Digindonews.com – Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Komunikasi dan Digital bersama Anggota Komisi I DPR RI Dr. H. Syamsu Rizal M.I., S.Sos., M.Si. menggelar webinar Ngobras Literasi Digital bertajuk “Akselerasi Investasi dan Perdagangan Global” pada Rabu, 11 Maret 2026. Kegiatan ini berlangsung pukul 10.00–12.00 WIB di Intel Studio Pasar Minggu, Kompleks TNI AL, Jakarta Selatan.
Dalam pemaparannya, Syamsu Rizal menegaskan bahwa di era globalisasi saat ini tidak ada lagi negara yang dapat berdiri sendiri tanpa menjalin kerja sama dengan negara lain. Interaksi global menjadi kebutuhan karena keterbatasan sumber daya alam, energi, serta pangan yang mendorong negara-negara untuk saling berbagi dan bekerja sama.
Ia menekankan pentingnya setiap negara maupun individu untuk mengenali potensi dan keunggulan yang dimiliki. Menurutnya, tidak semua sumber daya dapat dimanfaatkan secara bersamaan, sehingga diperlukan fokus dalam menentukan sektor atau nilai yang ingin dikembangkan sebagai kekuatan utama.
Konsep value advantage atau keunggulan nilai, kata Syamsu Rizal, menjadi sangat penting dalam menghadapi persaingan global. Setiap individu maupun negara memiliki karakteristik dan potensi unik yang dapat menjadi kekuatan dalam perdagangan internasional.
Dalam konteks perdagangan global, potensi tersebut perlu dikembangkan menjadi nilai ekonomi yang memberikan manfaat nyata. Ia menilai setiap individu memiliki bakat yang berbeda, sehingga penting untuk mengenali dan mengembangkan potensi tersebut secara optimal. Ketika seseorang bekerja sesuai dengan bakat dan minatnya, proses pengembangan kemampuan akan berjalan lebih mudah dan memberi kepuasan tersendiri. Syamsu Rizal juga menyoroti dinamika ekonomi global yang saat ini dihadapkan pada berbagai ketidakpastian, seperti perang dagang, perkembangan teknologi, serta perubahan sistem produksi. Transformasi teknologi, termasuk inovasi seperti 3D printing, telah mengubah pola produksi dari sistem massal menjadi lebih personal dan fleksibel.
Perubahan tersebut dinilai akan memengaruhi pola investasi, perdagangan, serta strategi pengembangan ekonomi di berbagai negara. Karena itu, kemampuan beradaptasi menjadi hal yang sangat penting. Ia juga menyinggung kebijakan strategis pemerintah Indonesia yang mendorong program hilirisasi sumber daya alam. Kebijakan ini bertujuan meningkatkan nilai tambah produk dalam negeri sehingga Indonesia dapat memiliki posisi yang lebih kuat dalam perdagangan global.
Sebagai penutup, Syamsu Rizal mengingatkan masyarakat untuk terus meningkatkan keterampilan serta memperbarui pengetahuan agar mampu mengikuti perkembangan zaman. Menurutnya, perubahan dan disrupsi teknologi dapat membuat kemampuan yang dimiliki saat ini menjadi tidak relevan di masa depan. “Satu hal yang pasti dalam kehidupan adalah perubahan. Karena itu kemampuan untuk beradaptasi menjadi kunci utama menghadapi tantangan masa depan,” ujarnya.


