DigIndonews.comDigIndonews.com
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Reading: Bitcoin Anjlok Lagi, Prediksi Pakar: Bisa Jatuh ke $70K?
Share
Font ResizerAa
DigIndonews.comDigIndonews.com
Font ResizerAa
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Search
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
© Sayangi.com 2022 | All Rights Reserved
DigIndonews.com > Ekonomi > Bitcoin Anjlok Lagi, Prediksi Pakar: Bisa Jatuh ke $70K?
Ekonomi

Bitcoin Anjlok Lagi, Prediksi Pakar: Bisa Jatuh ke $70K?

vrtitimes Published Februari 27, 2025
Share
SHARE

Digindonews.com – Harga Bitcoin kembali mengalami tekanan besar, turun ke bawah $91.000 pada 25 Februari 2025. Penurunan ini menandai titik terendah dalam tiga bulan terakhir dan semakin memperkuat kekhawatiran investor akan masa depan aset kripto ini. Tidak hanya Bitcoin, pasar kripto secara keseluruhan mengalami penurunan signifikan, dengan kapitalisasi pasar yang menyusut sekitar 8%. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar: apa yang menyebabkan Bitcoin jatuh begitu dalam?

Dampak Ketidakpastian Ekonomi Terhadap Pasar Kripto

Penurunan harga Bitcoin bukanlah kejadian yang berdiri sendiri. Ada berbagai faktor ekonomi global yang jadi penyebab harga Bitcoin turun hari ini. 

Salah satunya adalah kebijakan tarif Donald Trump. Tarif impor baru terhadap Kanada, Meksiko, dan China meningkatkan ketidakpastian di pasar global. Ketika kondisi ekonomi tidak menentu, investor cenderung menarik diri dari aset berisiko seperti kripto dan mencari aset yang lebih stabil, seperti obligasi pemerintah atau emas.

Selain itu, pasar saham juga mengalami penurunan yang cukup dalam dalam beberapa hari terakhir. Indeks S&P 500 turun 2,3%, sementara Nasdaq Composite jatuh hingga 4%. Karena Bitcoin semakin berkorelasi dengan pasar keuangan tradisional, pelemahan di sektor saham turut menyeret harga Bitcoin ke bawah.

Baca Juga  Membanggakan! Satpam BRI BO Tanjung Priok Region 6/Jakarta 1 Raih Rekor MURI sebagai Pembuat Karya Ilmiah Terbanyak

Peran Investor Institusional dalam Penurunan Harga

Investor institusional selama ini menjadi faktor utama yang mendorong harga Bitcoin naik melalui investasi dalam ETF Bitcoin.

Namun, dalam pekan terakhir, arus keluar dari ETF ini mencapai lebih dari $552 juta. Banyak investor besar memilih untuk mengurangi eksposur mereka terhadap Bitcoin, yang semakin memperburuk tekanan jual di pasar.

Markus Thielen, CEO 10x Research, mengingatkan bahwa dengan kurs BTC yang sudah menembus level psikologis $95.000, ada potensi pergerakan lebih lanjut dalam beberapa minggu ke depan.

Investor yang sebelumnya optimis terhadap aset ini kini lebih berhati-hati, mengingat dinamika pasar yang terus berubah.

Apakah Bitcoin Akan Jatuh Lebih Dalam?

Salah satu prediksi yang menarik perhatian datang dari Arthur Hayes, mantan CEO BitMEX. Dalam pernyataannya di media sosial, Hayes menyebut bahwa Bitcoin bisa memasuki fase “goblin town,” istilah yang digunakan untuk menggambarkan potensi penurunan harga yang sangat tajam.

Menurut Hayes, beberapa hedge fund telah mengambil posisi berisiko dengan membeli saham BlackRock iShares Bitcoin Trust (IBIT) sambil melakukan short di pasar futures.

Jika harga Bitcoin terus melemah, hedge fund ini kemungkinan akan melepas kepemilikan mereka dalam jumlah besar untuk menutup kerugian, yang bisa semakin mempercepat penurunan harga hingga ke level $70.000.

Baca Juga  Wujudkan Komitmen Tata Kelola Berintegritas, BRI Finance Gandeng Kejari Pekanbaru

Kurangnya Momentum Kenaikan Menjadi Tantangan Baru

Selama tiga bulan terakhir, Bitcoin bergerak dalam kisaran harga antara $91.000 hingga $102.000 tanpa ada pergerakan naik yang signifikan. Kondisi ini menunjukkan bahwa pasar mengalami fase konsolidasi yang berkepanjangan, di mana tidak ada cukup dorongan untuk mendorong harga naik.

