DigIndonews.comDigIndonews.com
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Reading: S&P 500 Cetak Rekor, Data Tenaga Kerja Lemah Buka Peluang The Fed Lebih Dovish
Share
Font ResizerAa
DigIndonews.comDigIndonews.com
Font ResizerAa
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Search
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
© Sayangi.com 2022 | All Rights Reserved
DigIndonews.com > Ekonomi > S&P 500 Cetak Rekor, Data Tenaga Kerja Lemah Buka Peluang The Fed Lebih Dovish
Ekonomi

S&P 500 Cetak Rekor, Data Tenaga Kerja Lemah Buka Peluang The Fed Lebih Dovish

vrtitimes Published Agustus 13, 2026
Share
SHARE

Digindonews.com – Pasar saham Amerika Serikat (AS) mengawali pekan dengan sentimen positif setelah Wall Street mencatat penguatan dalam dua pekan berturut-turut. Indeks S&P 500 bahkan berhasil mencetak rekor baru, sementara Nasdaq Composite menjadi salah satu indeks dengan kinerja paling kuat berkat kembali bergairahnya saham-saham teknologi dan semikonduktor.

Pada perdagangan pekan lalu, S&P 500 menguat sekitar 3,6%, sedangkan Nasdaq Composite melonjak 5,2%. Reli juga didukung oleh saham-saham yang berkaitan dengan teknologi dan kecerdasan buatan (AI), termasuk sektor semikonduktor yang kembali menjadi motor penggerak pasar. Penguatan tersebut terjadi di tengah meningkatnya ekspektasi bahwa Federal Reserve atau The Fed akan lebih berhati-hati dalam menaikkan suku bunga setelah muncul tanda-tanda pelemahan pasar tenaga kerja AS.

Data Tenaga Kerja AS Jadi Perhatian Investor

Sentimen pasar berubah setelah data ketenagakerjaan AS menunjukkan pelemahan yang cukup tajam. Nonfarm payrolls pada Juli 2026 tercatat turun 23.000 pekerjaan, berlawanan dengan ekspektasi ekonom yang memperkirakan penambahan sekitar 80.000 pekerjaan.

Selain penurunan payrolls, data sebelumnya juga mengalami revisi ke bawah. Pertumbuhan pekerjaan pada Mei direvisi dari 129.000 menjadi 63.000, sementara Juni direvisi dari 57.000 menjadi hanya 20.000. Tingkat pengangguran justru turun menjadi 4,1% dari 4,2%, tetapi penurunan tersebut terjadi bersamaan dengan turunnya tingkat partisipasi angkatan kerja.

Data tersebut memberikan sinyal bahwa pasar tenaga kerja AS mulai kehilangan momentum. Bagi investor, kondisi ini justru dapat menjadi katalis positif bagi aset berisiko karena tekanan terhadap The Fed untuk mempertahankan kebijakan moneter ketat menjadi lebih rendah.

Baca Juga  Kenapa pH 5.5 Penting untuk Sabun Mandi Bayi? Ini Penjelasannya

Pasar kini menilai peluang kenaikan suku bunga pada September semakin mengecil. Setelah data pekerjaan dirilis, probabilitas kenaikan suku bunga September di pasar futures turun ke kisaran 44%, dibandingkan sekitar 60% sebelumnya.

Situasi ini mencerminkan fenomena “bad news is good news” bagi pasar saham. Data ekonomi yang lebih lemah dapat menjadi kabar buruk bagi pertumbuhan, tetapi sekaligus meningkatkan harapan bahwa The Fed tidak perlu menaikkan suku bunga lebih tinggi. Penurunan imbal hasil obligasi AS juga berpotensi memberikan dukungan bagi saham-saham teknologi yang sensitif terhadap perubahan suku bunga.

Inflasi Jadi Katalis Berikutnya

Meski demikian, reli pasar belum sepenuhnya aman. Fokus investor kini beralih ke sejumlah indikator ekonomi penting yang akan dirilis sepanjang pekan ini, terutama data inflasi.

Data Consumer Price Index (CPI) Juli akan menjadi perhatian utama karena dapat memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan The Fed selanjutnya. Konsensus pasar memperkirakan inflasi utama berada di sekitar 3,4% secara tahunan, sementara inflasi inti diproyeksikan sekitar 2,5%. Jika data inflasi kembali menunjukkan perlambatan, ekspektasi bahwa The Fed akan mempertahankan kebijakan yang lebih dovish dapat semakin menguat.

Selain CPI, investor juga akan mencermati Producer Price Index (PPI), penjualan ritel, serta data sektor perumahan. PPI penting untuk melihat tekanan harga dari sisi produsen, sedangkan penjualan ritel dapat memberikan gambaran mengenai kekuatan konsumsi rumah tangga AS.

