Jakarta, 9 April 2026 — Aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Benny Ario, menyampaikan apresiasi tinggi kepada jajaran Polda Sumatera Barat, khususnya Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Kombes Pol. Andri Kurniawan, atas keberhasilan membongkar praktik pengoplosan gas LPG subsidi di Padang.
Menurut Benny, pengungkapan kasus ini merupakan langkah tegas dan patut diapresiasi karena menyangkut langsung hak masyarakat kecil terhadap distribusi energi bersubsidi yang selama ini kerap disalahgunakan oleh oknum tidak bertanggung jawab.
“Ini adalah bukti bahwa aparat penegak hukum hadir dan bekerja untuk melindungi kepentingan rakyat. Praktik pengoplosan LPG subsidi merupakan kejahatan serius yang tidak hanya merugikan negara, tetapi juga menyengsarakan masyarakat kecil,” tegas Benny.
Ia menilai langkah cepat dan responsif yang dilakukan oleh jajaran Dirkrimsus menunjukkan komitmen kuat dalam memberantas praktik mafia energi yang selama ini meresahkan publik.
Namun demikian, Benny juga mengingatkan agar penindakan tidak berhenti pada satu pelaku saja. Ia mendorong agar pengusutan terus dikembangkan hingga ke jaringan yang lebih luas.
“Kami meyakini praktik seperti ini tidak berdiri sendiri. Harus ada keberanian untuk membongkar jaringan di belakangnya, termasuk jika ada pihak-pihak yang membekingi. Penegakan hukum harus dilakukan secara menyeluruh dan tanpa pandang bulu,” ujarnya.
Selain itu, Benny juga meminta kepada PT Pertamina (Persero) untuk memperketat sistem distribusi LPG subsidi agar tidak lagi terjadi kebocoran di lapangan.
“Pengawasan distribusi harus diperkuat, termasuk dengan sistem yang transparan dan akuntabel agar subsidi benar-benar tepat sasaran,” tambahnya.
Di akhir pernyataannya, Benny mengajak masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam mengawasi distribusi LPG subsidi dan segera melaporkan jika menemukan indikasi penyalahgunaan.
“Ini tanggung jawab bersama. Jangan biarkan hak rakyat kecil dirampas oleh segelintir oknum yang hanya mencari keuntungan pribadi,” tutup Benny.


