DigIndonews.comDigIndonews.com
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Reading: Forum: Penguatan Digitalisasi dan Kemitraan UMKM Menjadi Kunci Keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis
Share
Font ResizerAa
DigIndonews.comDigIndonews.com
Font ResizerAa
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Search
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
© Sayangi.com 2022 | All Rights Reserved
DigIndonews.com > Nasional > Forum: Penguatan Digitalisasi dan Kemitraan UMKM Menjadi Kunci Keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis
Nasional

Forum: Penguatan Digitalisasi dan Kemitraan UMKM Menjadi Kunci Keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis

Redaksi Published November 21, 2025
Share
SHARE

Digindonews.com Jakarta — Forum Diskusi Publik yang digelar Rabu (12/11/2025) menegaskan bahwa keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sangat ditentukan oleh integrasi teknologi digital dan sinergi antara pemerintah, sekolah, UMKM lokal, serta pelaku usaha pangan. Program nasional ini dinilai memiliki dampak ganda: memperbaiki gizi anak sekolah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi rakyat.

Anggota Komisi I DPR RI, Sabam Rajagukguk, menyampaikan bahwa Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam ketahanan gizi anak. Ia merujuk Global Hunger Index 2023 yang menempatkan Indonesia pada posisi 77 dari 125 negara dan data Riskesdas 2023 dengan angka stunting 21,5%. Menurutnya, hal ini menunjukkan ketimpangan akses makanan bergizi yang masih tinggi, terutama di wilayah 3T.

Sabam menekankan bahwa digitalisasi pengawasan adalah pilar penting program. Ia mendorong penggunaan aplikasi pelaporan real-time, e-logistics, hingga dashboard transparansi publik yang dapat diakses masyarakat.

Baca Juga  Tan Rajo: Wujudkan Spirit Kebangsaan dengan Nahdlatul Ulama

“Publik berhak melihat aliran anggaran, jalur distribusi pangan, hingga kualitas makanan. Transparansi digital membuat program ini lebih akuntabel dan bebas dari penyimpangan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa MBG harus bersinergi dengan UMKM lokal untuk memutar roda ekonomi desa. Penguatan rantai pasok lokal diyakini akan menyerap jutaan tenaga kerja baru, sehingga dampak program tak hanya dirasakan oleh anak sekolah, tetapi juga masyarakat luas.


Dari sisi akademisi, Wildan Hakim, S.Sos., M.Si., menyoroti pentingnya literasi digital dan edukasi gizi untuk keluarga. Menurutnya, tantangan terbesar bukan hanya menyediakan makanan bergizi, tetapi memastikan masyarakat memahami pentingnya asupan sehat.

Wildan menyebut bahwa kampanye edukasi melalui video singkat, modul digital, maupun media sosial dapat meningkatkan pemahaman keluarga tentang gizi seimbang, penyimpanan bahan makanan, dan higienitas dapur.

Baca Juga  Resmi, KPU RI Rilis Nama Anggota KPU Sumbar Terpilih

“Edukasi digital memperkuat budaya makan sehat di rumah, sehingga manfaat program MBG menjadi lebih komprehensif,” jelasnya.

Ia juga menekankan bahwa penggunaan teknologi seperti QR code tracking, data analytics, dan verifikasi otomatis dapat mencegah manipulasi laporan serta memastikan distribusi tepat waktu.


Pelaku usaha pangan sekaligus pengelola dapur MBG, Charles M.T. Sitohang, S.E., memberikan perspektif lapangan terkait tantangan implementasi program. Ia mengungkap bahwa banyak sekolah belum memiliki dapur layak, peralatan masak, atau tenaga pengolah makanan yang terlatih.

Menurut Charles, solusi alternatif seperti mobile kitchen, dapur komunitas, dan kemitraan dengan UMKM makanan lokal terbukti mampu mengatasi keterbatasan infrastruktur di daerah.

“Dapur MBG harus bekerja dengan standar ketat, dari pencucian bahan hingga distribusi. Pelaporan digital wajib dilakukan agar semua proses dapat diaudit dan kualitas tetap terjaga,” ujarnya.

Baca Juga  Kapolres Sijunjung AKBP Wiliian Harbensyah Ukir Sejarah, Terima Penghargaan Negara Langsung dari Presiden RI Prabowo Subianto

Charles menekankan pentingnya penggunaan bahan lokal sesuai budaya makan daerah. Ini selain meningkatkan penerimaan anak, juga mempermudah pasokan dan menekan biaya logistik.


Forum tersebut menyimpulkan bahwa program MBG harus diposisikan sebagai investasi jangka panjang yang dikawal dengan tata kelola digital, pengawasan publik, dan penguatan kemitraan UMKM. Dengan pendekatan berbasis data dan kolaborasi lintas sektor, MBG diyakini dapat menjadi tonggak penting bagi peningkatan gizi, pendidikan, serta pertumbuhan ekonomi menuju Indonesia Emas 2045.***

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article “Pendidikan Islam dalam Menghadapi Era Society 5.0”
Next Article Berawal dari Info Warga,Kasat Narkoba Polres Sijunjung Sikat Pengedar Sabu di Koto VII.
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori

  • Daerah953
    • Agam14
    • Bukit Tinggi14
    • Limapuluh Kota410
    • Padang34
    • Payakumbuh58
    • Solok73
  • Ekonomi1,048
  • Headline406
  • Internasional81
  • Khazanah208
  • Lifestyle112
  • Nasional933
  • Olahraga79
  • Opini177
  • Pariwara Lipsus30
  • Politik259
  • Uncategorized267
  • Video15

Berita Lainnya

Telkom AI Center Dorong Kreator Siap Monetisasi dan Masuk Era Gig Economy
Mengapa Skin Barrier Bayi Sangat Penting dan Cara Menjaganya Sejak Dini
Integrasi Data Nasional Jadi Fondasi Keberhasilan Digitalisasi Perlindungan Sosial
KAI Bandara Fasilitasi Penumpang Berbuka Puasa di Stasiun dan Dalam Kereta

Berita Terkait

Nasional

Peran Akademisi Dinilai Krusial dalam Mendorong Inovasi dan Transisi Energi Nasional

Maret 2, 2026
Nasional

Komitmen Polri sebagai Mitra dan Sahabat Masyarakat Harus Terimplementasi Nyata

Februari 27, 2026
Nasional

PB HMI desak Kementerian ESDM evaluasi IUP yang beroperasi di Aceh Selatan

Februari 26, 2026
Oleh: Abdul Halim Wijaya Siregar, Analis Kebijakan dan juga Mahasiswa Pascasarjana Ilmu Kesejahteraan Sosial, Universitas Indonesia
HeadlineNasional

Kontroversi Anggaran MBG: Analis Kebijakan Sebut Ada Kesenjangan antara Narasi Publik dan Realitas Sosial.

Februari 26, 2026
Show More
DigIndonews.comDigIndonews.com
Follow US
© DigIndonews.com 2024 | All Rights Reserved
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
Sign in to your account

Lost your password?