SIJUNJUNG – Tanah longsor terjadi di kawasan Kapalo Lubuak Jambu, Jorong Subarang Ombak, Nagari Muaro, Kecamatan Sijunjung, Kabupaten Sijunjung, Sumatra Barat,Minggu (23/8/2026) sekitar pukul 14.30 WIB.
Longsor terjadi pada tebing di sekitar aliran Sungai Batang Kuantan dan berdampak terhadap sejumlah ponton yang berada di lokasi.
Namun, kepolisian memastikan tidak ada korban jiwa, Namun penjaga ponton yang memgalami luka dalam peristiwa tersebut. dipastikan tidak terkait dengan kejadian longsor, namun terbawa arus sungai saat longsor.
Polres Sijunjung yang menerima informasi langsung melakukan pengecekan ke lokasi sekitar pukul 14.40 WIB hingga 15.30 WIB. Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan material tanah longsor pada area patahan tebing.
Sekitar 10 unit ponton dilaporkan terdampak material longsoran.
Polisi juga memastikan tidak ada aktivitas penambangan maupun kegiatan di atas ponton saat longsor terjadi. Ponton-ponton tersebut sebelumnya telah ditertibkan oleh petugas gabungan dan dalam kondisi tidak beroperasi pada 15 Agustus 2026 lalu dan di kumpulkan lokasi terjadi longsor.
Kapolres Sijunjung melalui Kasat Reskrim Polres Sijunjung AKP Wildan Alkautsar Ananputra mengatakan, lokasi tersebut sudah di tertibkan oleh tim gabungan Satpol PP Kabupaten Sijunjung bersama Satreskrim dan Satintelkam Polres Sijunjung pada 15 hingga 18 Agustus 2026.
“Ponton sudah ditertibkan dan pada saat kejadian tidak ada aktivitas. Jadi, tidak ada korban jiwa, hanya 4 orang korban luka ringan karena sedang penunggu ponton, agar tidak terbawa arus sungai,” ujar AKP Wildan.
Menurut Wildan, penertiban dilakukan sebagai bagian dari upaya kepolisian bersama pemerintah daerah untuk mencegah kembali berlangsungnya aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin atau PETI di kawasan tersebut.
Polres Sijunjung terus melakukan langkah pencegahan terhadap aktivitas PETI di kawasan Batogando, khususnya di sepanjang aliran Sungai Batang Kuantan.
“Baru kemarin kami melakukan razia dan penertiban sekaligus memberikan imbauan kepada masyarakat agar tidak melakukan aktivitas PETI di kawasan tersebut,” tegasnya.
Kepolisian mengingatkan masyarakat untuk tidak kembali melakukan aktivitas di sekitar tebing maupun aliran sungai, mengingat kondisi tanah dan cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu.
Hujan dengan intensitas tinggi juga berpotensi meningkatkan risiko longsor serta perubahan kondisi aliran sungai secara tiba-tiba.
Polres Sijunjung selanjutnya melakukan penyisiran dan pemantauan di sekitar lokasi serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mengantisipasi potensi longsor susulan.
Kepolisian juga kembali mengimbau masyarakat agar mengutamakan keselamatan dan tidak melakukan aktivitas yang berisiko di sekitar tebing serta aliran Sungai Batang Kuantan.


