Pekanbaru, 21/02,- Genap satu tahun kepemimpinan Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, arah pembangunan kota dinilai semakin terukur dan memiliki karakter yang jelas. Bagi tokoh muda Riau, Hengky Primana, keberhasilan terbesar dalam tahun pertama ini bukan semata pada program, melainkan pada tumbuhnya kepercayaan publik.
Menurut Hengky, salah satu kekuatan kepemimpinan Agung terletak pada kemampuannya membangun kedekatan dengan masyarakat, terutama melalui media sosial. Di era digital, komunikasi dua arah menjadi kebutuhan utama dalam tata kelola pemerintahan modern.
“Pak Agung mampu memanfaatkan media sosial sebagai ruang dialog. Laporan masyarakat ditanggapi, keluhan direspons, dan komunikasi berjalan terbuka. Di situ masyarakat merasa didengar. Kedekatan itu yang membangun kepercayaan,” ujarnya.
Setelah kedekatan terbangun, keberanian kebijakan menjadi fondasi berikutnya. Hengky menilai penurunan tarif parkir sebagai langkah yang menunjukkan sensitivitas sosial seorang pemimpin. Kebijakan tersebut dinilai berani karena menyentuh sektor yang selama ini berkaitan langsung dengan pendapatan daerah.
Selain itu, keputusan memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada petugas kebersihan yang sebelumnya tidak mendapatkannya selama bertahun-tahun dinilai sebagai bentuk empati yang konkret.
“Ini bukan sekadar kebijakan administratif. Ini soal keberpihakan dan penghargaan terhadap mereka yang menjaga wajah kota setiap hari,” tambahnya.
Di sisi lain, Hengky menilai kebijakan pro masyarakat tersebut tidak berdiri sendiri. Penguatan tata kelola pajak dan peningkatan pendapatan daerah menjadi fondasi penting agar pembangunan tetap berkelanjutan.
“Keberanian harus dibarengi dengan penguatan fiskal. Saya melihat ada upaya serius dalam memperbaiki struktur pendapatan daerah sehingga program-program tetap berjalan secara sehat dan terukur.”
Sementara pada sektor infrastruktur, perbaikan jalan di berbagai titik Kota Pekanbaru menjadi bukti nyata yang dirasakan langsung masyarakat. Meski belum sepenuhnya sempurna, progres yang terlihat menunjukkan adanya keseriusan dalam membenahi persoalan klasik kota.
Bagi Hengky, kombinasi antara komunikasi yang terbuka, kebijakan yang berani, penguatan fiskal, dan pembenahan infrastruktur menjadi alasan mengapa dalam satu tahun ini Agung Nugroho dinilai berhasil mendapatkan hati masyarakat.
“Kepercayaan publik tidak lahir dari slogan, tetapi dari konsistensi. Ketika masyarakat melihat ada empati, ada keberanian, dan ada hasil nyata, maka dukungan akan tumbuh dengan sendirinya.”
Ia pun berharap pada tahun kedua kepemimpinan, konsistensi tersebut terus dijaga sehingga Pekanbaru dapat bergerak lebih cepat menjadi kota yang tertata, modern, dan berdaya saing.
“Fondasi sudah dibangun. Tinggal bagaimana kesinambungan dan integritas dijaga agar kepercayaan masyarakat semakin kuat,” tutup Hengky Primana.


