Sijunjung – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Sijunjung menggelar aksi lilin pada Sabtu malam, 30 Agustus 2025. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi bangsa sekaligus solidaritas atas kasus represif aparat yang menimpa Affan Kurniawan, seorang ojek online (Ojol) yang menjadi korban kekerasan.
Dalam aksi yang berlangsung damai tersebut, puluhan kader GMNI Sijunjung menyalakan lilin sebagai simbol duka dan harapan. Lilin dianggap sebagai tanda perlawanan terhadap kegelapan, sekaligus doa agar keadilan dan demokrasi tetap menyala di tengah kondisi bangsa yang dinilai kian terpuruk.
Ketua GMNI Cabang Sijunjung menyatakan bahwa tindakan represif aparat terhadap mahasiswa adalah cermin kemunduran demokrasi.
“Lewat aksi lilin ini kami ingin menyuarakan kepedulian terhadap keadaan negara dan menunjukkan solidaritas kami untuk Affan Kurniawan. Represifitas aparat terhadap mahasiswa adalah tanda kemunduran demokrasi dan harus dihentikan,” tegasnya.
Lebih lanjut, GMNI Sijunjung menegaskan bahwa aksi ini bukan hanya untuk mengenang korban, tetapi juga menjadi pengingat bagi seluruh elemen bangsa. Suara mahasiswa, menurut mereka, tidak boleh dibungkam. Justru kepedulian terhadap bangsa harus terus dirawat dalam semangat perjuangan bersama demi terwujudnya keadilan sosial.