DigIndonews.comDigIndonews.com
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Reading: Komunikasi Satu Pintu Dinilai Penting Hadapi Krisis Informasi Saat Bencana
Share
Font ResizerAa
DigIndonews.comDigIndonews.com
Font ResizerAa
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Search
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
© Sayangi.com 2022 | All Rights Reserved
DigIndonews.com > Nasional > Komunikasi Satu Pintu Dinilai Penting Hadapi Krisis Informasi Saat Bencana
Nasional

Komunikasi Satu Pintu Dinilai Penting Hadapi Krisis Informasi Saat Bencana

Astriani Published Oktober 2, 2026
Share
SHARE

Digindonews.com – Komunikasi yang cepat, akurat, dan terkoordinasi menjadi salah satu kunci dalam menghadapi situasi kebencanaan di era digital. Di tengah derasnya arus informasi melalui media sosial, pemerintah dinilai perlu membangun sistem komunikasi satu pintu agar masyarakat memperoleh informasi yang konsisten dan dapat dipercaya.

Hal tersebut disampaikan Anggota Komisi I DPR RI, Okta Kumala Dewi, S.E., M.AK., dalam Sosialisasi Merajut Nusantara bertema “Komunikasi Krisis di Era Digital: Strategi Menghadapi Situasi Kebencanaan”, Jumat (2/10/2026).

Okta mengatakan, meningkatnya berbagai kejadian bencana membuat kebutuhan terhadap komunikasi krisis semakin penting. Masyarakat membutuhkan kepastian mengenai kehadiran pemerintah, baik dalam penanganan bencana maupun dalam penyampaian informasi yang kredibel.

“Komunikasi krisis yang optimal menjadi keharusan untuk membangun kepercayaan masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, perkembangan teknologi memberikan kemudahan dalam mempercepat penyebaran informasi. Namun, kondisi tersebut juga menghadirkan tantangan berupa hoaks dan disinformasi yang dapat menyebar dengan sangat cepat.

Baca Juga  Kementerian Kominfo RI Bersama Anggota DPR RI Peringatkan Masyarakat Agar Jangan Asal Sebar Data Pribadi

Ia mencontohkan, pada Mei 2024 Kementerian Komunikasi dan Digital telah melakukan klarifikasi terhadap hoaks video tornado yang telah ditonton lebih dari dua ribu kali.

Menurut Okta, penyebaran informasi yang tidak benar dalam situasi krisis dapat memicu kepanikan, memperbesar perpecahan di tengah masyarakat, serta menghambat upaya pemerintah dalam menangani bencana.

Karena itu, ia menilai diperlukan sistem komunikasi satu pintu antara Kementerian Komunikasi dan Digital dengan pemerintah daerah. Sistem tersebut diharapkan dapat memastikan informasi yang diterima masyarakat berasal dari sumber yang terpercaya, faktual, konsisten, dan disampaikan secara cepat.

“Dengan penyampaian komunikasi krisis yang konsisten, faktual, dan cepat, diharapkan dapat mengurangi misinformasi dan hoaks yang beredar,” katanya.

Okta juga menyampaikan bahwa Komisi I DPR RI terus mendorong penguatan ekosistem digital nasional. Salah satunya melalui kunjungan kerja spesifik bersama BAKTI Komdigi untuk melihat kondisi infrastruktur telekomunikasi di wilayah 3T serta membahas keberlangsungan konektivitas ketika infrastruktur komunikasi terganggu akibat bencana.

Baca Juga  KOMDIGI RI Berkolaborasi Dengan DPR RI Gelar Diskusi Publik Dengan Tema "Judi Online Merusak Generasi Muda"

Sementara itu, Plt. Direktur Layanan TI Badan Usaha BAKTI Komdigi, Dr. Yulis Widyo Marfiah, S.T., M.T., menegaskan bahwa konektivitas merupakan fondasi penting dalam komunikasi krisis.

