Jakarta, 31 Agustus 2025 – Otoritas Advokat Profesional Indonesia (OAPI) yang dipimpin oleh Edy Syahputra, menyampaikan pandangan kritis sekaligus peringatan keras terkait arah perjalanan bangsa menjelang satu tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Cita-cita dan harapan reformasi yang selama ini menjadi fondasi demokrasi Indonesia dinilai berada di titik rawan keruntuhan. Hal ini disebabkan oleh lemahnya ketegasan pemerintah dalam mengambil keputusan strategis, serta masih kentalnya aroma keterlibatan figur-figur yang merupakan sisa-sisa orde sebelumnya. Kondisi ini sangat berbahaya, karena berpotensi mengkhianati semangat reformasi yang diperjuangkan rakyat Indonesia dengan pengorbanan besar.
Sebagai pemegang amanah rakyat dan komando tertinggi kebijakan negara, Presiden Prabowo dituntut untuk menunjukkan keberanian sejati seorang pemimpin. Ia tidak boleh ragu atau terjebak pada kompromi politik yang justru merugikan rakyat banyak. Presiden harus tegak berdiri di atas kepentingan rakyat, bukan tunduk pada kepentingan kelompok atau golongan tertentu yang hanya memelihara status quo.
Pemerintahan Ideal: Profesional, Bersih, dan Bebas Hutang Politik
OAPI menegaskan bahwa pemerintahan yang ideal adalah pemerintahan yang menempatkan orang-orang profesional, berintegritas, dan terpercaya di posisi strategis. Jabatan publik bukanlah hadiah, bukan pula kompensasi atas hutang politik. Setiap penempatan pejabat harus didasarkan pada kapasitas, loyalitas kepada bangsa, dan komitmen pada cita-cita reformasi.
Presiden Prabowo harus berani mengambil langkah drastis untuk menghentikan praktik politik transaksional yang melemahkan kedaulatan rakyat. Bila tidak, legitimasi kepemimpinan akan terkikis oleh kekecewaan publik, yang pada akhirnya membuka ruang bagi munculnya Reformasi Jilid II.
OAPI menilai langkah konkret yang harus segera dilakukan Presiden Prabowo adalah melakukan reformasi cuci gudang menyeluruh khususnya di tubuh Polri dan kabinet.
1. Reformasi Polri: Pergantian Kapolri
Polri adalah institusi vital yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Namun, kepemimpinan Polri saat ini sudah terlalu lama dan dinilai tidak lagi memberikan energi baru. OAPI menilai masih banyak perwira tinggi Polri yang memiliki kapasitas, integritas, dan visi untuk membawa institusi ini menjadi lebih profesional serta benar-benar melayani rakyat. Oleh karena itu, penyegaran melalui pergantian Kapolri menjadi langkah pertama yang harus diambil Presiden.
2. Reformasi Kabinet:
Kabinet yang masih diisi oleh figur-figur orde lama hanya akan memperlemah konsolidasi pemerintahan. Keberadaan mereka menciptakan potensi “dua matahari” dalam roda pemerintahan yang akan memecah loyalitas serta memperlemah otoritas Presiden sendiri. Untuk itu, Presiden Prabowo harus segera melakukan “cuci gudang” dengan menyingkirkan tokoh-tokoh oportunis yang menghambat jalannya reformasi. Kabinet baru harus diisi oleh figur-figur segar yang bersih, visioner, dan berkomitmen penuh kepada rakyat.
OAPI mengingatkan Presiden Prabowo bahwa ia dipilih langsung oleh rakyat. Legitimasi kekuasaan berasal dari rakyat, sehingga rakyatlah yang harus menjadi orientasi utama setiap kebijakan. Bila amanah rakyat dikhianati, maka besar kemungkinan pintu Reformasi Jilid II akan terbuka lebar sebagai konsekuensi dari akumulasi kekecewaan publik.
“Presiden Prabowo harus segera bertindak tegas. Jangan sampai amanah rakyat berubah menjadi bom waktu yang meledak di kemudian hari. Rakyat memilih Prabowo untuk bersama rakyat, bukan untuk bersama kepentingan golongan tertentu.” tegas Edy Syahputra, Ketua Umum OAPI.
Penutup
OAPI menekankan bahwa keberanian Presiden Prabowo dalam melakukan reformasi menyeluruh akan menentukan arah masa depan bangsa. Keputusan-keputusan strategis yang diambil saat ini akan menjadi penentu apakah Indonesia mampu menjaga marwah reformasi atau justru tergelincir ke dalam krisis kepercayaan publik.
Rakyat menanti langkah nyata, bukan sekadar omon omon, janji dan retorika. Kini saatnya Presiden Prabowo menunjukkan kepemimpinan sejati: berani membersihkan, berani memperbaiki, dan berani berdiri tegak bersama rakyat.