JAKARTA, 11 Agustus 2026 — Pancasila dinilai memiliki peran penting sebagai kompas moral, etika, dan jati diri generasi muda Indonesia di tengah derasnya perkembangan teknologi, arus informasi, serta globalisasi. Nilai-nilai Pancasila tidak cukup hanya dihafalkan, tetapi perlu diwujudkan dalam perilaku dan kebiasaan sehari-hari.
Hal tersebut disampaikan Anggota DPR RI Komisi XIII, Yanuar Arif Wibowo, S.H., M.I.Pol., dalam Kegiatan Relawan Gerakan Kebajikan Pancasila, Selasa (11/8/2026). Menurutnya, generasi muda memiliki posisi strategis dalam menentukan arah masa depan bangsa karena berperan sebagai kekuatan moral, kontrol sosial, agen perubahan, dan pelopor kebajikan.
Yanuar menjelaskan bahwa perkembangan zaman menghadirkan berbagai tantangan baru bagi generasi muda. Salah satunya adalah banjir informasi yang membuat masyarakat semakin membutuhkan kemampuan untuk membedakan fakta dan hoaks.
“Generasi muda perlu memiliki sikap kritis sebelum mempercayai maupun menyebarkan informasi,” menjadi salah satu penekanan dalam materi yang disampaikan. Informasi yang viral atau banyak dibagikan di media sosial tidak otomatis dapat dianggap sebagai informasi yang benar.
Selain persoalan informasi, generasi muda juga menghadapi derasnya pengaruh budaya global. Berbagai budaya populer dari luar negeri dapat diterima dengan mudah melalui teknologi dan media. Menurut Yanuar, keterbukaan terhadap perkembangan dunia tetap diperlukan, tetapi harus disertai kemampuan menyaring pengaruh tersebut agar identitas nasional tidak hilang.
Penggunaan teknologi juga perlu diimbangi dengan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Kemajuan teknologi memang dapat mendekatkan orang yang berjauhan, tetapi penggunaan perangkat digital secara berlebihan juga berpotensi mengurangi interaksi langsung dengan keluarga dan masyarakat.
Dalam konteks tersebut, Yanuar menekankan enam karakter penting bagi generasi muda, yaitu beriman dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, mandiri, gotong royong, bernalar kritis, dan kreatif.
Karakter tersebut diharapkan menjadi bekal agar generasi muda tidak hanya unggul secara akademik dan teknologi, tetapi juga memiliki kemampuan moral dan sosial. Generasi muda juga didorong untuk bijak menggunakan media sosial, memperkuat gotong royong, mencintai lingkungan, mengembangkan potensi lokal, serta menjaga persatuan.
Menurut Yanuar, pengamalan Pancasila tidak harus dimulai dari tindakan besar. Kejujuran, kedisiplinan, sikap saling menghormati, kepedulian, dan penggunaan teknologi secara bertanggung jawab merupakan bentuk sederhana yang dapat dilakukan setiap hari.
“Pancasila harus hidup dalam tindakan,” menjadi pesan utama yang ditekankan dalam pemaparan tersebut. Dengan menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam berpikir dan bertindak, generasi muda diharapkan mampu menghadapi perubahan zaman tanpa kehilangan karakter dan identitas sebagai bangsa Indonesia.


