Jakarta, 7 Januari 2026 – Aktivis Pemuda Nasional, Benny Ario, memberikan dukungan dan perhatian khusus terhadap langkah Sekretaris Utama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Dr. Rustian, yang menginstruksikan percepatan pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak bencana di Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Gunuang Omeh, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat.
Dalam kunjungannya, Dr. Rustian menegaskan bahwa proses pembangunan huntara harus dipercepat tanpa mengabaikan kualitas bangunan, keselamatan, dan kelayakan fasilitas dasar. Dari total 12 barak atau 60 unit huntara tahap pertama, progres pembangunan masih berada di angka sekitar 50 persen, sehingga percepatan menjadi kebutuhan mendesak bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal.
Benny Ario menilai langkah cepat BNPB merupakan bentuk komitmen pemerintah pusat dalam memastikan pemulihan pascabencana berjalan efektif. “Turunnya Sekretaris Utama BNPB Dr. Rustian ke Koto Tinggi menunjukkan keseriusan negara dalam membantu masyarakat. Namun yang terpenting bukan hanya instruksi percepatan, tetapi realisasi di lapangan yang benar-benar selesai tepat waktu dan tepat kualitas,” kata Benny Ario.
Benny menegaskan bahwa huntara yang dibangun tidak boleh sekadar mengejar target waktu, tetapi harus memenuhi standar kelayakan, seperti sanitasi, air bersih, jaringan listrik, akses jalan, dan ruang yang aman bagi keluarga. “Warga sudah terlalu lama menunggu. Mereka butuh tempat tinggal yang layak dan manusiawi. Pemerintah daerah dan instansi terkait harus memperkuat koordinasi agar tidak terjadi keterlambatan atau hambatan teknis yang bisa merugikan warga,” tegasnya.
Benny Ario juga menyoroti pentingnya pengawasan bersama antara BNPB, pemda, dan masyarakat guna menghindari penyimpangan anggaran atau material yang tidak standar. “Transparansi dan pengawasan publik wajib dilakukan. Jangan sampai ada proyek huntara yang dikerjakan asal-asalan karena ini menyangkut keselamatan warga yang terdampak bencana,” tambah Benny.
Ia mengajak kelompok pemuda, organisasi kemasyarakatan, dan elemen sipil untuk ikut terlibat mengawal proses pembangunan agar huntara dapat segera ditempati sesuai instruksi Sekretaris Utama BNPB Dr. Rustian.
Di akhir pernyataannya, Benny menegaskan bahwa pemulihan pascabencana harus dilakukan secara cepat, akurat, dan berpihak kepada masyarakat yang paling membutuhkan. “Pemuda siap mengawasi, mendukung, dan memastikan pembangunan huntara ini tuntas. Negara tidak boleh absen dalam situasi darurat kemanusiaan,” tutupnya.