Baca Juga  Perkuat Layanan TIC di Indonesia Timur, SUCOFINDO Makassar Kembangkan Layanan Laboratorium Mikrobiologi dan Kalibrasi

Jika kombinasi data tersebut menunjukkan inflasi yang terkendali dan aktivitas ekonomi yang mulai melambat secara terukur, ruang bagi The Fed untuk tidak menaikkan suku bunga akan semakin terbuka. Sebaliknya, apabila inflasi kembali meningkat, pasar dapat kembali mengantisipasi kebijakan moneter yang lebih ketat dan berpotensi menekan valuasi saham.

Dengan S&P 500 berada di level rekor dan Nasdaq mencatat kenaikan signifikan, investor perlu mencermati apakah reli saat ini dapat berlanjut atau justru memasuki fase konsolidasi. Kinerja laba perusahaan yang kuat masih menjadi fondasi penting bagi pasar, terutama setelah sebagian besar perusahaan S&P 500 melaporkan kinerja kuartal kedua yang melampaui ekspektasi.

Pantau Pergerakan Saham AS, Kripto, dan Emas di Nanovest

Pergerakan Saham Amerika Serikat, aset kripto, dan emas digital saat ini bisa kamu cek melalui aplikasi Nanovest. Bagi kamu yang tertarik mulai berinvestasi di saham AS maupun mengeksplorasi aset kripto dan emas digital, Nanovest menawarkan akses ke berbagai pilihan aset dalam satu platform.

Nanovest memungkinkan pengguna mulai berinvestasi dengan modal dari Rp5.000. Berdasarkan informasi di situs resminya, layanan aset kripto Nanovest disediakan oleh PT Tumbuh Bersama Nano yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sementara transaksi emas digital dilakukan melalui mitra yang berizin Bappebti.

Baca Juga  Semarakkan Berbagi Bahagia Bersama BRI Group, BRI Finance Gelar Aksi Sosial di Bulan Ramadan

Dari sisi keamanan, Nanovest juga menyebut adanya perlindungan melalui Asuransi Sinarmas serta fitur keamanan NanoShield untuk membantu melindungi akun dan aset pengguna dari risiko keamanan siber.

Bagi investor pemula, Nanovest dapat menjadi salah satu pilihan untuk mulai mengenal investasi secara bertahap. Aplikasi Nanovest tersedia di Google Play Store dan App Store, sehingga pengguna dapat memantau pasar dan mengelola investasi melalui satu aplikasi.

Informasi lebih lanjut mengenai layanan dan produk Nanovest dapat ditemukan melalui situs resmi Nanovest.

Disclaimer: Investasi memiliki risiko. Investor perlu memahami karakteristik dan risiko setiap aset sebelum mengambil keputusan investasi.

Tentang NANOVEST

Nanovest (PT Tumbuh Bersama Nano) merupakan platform digital marketplace berbasis aplikasi yang mempermudah akses para pengguna untuk memperdagangkan aset digital baik dalam bentuk saham global, aset kripto, maupun emas digital. Kami memiliki tujuan untuk merevolusi cara anak muda dalam berinvestasi agar dapat mencapai kebebasan finansial. Nanovest secara resmi telah terdaftar dan berlisensi resmi sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Informasi lebih lanjut silahkan kunjungi web kami di www.nanovest.io.
Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES.

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Prodia Raih SBBI Award, Tegaskan Komitmen Hadirkan Layanan Kesehatan Berkualitas
Next Article Dugaan Mafia Tanah, Kades Nagasaribu Dilaporkan ke Polres Paluta
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori

  • Daerah1,272
    • Agam14
    • Bukit Tinggi14
    • Limapuluh Kota432
    • Padang37
    • Payakumbuh315
    • Solok73
  • Ekonomi2,585
  • Headline410
  • Internasional82
  • Khazanah227
  • Lifestyle113
  • Nasional1,067
  • Olahraga81
  • Opini193
  • Pariwara Lipsus34
  • Politik270
  • Uncategorized299
  • Video15

Berita Lainnya

INDICO Gandeng Duolingo, Hadirkan Akses Belajar 40+ Bahasa Gratis untuk Pelanggan SIMPATI Plus
Alita Gandeng Fujitsu Bawa Teknologi Analitik Gerak Berbasis AI ke Indonesia
KA Srilelawangsa Tertemper Kendaraan di Perlintasan Resmi Terjaga Binjai, Perjalanan Kereta Tetap Aman
Laba BRI Finance Melesat 89% hingga Juli 2026

Berita Terkait

Ekonomi

Bea Cukai Indonesia Semakin Digital. Mampukah Sistem Bisnis Mengimbanginya?

September 27, 2026
Ekonomi

Gaji Berhenti Saat Pensiun, Dhiraj Kelly Ingatkan Biaya Hidup Tetap Berjalan

September 27, 2026
Ekonomi

10 Motor Matic Paling Irit 2026, Cocok untuk Mobilitas Sehari-hari

September 25, 2026
Ekonomi

FLOQ Listing PONS dari Robinhood Chain, Kenali Fungsi dan Ekosistemnya

September 25, 2026
Show More
DigIndonews.comDigIndonews.com
Follow US
© DigIndonews.com 2024 | All Rights Reserved
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
Sign in to your account

Lost your password?