Digindonews.com — Tokoh masyarakat Atep Abdul Ghofar, S.Pdi menyatakan bahwa akselerasi investasi dan perdagangan global merupakan langkah penting dalam mempercepat transformasi ekonomi dan meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat internasional. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan diseminasi bertema “Akselerasi Investasi dan Perdagangan Global” yang diselenggarakan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Komunikasi dan Digital di Intel Studio Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (9/3/2026).
Dalam pemaparannya, Atep menjelaskan bahwa Indonesia memiliki berbagai potensi besar yang dapat menarik investor global. Salah satunya adalah pasar domestik yang sangat besar dengan jumlah penduduk lebih dari 280 juta jiwa. Selain itu, Indonesia juga memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah, seperti nikel, bauksit, kelapa sawit, serta rempah-rempah, yang menjadi komoditas strategis dalam perdagangan global.
Menurutnya, bonus demografi yang dimiliki Indonesia serta keterlibatan dalam berbagai kerja sama ekonomi regional seperti ASEAN dan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) juga menjadi peluang besar dalam memperluas akses perdagangan internasional.
Atep menjelaskan bahwa pemerintah telah mengambil berbagai langkah strategis untuk mempercepat investasi global. Salah satunya melalui reformasi regulasi dengan penyederhanaan perizinan berbasis Online Single Submission (OSS) serta penerapan Undang-Undang Cipta Kerja. Selain reformasi regulasi, pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, seperti pembangunan kawasan industri, pelabuhan, serta jaringan logistik yang lebih terintegrasi.
Pemerintah juga mendorong program hilirisasi sumber daya alam, seperti pengembangan industri baterai kendaraan listrik berbasis nikel serta pembangunan smelter mineral. Menurut Atep, langkah-langkah tersebut bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah produk Indonesia sehingga tidak hanya mengekspor bahan mentah, tetapi juga produk industri yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
Dalam sektor perdagangan internasional, pemerintah juga berupaya memperluas pasar ekspor melalui kebijakan tarif dan non-tarif, diplomasi ekonomi, serta peningkatan kapasitas para pelaku usaha, khususnya eksportir. Salah satu upaya konkret yang dilakukan adalah melalui kegiatan misi dagang, yaitu kunjungan resmi pemerintah bersama pelaku usaha ke berbagai negara untuk membuka peluang kerja sama ekonomi dan memperluas akses pasar. “Dengan berbagai strategi tersebut, diharapkan investasi dan perdagangan global dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi, memperluas pasar bagi UMKM, serta memperkuat posisi Indonesia dalam perekonomian dunia,” ujarnya.***


