Jendelakaba.com — Agenda nonton bareng (nobar) dan diskusi film Pesta Babi yang direncanakan oleh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Payakumbuh–50 Kota resmi dibatalkan sebelum kegiatan dimulai, di tengah berlangsungnya serah terima jabatan Komandan Kodim 0306/50 Kota.
Kegiatan yang sedianya menjadi wadah diskusi publik, pertukaran gagasan, serta ruang pendidikan kritis bagi mahasiswa dan masyarakat itu terpaksa dihentikan. Pembatalan tersebut memunculkan pertanyaan sekaligus kekhawatiran terkait ruang kebebasan berekspresi dan kebebasan akademik dalam kehidupan demokrasi.
Melalui pernyataan resminya, HMI Cabang Payakumbuh–50 Kota menegaskan bahwa kegiatan nobar dan diskusi merupakan bagian dari tradisi intelektual mahasiswa yang seharusnya mendapat ruang dalam iklim demokrasi yang sehat.
“Pembatalan ini menjadi ironi. Ketika ruang diskusi dibatasi, publik berhak bertanya, di mana ruang kebebasan berpikir dan berbicara dijamin,” demikian pernyataan HMI.
Mereka menekankan bahwa pemutaran film dan diskusi bukanlah bentuk ancaman terhadap negara, melainkan sarana edukasi untuk menumbuhkan daya kritis dan kepedulian sosial mahasiswa terhadap berbagai persoalan kebangsaan.
HMI juga menegaskan tiga poin utama dalam sikap mereka, yakni bahwa nobar dan diskusi bukan ancaman bagi negara, pemutaran film bukan tindakan makar, serta mahasiswa memiliki hak untuk berpikir kritis dan menyampaikan pandangan secara terbuka.
Menurut mereka, pembatalan forum intelektual seperti ini dapat menjadi preseden yang kurang baik bagi perkembangan demokrasi dan kebebasan akademik di daerah. Meski demikian, HMI memastikan semangat berpikir kritis dan keberanian bersuara tidak akan surut.
“Acara boleh dibatalkan, tetapi keberanian berpikir dan bersuara tidak akan pernah bisa dihentikan,” tegas HMI Cabang Payakumbuh–50 Kota.
Pihak HMI berharap ke depan ruang-ruang dialog, diskusi, dan pendidikan publik dapat terus dijaga sebagai bagian penting dari kehidupan demokrasi yang sehat dan beradab.***


