DigIndonews.comDigIndonews.com
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Reading: Banyumas Jadi Titik Awal: Gerakan Herbal & Rempah Indonesia Resmi Diluncurkan
Share
Font ResizerAa
DigIndonews.comDigIndonews.com
Font ResizerAa
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Search
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
© Sayangi.com 2022 | All Rights Reserved
DigIndonews.com > Ekonomi > Banyumas Jadi Titik Awal: Gerakan Herbal & Rempah Indonesia Resmi Diluncurkan
Ekonomi

Banyumas Jadi Titik Awal: Gerakan Herbal & Rempah Indonesia Resmi Diluncurkan

vrtitimes Published April 26, 2026
Share
SHARE

Digindonews.com – Banyumas menjadi titik penting lahirnya sebuah langkah besar bagi masa depan industri kesehatan Indonesia. Sabtu (18/4), Perkumpulan Pelaku Jamu Alami Indonesia (PPJAI) resmi mendeklarasikan Gerakan Herbal dan Rempah Indonesia di Bumiku Bumimu (BBH) Hijau Farm, Ajibarang sebuah momentum yang menandai dimulainya babak baru kebangkitan jamu dan rempah Nusantara.

Deklarasi ini mendapat perhatian langsung dari pemerintah pusat. Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Dr. (H.C) Zulkifli Hasan, S.E., M.M., hadir di tengah para pelaku jamu, petani, dan peternak. Kehadiran ini menjadi sinyal positif bahwa herbal dan rempah mulai ditempatkan sebagai bagian penting dalam strategi ketahanan pangan sekaligus penguatan ekonomi berbasis kerakyatan.

Dipimpin oleh Ketua Umum PPJAI, apt. Heri Susanto, S.Farm., ratusan pelaku usaha dari berbagai daerah menyatukan komitmen untuk membawa jamu dan rempah Indonesia naik kelas. Bukan hanya menjaga tradisi, tetapi juga mendorong inovasi, standarisasi, dan perluasan akses pasar agar produk lokal mampu bersaing secara lebih luas.

Baca Juga  EVOS dan Chupa Chups Big Babol Berkolaborasi! Jadikan Permen Karet Teman Baik untuk Momen Gaming yang Seru

Acara ini juga menghadirkan ruang dialog yang mempertemukan pemerintah dengan pelaku di lapangan. Diskusi antara Menko Pangan RI dengan petani, peternak, dan produsen jamu membuka berbagai perspektif, mulai dari tantangan produksi, kualitas bahan baku, hingga distribusi dan daya saing produk. Momen ini menjadi langkah penting dalam menyelaraskan arah kebijakan dengan kebutuhan nyata di industri herbal.

Turut hadir, inisiator Badan Herbal Rempah Republik Indonesia, Prof. Yudhie Haryono, Ph.D., bersama Ketua Dewan Pembina PPJAI, Mukit Hendrayutno, S.T., yang menegaskan bahwa “gerakan ini dirancang sebagai upaya jangka panjang. Fokusnya adalah membangun ekosistem yang lebih kuat, meningkatkan posisi tawar pelaku lokal, serta mendorong terciptanya nilai tambah yang lebih besar bagi petani dan pelaku usaha jamu tradisional.”

Baca Juga  MLV Teknologi membuat Investor Room SKK Migas menjadi lebih canggih

Sebagai negara dengan kekayaan tanaman herbal dan rempah yang melimpah, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pemain utama di industri ini. Namun, potensi tersebut selama ini belum sepenuhnya dioptimalkan. Melalui gerakan ini, PPJAI mendorong kolaborasi lintas sektor agar kekayaan tersebut dapat dikelola secara lebih terarah dan berkelanjutan.

Rangkaian kegiatan dalam deklarasi ini dirancang menyeluruh, mulai dari penyampaian visi gerakan, prosesi deklarasi, dialog terbuka, hingga kunjungan ke kawasan peternakan terpadu dan pameran produk unggulan. Semua ini menjadi gambaran bahwa gerakan ini tidak berhenti pada seremoni, tetapi diarahkan pada langkah nyata di lapangan.

Gerakan Herbal dan Rempah Indonesia membawa harapan baru, bahwa kekayaan alam Nusantara tidak hanya dikenal, tetapi juga memberi dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, pelaku usaha, dan berbagai pihak, langkah ini berpotensi membuka jalan bagi Indonesia untuk tampil lebih percaya diri sebagai pusat industri herbal dan rempah di tingkat global.

Baca Juga  ION Siapkan Peluncuran, Bangun Fondasi Open Commerce Indonesia Lewat Workshop Perdana
About PPJAI
Perkumpulan Pelaku Jamu Alami Indonesia (PPJAI) adalah organisasi yang mewadahi para pelaku usaha jamu tradisional dan modern di Indonesia, dengan tujuan memajukan industri jamu sebagai produk kesehatan alami unggulan. PPJAI aktif mendukung anggotanya dalam hal standar produksi, inovasi, pemasaran, serta ekspor, sekaligus memperkuat citra jamu sebagai warisan budaya Indonesia yang siap bersaing di pasar global.(***)
Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Suara Akademik di Persimpangan: Diskusi Langkah Muda Soroti Kebebasan Berpendapat
Next Article Peringati Hari Kartini, Frontliner BRI Branch Office Rawamangun Tampil Anggun Berkebaya
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori

  • Daerah1,080
    • Agam14
    • Bukit Tinggi14
    • Limapuluh Kota423
    • Padang34
    • Payakumbuh161
    • Solok73
  • Ekonomi1,498
  • Headline408
  • Internasional82
  • Khazanah221
  • Lifestyle112
  • Nasional968
  • Olahraga79
  • Opini180
  • Pariwara Lipsus31
  • Politik261
  • Uncategorized283
  • Video15

Berita Lainnya

ION Siapkan Peluncuran, Bangun Fondasi Open Commerce Indonesia Lewat Workshop Perdana
17 Ribu Kilometer Demi Tanah: Perjalanan Konstantin Zulske Melintasi Negara dan Benua
BRI Finance Optimistis Hadapi Dinamika Suku Bunga Lewat Strategi Pendanaan Adaptif
Insentif Tetap Jalan, Pembiayaan Kendaraan Listrik BRI Finance Tumbuh Positif

Berita Terkait

Ekonomi

Four Seasons Resort Bali Jimbaran Perkenalkan Kuliner Baru Bersama Chef Benjamin Halat

Mei 21, 2026
Ekonomi

KCMTKU Resmi Hadir di Surabaya, Buka Cabang ke-13 di Royal Plaza

Mei 21, 2026
Ekonomi

Kolaborasi FKS Group dan PT Pelindo Multi Terminal dalam Mendorong UMKM Surabaya Naik Kelas Lewat Inovasi Pangan Kedelai yang Berkelanjutan

Mei 20, 2026
Ekonomi

KAI Daop 2 Bandung Catat 17 Mei 2026 Sebagai Puncak Libur Panjang

Mei 20, 2026
Show More
DigIndonews.comDigIndonews.com
Follow US
© DigIndonews.com 2024 | All Rights Reserved
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
Sign in to your account

Lost your password?