Jakarta, 31 Desember 2025 – Aktivis pemuda nasional Benny menilai pernyataan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) yang membantah keterkaitan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan kenaikan harga telur sudah tepat dan perlu dipahami secara objektif oleh publik.
Menurut Benny, menyederhanakan persoalan kenaikan harga telur dengan menyalahkan MBG merupakan pendekatan yang keliru dan tidak berbasis data. Ia menegaskan bahwa fluktuasi harga pangan, termasuk telur, merupakan persoalan klasik yang dipengaruhi banyak faktor, seperti biaya produksi, distribusi, serta dinamika pasar musiman.
“Penegasan Pak Zulhas sudah benar. Program MBG adalah kebijakan strategis negara untuk peningkatan gizi masyarakat, dan tidak bisa dijadikan kambing hitam atas persoalan harga yang sifatnya struktural,” ujar Benny dalam keterangannya di Jakarta.
Benny juga menilai pemerintah telah memiliki mekanisme pengendalian harga dan ketersediaan stok pangan nasional. Oleh karena itu, menurutnya, yang perlu diperkuat adalah pengawasan distribusi dan stabilisasi harga di lapangan, bukan justru melemahkan kepercayaan publik terhadap program nasional.
Ia menambahkan bahwa MBG justru berpotensi memperkuat ekosistem pangan nasional apabila dijalankan dengan tata kelola yang baik, melibatkan pelaku usaha lokal, dan didukung kebijakan pengendalian harga yang konsisten.
“Fokus kita seharusnya bagaimana program MBG berjalan optimal sekaligus harga pangan tetap terkendali. Itu yang perlu dijaga bersama,” tegasnya.
Benny berharap seluruh pihak dapat menyikapi isu kenaikan harga pangan secara proporsional dan tidak membangun narasi yang menyesatkan masyarakat, agar kebijakan strategis pemerintah tetap berjalan dengan baik dan berkelanjutan.


