DigIndonews.comDigIndonews.com
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Reading: Harga Emas Hari Ini Masih Rentan Turun, Pasar Tunggu Data Inflasi AS
Share
Font ResizerAa
DigIndonews.comDigIndonews.com
Font ResizerAa
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Search
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
© Sayangi.com 2022 | All Rights Reserved
DigIndonews.com > Ekonomi > Harga Emas Hari Ini Masih Rentan Turun, Pasar Tunggu Data Inflasi AS
Ekonomi

Harga Emas Hari Ini Masih Rentan Turun, Pasar Tunggu Data Inflasi AS

vrtitimes Published Maret 10, 2026
Share
SHARE

Digindonews.com – Harga emas dunia diperkirakan masih berada dalam tekanan pada perdagangan hari Senin, 9 Maret 2026 seiring dengan penguatan Dolar Amerika Serikat (AS) dan meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap risiko inflasi global. Pada awal sesi perdagangan Asia, harga emas spot (XAU/USD) tercatat melemah dan bergerak di kisaran $5.075, setelah sebelumnya sempat menguat pada akhir pekan lalu saat sesi perdagangan Amerika Utara. Penguatan yang terjadi pada hari Jumat tersebut dipicu oleh data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang berada di bawah ekspektasi pasar serta meningkatnya sentimen kehati-hatian investor akibat ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Namun demikian, tekanan eksternal dari penguatan dolar dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS masih membatasi potensi kenaikan logam mulia tersebut.

Analis Dupoin Futures, Andy Nugraha, menjelaskan bahwa secara teknikal pergerakan emas saat ini masih menunjukkan kecenderungan bearish, khususnya dalam pengamatan pada timeframe H1. Berdasarkan kombinasi pola candlestick yang terbentuk serta indikator Moving Average, tekanan jual terhadap emas terlihat semakin dominan. Hal ini menandakan bahwa pasar masih berada dalam fase koreksi turun dan potensi pelemahan harga masih terbuka apabila tidak ada katalis positif yang mampu mendorong penguatan signifikan dalam waktu dekat.

Baca Juga  Perkuat Sinergi Strategis, BRI Regional Office Jakarta 1 Gelar Intimate Dinner Bersama Mitra Utama

Dari sisi fundamental, beberapa faktor global juga turut memengaruhi arah pergerakan emas. Salah satu faktor utama adalah kenaikan harga minyak mentah dunia yang memicu kekhawatiran terhadap meningkatnya inflasi di Amerika Serikat. Kondisi ini berpotensi membuat Federal Reserve mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi lebih lama dari yang sebelumnya diperkirakan. Suku bunga yang tinggi umumnya memberikan tekanan terhadap harga emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil seperti instrumen investasi berbasis bunga, sehingga investor cenderung beralih ke aset yang menawarkan return lebih menarik.

Selain itu, perhatian pelaku pasar saat ini juga tertuju pada rilis data Consumer Price Index (CPI) Amerika Serikat yang dijadwalkan pada pertengahan pekan. Data inflasi tersebut akan menjadi indikator penting dalam menentukan arah kebijakan moneter bank sentral AS ke depan. Mayoritas ekonom memperkirakan bahwa Federal Reserve kemungkinan besar akan mempertahankan suku bunga pada level saat ini dalam pertemuan kebijakan yang akan berlangsung pada 17–18 Maret. Bahkan sejumlah analis menilai bahwa peluang penurunan suku bunga baru akan terbuka pada pertengahan tahun 2026, yakni sekitar bulan Juni atau Juli.

Di sisi lain, data pasar tenaga kerja Amerika Serikat yang dirilis sebelumnya memberikan sedikit dukungan bagi harga emas dalam jangka pendek. Laporan Nonfarm Payrolls (NFP) menunjukkan bahwa perekonomian AS mengalami penurunan lapangan kerja sekitar 92.000 pekerjaan pada Februari, jauh di bawah ekspektasi pasar yang sebelumnya memperkirakan adanya penambahan lapangan kerja. Sementara itu, tingkat pengangguran tercatat meningkat menjadi 4,4%, naik tipis dari 4,3% pada Januari. Data ini menunjukkan adanya perlambatan di sektor tenaga kerja yang berpotensi menekan kekuatan dolar AS dan memberikan ruang bagi penguatan harga komoditas yang diperdagangkan dalam denominasi dolar, termasuk emas.