Menurut laporan dari Bitfinex, Bitcoin saat ini berada di titik kritis setelah hampir 90 hari bergerak dalam rentang harga yang sama. Jika momentum kenaikan tidak segera muncul, Bitcoin bisa terus melemah karena kurangnya minat beli dari investor.

Ditambah lagi dengan tekanan eksternal seperti kebijakan ekonomi dan penurunan sentimen pasar, Bitcoin semakin rentan terhadap aksi jual besar-besaran.

Kesimpulan

Penurunan harga Bitcoin kali ini bukan hanya disebabkan oleh satu faktor, melainkan kombinasi dari berbagai elemen yang saling berkaitan. Investor perlu lebih waspada terhadap pergerakan pasar dalam beberapa minggu ke depan. Jika tekanan jual terus berlanjut, Bitcoin bisa saja turun lebih dalam sebelum menemukan titik keseimbangan baru.

Kendati begitu, kondisi ini bisa menjadi peluang bagi investor jangka panjang. Jika ingin membeli Bitcoin dengan aman dan mudah, Bittime adalah pilihan terbaik. Manfaatkan harga rendah ini untuk berinvestasi dan pantau pasar agar tetap bijak dalam mengambil keputusan.

Baca Juga  Gadai Laptop di Jakarta? deGadai Solusinya!

Disclaimer

Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Bittime adalah platform perdagangan aset kripto terdaftar di Bappebti yang menyediakan informasi berdasarkan riset internal, bersifat umum dan edukatif. Informasi ini bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, hukum, atau perpajakan. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa depan. Pengguna wajib melakukan analisis mandiri dan memastikan kepatuhan terhadap seluruh peraturan yang berlaku.

About Bittime

Bittime melalui PT Utama Aset Digital Indonesia adalah platform investasi aset kripto yang telah terdaftar di Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) dan Kementerian Komunikasi & Digital (Komdigi). Bittime juga merupakan anggota Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI) dan Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (ASPAKRINDO).

Selaku platform investasi aset kripto, Bittime memiliki visi untuk menjadi platform perdagangan dan investasi aset kripto pilihan utama masyarakat dengan fitur yang beragam serta memenuhi kebutuhan penggunanya. ***

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Kasatkorcab Banser Sijunjung terima Baksos dari Polres Sijunjung PC GP Ansor Bersama Aliansi BEM dan Mahasiswa Apresiasi Polres Sijunjung Dalam Baksos Sambut Bulan Ramadhan
Next Article Google Analytics, Kunci Sukses Digital Marketing: Kilas Balik dari Free Day Class MAXY Academy
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori

  • Daerah1,236
    • Agam14
    • Bukit Tinggi14
    • Limapuluh Kota430
    • Padang37
    • Payakumbuh283
    • Solok73
  • Ekonomi2,394
  • Headline409
  • Internasional82
  • Khazanah227
  • Lifestyle113
  • Nasional1,051
  • Olahraga80
  • Opini192
  • Pariwara Lipsus33
  • Politik270
  • Uncategorized297
  • Video15

Berita Lainnya

Danantara Indonesia Tinjau Integrasi Tiga Pilar Layanan Jasa Marga untuk Tingkatkan Customer Experience
Progres RUU Perampasan Aset: 35 RDPU, Tiga Kunker Daerah, dan Akan Disahkan pada Desember 2026
Menguatkan Semangat Kemanusiaan, NHM Menerjunkan Tim ERT Bantu Warga Terdampak Gempa M7,7 di Manggarai NTT
Perkenalkan Layanan KA YIA PSO, KAI Bandara Kembali Hadirkan “Teman Istimewa” Bersama Difabelzone

Berita Terkait

Ekonomi

UGC ECRL FS 02 Terpanjang di Malaysia, PLN NPC Raih Rating Bintang 5

September 1, 2026
Ekonomi

South Treasure Metland Cyber Puri, Pilihan Hunian untuk Pengalaman Luxury Living

September 1, 2026
Ekonomi

Bitcoin Menuju US$100.000? BlackRock Dorong Lebih dari US$5 Miliar BTC Masuk ETF

September 1, 2026
Ekonomi

Sambut HUT ke-81 RI, BRI BO Rawamangun Semarakkan Kantor dengan Dekorasi Nuansa Merah Putih

September 1, 2026
Show More
DigIndonews.comDigIndonews.com
Follow US
© DigIndonews.com 2024 | All Rights Reserved
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
Sign in to your account

Lost your password?