. Negara hukum tidak boleh berjalan di atas tafsir yang samar, apalagi dalam isu yang menyangkut hubungan sipil dan militer. Publik berhak memperoleh kepastian dan penjelasan yang jujur,” tutup Maulana Taslam.

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Ditjen Hortikultura Perkuat Kapasitas Pemandu Lapang, Siapkan Mangga Sumedang Tembus Pasar Ekspor Jepang
Next Article BRI Region 6 Gelar Upacara Hari Lahir Pancasila 2026
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori

  • Daerah1,300
    • Agam14
    • Bukit Tinggi14
    • Limapuluh Kota432
    • Padang38
    • Payakumbuh337
    • Solok76
  • Ekonomi2,801
  • Headline410
  • Internasional82
  • Khazanah229
  • Lifestyle113
  • Nasional1,085
  • Olahraga85
  • Opini199
  • Pariwara Lipsus34
  • Politik270
  • Uncategorized307
  • Video15

Berita Lainnya

Dinkes Payakumbuh Beri Penjelasan Terkait Pengadaan Langsung Proyek Konstruksi
Prof. Hatta Ketua Dewan Etik Partai Golkar Melanjutkan Road To Kampus Pendidikan Etika Politik Di UIN Sunan Gunung Jati Bandung
Sanct Social Buka Booth di Tar2Cup “Cerita 2026: Luminara” SMA Tarakanita 2
Target 1,69 Juta Ton Udang 2029: FisTx Bagikan Ensiklopedia Budidaya 12 Bab

Berita Terkait

OpiniNasional

Konsolidasi Nasional Pemira Tegaskan Komitmen pada Pancasila, Demokrasi, dan HAM

Oktober 19, 2026
Nasional

Di Tengah Kesibukan, Dr. Achmad Taufan Soedirdjo Pimpin Langsung Raker LPPHI Selama Dua Hari

Oktober 17, 2026
Nasional

KNPS Apresiasi Peran Polri dan SPPG Polri di Bawah Kepemimpinan Kapolri Baru dalam Pencegahan Stunting Anak

Oktober 16, 2026
Nasional

KPU Goes to Campus Dorong Generasi Muda Jadi Pemilih Cerdas dan Berintegritas pada Pemilu 2029

Oktober 16, 2026
Show More
DigIndonews.comDigIndonews.com
Follow US
© DigIndonews.com 2024 | All Rights Reserved
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
Sign in to your account

Lost your password?