Baca Juga  Menjelang Libur Nataru, 37.620 Tiket Kereta Api di Divre III Palembang Telah Terjual

Meski demikian, tekanan terhadap emas masih cukup besar. Kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS serta penguatan dolar secara luas membuat harga emas diperkirakan akan mencatatkan penurunan mingguan yang cukup signifikan. Selain itu, data ekonomi lain seperti penjualan ritel AS yang mengalami kontraksi sebesar 0,2% secara bulanan juga menambah ketidakpastian terhadap kondisi ekonomi global, yang pada akhirnya memengaruhi sentimen investor di pasar komoditas.

Secara teknikal, Andy Nugraha memproyeksikan bahwa jika tekanan bearish terus berlanjut, maka harga emas berpotensi bergerak turun menuju area support di level 4960. Level tersebut dipandang sebagai titik penting yang dapat menjadi target penurunan berikutnya apabila tekanan jual semakin kuat. Namun demikian, apabila harga gagal melanjutkan penurunan dan justru mengalami koreksi naik, maka potensi penguatan terdekat diperkirakan berada di sekitar level resistance 5139.

Baca Juga  Bambang Minta Masyarakat Untuk Jadi Masyarakat Produktif Bukan Konsumtif

Dengan mempertimbangkan berbagai faktor teknikal dan fundamental yang memengaruhi pasar saat ini, pergerakan emas diperkirakan akan tetap volatil dalam jangka pendek dengan kecenderungan melemah. Oleh karena itu, pelaku pasar disarankan untuk tetap mencermati perkembangan data ekonomi Amerika Serikat, arah kebijakan suku bunga Federal Reserve, serta dinamika geopolitik global yang dapat memicu perubahan sentimen di pasar keuangan dan komoditas, khususnya emas.

About Dupoin Futures (PT. Dupoin Futures Indonesia)
Dupoin Futures adalah perusahaan pialang di bidang perdagangan Forex, Metal, Futures, dan Stocks. Dupoin merupakan pialang berjangka yang telah mengantongi izin usaha resmi dari BAPPEBTI Nomor. 423/BAPPEBTI/SI/VII/2004. Dupoin juga anggota Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) atau Jakarta Futures Exchange (JFX) Nomor. SPAB-064/BBJ/04/04 dan terdaftar sebagai member aktif dari Kliring Berjangka Indonesia (KBI) atau Indonesian Derivatives Clearing House (IDCH) Nomor. 26/AK-KBI/IX/2004, serta anggota Asosiasi Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia dengan Nomor: 0013/ASPEBTINDO/ANG-B/05/2024. (***)
Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article MENGAKHIRI ERA TEBAK-TEBAKAN KALORI: Believe Fitness Alam Sutera Integrasikan AI Nutritionist & Garansi 100% Cashback Transformasi
Next Article Aktivis HMI Apresiasi Kakorlantas soal Tim Urai Operasi Ketupat 2026
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori

  • Daerah1,035
    • Agam14
    • Bukit Tinggi14
    • Limapuluh Kota418
    • Padang34
    • Payakumbuh124
    • Solok73
  • Ekonomi1,348
  • Headline407
  • Internasional82
  • Khazanah214
  • Lifestyle112
  • Nasional955
  • Olahraga79
  • Opini180
  • Pariwara Lipsus31
  • Politik261
  • Uncategorized280
  • Video15

Berita Lainnya

BRI Finance Optimalkan Potensi Pasar Daerah melalui Pameran Otomotif di Banyuwangi
Gen-Z Enggan Jadi Pemimpin? Ini Analisis Pakar Kepemimpinan Puguh Dwi Kuncoro tentang Fenomena ‘Conscious Unbossing’
BRI Finance Dorong Kemandirian Finansial Perempuan di Momentum Hari Kartini
Peringati Hari Kartini, Pekerja BRI Branch Office Kalimalang Tampil Anggun dengan Busana Nasional

Berita Terkait

Ekonomi

Peringati Hari Kartini, Frontliner BRI Branch Office Rawamangun Tampil Anggun Berkebaya

April 26, 2026
Ekonomi

Banyumas Jadi Titik Awal: Gerakan Herbal & Rempah Indonesia Resmi Diluncurkan

April 26, 2026
Ekonomi

Antusias Peringati Hari Kartini, Pekerja BRI Branch Office Kemayoran Kenakan Busana Nasional

April 26, 2026
Ekonomi

Bank Raya Raih Most Trusted Financial Brand Awards 2026 atas Inovasi Fitur

April 25, 2026
Show More
DigIndonews.comDigIndonews.com
Follow US
© DigIndonews.com 2024 | All Rights Reserved
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
Sign in to your account

Lost your password?