Menurutnya, ketika bencana terjadi, masyarakat biasanya langsung menggunakan telepon seluler dan aplikasi komunikasi untuk mencari informasi, menghubungi keluarga, serta mengetahui kondisi lingkungan sekitar.

“Dalam situasi bencana, komunikasi bukan lagi sekadar kebutuhan, melainkan sudah menjadi bagian dari keselamatan,” jelasnya.

Ia menjelaskan bahwa bencana saat ini berlangsung dalam dua ruang sekaligus, yakni ruang fisik dan ruang digital. Ketika banjir, gempa, atau longsor terjadi, pada saat yang sama informasi berupa foto, video, dan pesan berantai dapat beredar dengan cepat.

Karena itu, menurut Yulis, gangguan teknis pada jaringan komunikasi jangan sampai berkembang menjadi krisis kepercayaan. Informasi resmi harus segera diberikan untuk mengisi ruang informasi sehingga tidak dikuasai oleh spekulasi dan rumor.

Baca Juga  Pemilu Berintegritas dan Gerakan “Suara Tidak Bisa Dibeli” Jadi Sorotan Pendidikan Pemilih

Ia menekankan pentingnya 60 menit pertama atau golden hour dalam komunikasi krisis. Pada periode tersebut, tim terkait perlu memvalidasi informasi minimum mengenai apa yang terjadi, lokasi kejadian, dan dampaknya.

“Cepat bukan berarti tergesa-gesa. Sampaikan apa yang sudah diketahui, apa yang belum diketahui, dan kapan masyarakat dapat memperoleh pembaruan informasi berikutnya,” ujarnya.

Akademisi dan Praktisi Pendidikan, Romdoni, S.Pd., M.Pd., menambahkan bahwa masyarakat juga memiliki peran penting dalam menjaga kualitas informasi saat bencana.

Menurutnya, setiap warga digital kini memiliki kemampuan untuk menjadi penyebar informasi. Karena itu, masyarakat harus memastikan kebenaran informasi sebelum membagikannya.

“Jadilah orang pertama yang memastikan informasi itu benar, bukan hanya orang pertama yang menyebarkan informasi,” tegasnya.***

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article BRI BO Otista Gelar BRILiaN Culture Festival di Bandung, Perkuat Implementasi Budaya Kerja
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori

  • Daerah1,279
    • Agam14
    • Bukit Tinggi14
    • Limapuluh Kota432
    • Padang37
    • Payakumbuh321
    • Solok73
  • Ekonomi2,646
  • Headline410
  • Internasional82
  • Khazanah227
  • Lifestyle113
  • Nasional1,071
  • Olahraga82
  • Opini193
  • Pariwara Lipsus34
  • Politik270
  • Uncategorized299
  • Video15

Berita Lainnya

Komunikasi Satu Pintu Dinilai Penting Hadapi Krisis Informasi Saat Bencana
BRI BO Otista Gelar BRILiaN Culture Festival di Bandung, Perkuat Implementasi Budaya Kerja
Xiang Xiang Hadirkan Cita Rasa Hunan Autentik Singapura di Delipark Medan
Open Pit Mining dan Drone: Cara Survey Tambang Terbuka Lebih Cepat dan Aman

Berita Terkait

Nasional

Teknologi Digital Jadi Kunci UMKM Naik Kelas dan Berkembang Berkelanjutan

September 29, 2026
Nasional

PP Tunas Jadi Langkah Perkuat Perlindungan Anak di Ruang Digital

September 29, 2026
Nasional

Masyarakat Madura Didorong Cakap Digital, Aman, Cerdas, Berbudaya dan Beretika

September 26, 2026
Nasional

Pancasila Harus Hadir dalam Kehidupan Sehari-hari, Eko Kurnia Ningsih Ajak Warga Bengkulu Jaga Kerukunan

September 20, 2026
Show More
DigIndonews.comDigIndonews.com
Follow US
© DigIndonews.com 2024 | All Rights Reserved
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
Sign in to your account

Lost your password?