DigIndonews.comDigIndonews.com
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Reading: “Visi Itu Murah.” Pesan Narko Santoso yang Mencuri Perhatian Leadership Youth Summit 4.0
Share
Font ResizerAa
DigIndonews.comDigIndonews.com
Font ResizerAa
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Search
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
© Sayangi.com 2022 | All Rights Reserved
DigIndonews.com > Ekonomi > “Visi Itu Murah.” Pesan Narko Santoso yang Mencuri Perhatian Leadership Youth Summit 4.0
Ekonomi

“Visi Itu Murah.” Pesan Narko Santoso yang Mencuri Perhatian Leadership Youth Summit 4.0

vrtitimes Published Juli 3, 2026
Share
SHARE

Digindonews.com – Di tengah derasnya arus motivasi yang mendorong generasi muda untuk “berani bermimpi besar”, Narko Santoso, CTA., CHt., justru membuka sesinya dengan sebuah kalimat yang tidak biasa.

“Visi itu murah.”

Kalimat singkat tersebut sontak mengundang perhatian ratusan peserta Leadership Youth Summit 4.0 yang diselenggarakan oleh Ideal Indonesia di Gedung Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI), Jakarta.

Alih-alih berbicara mengenai strategi menghasilkan keuntungan, peluang investasi, atau kesuksesan finansial, Founder NS TRADE sekaligus Top 50 Global Trader itu justru mengajak peserta untuk mempertanyakan kembali fondasi di balik setiap mimpi yang mereka miliki.

Menurut Narko, dunia hari ini dipenuhi oleh orang-orang yang memiliki visi besar. Hampir semua orang memiliki target, impian, dan cita-cita yang tinggi. Namun, hanya sedikit yang benar-benar mempersiapkan sistem untuk mewujudkannya.

“Visi itu murah, karena semua orang punya. Semua orang bisa bermimpi, semua orang bisa punya keinginan. Tapi yang mahal sistemnya—eksekusinya bagaimana, mitigasi risikonya bagaimana, dan bagaimana kita mempersiapkan diri menghadapi situasi terburuk.”

Pesan tersebut menjadi benang merah dalam sesi kepemimpinan yang membahas bagaimana generasi muda dapat membangun daya saing di tengah perubahan dunia yang semakin cepat akibat perkembangan teknologi, Artificial Intelligence (AI), serta disrupsi di berbagai sektor industri.

Leadership Youth Summit 4.0 sendiri mempertemukan mahasiswa, organisasi kepemudaan, profesional muda, pelaku industri, komunitas, hingga pemimpin organisasi dalam sebuah forum kolaboratif untuk membahas kepemimpinan, inovasi, literasi finansial, pengembangan sumber daya manusia, serta kesiapan menghadapi tantangan masa depan.

Baca Juga  Technosoft Indo Prima Resmi Meluncurkan Mkasir: Aplikasi Kasir Digital Pertama di Indonesia dengan Fitur Emergency Warning System untuk Kemudahan dan Kenyamanan Bisnis UMKM

Dalam sesi panel diskusi, Narko Santoso hadir bersama Biltraviano Ferian Harda, S.Kom., MBIS., Group CEO DOT Indonesia Group, serta Ike Suharjo, S.IP., M.Si., entrepreneur dan politikus. Ketiga narasumber membagikan perspektif mengenai kualitas kepemimpinan yang dibutuhkan Indonesia dalam menghadapi era transformasi digital.

Berbeda dengan pendekatan yang sering menekankan motivasi semata, Narko lebih banyak berbicara mengenai pentingnya membangun sistem berpikir (systems thinking), sebuah cara pandang yang menurutnya akan menentukan apakah seseorang mampu bertahan dan berkembang dalam jangka panjang.

Menurutnya, banyak orang menghabiskan waktu mencari motivasi baru, padahal yang sesungguhnya dibutuhkan adalah membangun kebiasaan dan proses yang dapat dijalankan secara konsisten setiap hari.

Ia juga menilai bahwa keinginan generasi muda untuk mencari cara yang lebih cepat bukanlah sesuatu yang keliru. Justru, kemampuan menemukan solusi yang lebih efisien merupakan salah satu karakter penting dalam dunia modern. Namun, efisiensi tersebut harus tetap dibangun di atas integritas.

“Kita kadang pengen apa-apa itu kalau bisa instan, cepat. Pengennya selalu dimudahkan, cari jalan pintas, cari jalan cepat. Apakah itu salah? Tidak. Justru saya kalau mencari tim, selalu mencari orang-orang yang berpikir seperti itu. Tetapi caranya harus halal, legal, dan bertanggung jawab. Cari cara tercepat, apalagi sekarang kita terbantu AI. Namun jangan pernah menghalalkan segala cara.”

Baca Juga  Jaga Kualitas Jalan dan Keselamatan Pengguna, JMTM Laksanakan Preservasi di Sejumlah Titik Tol Jakarta–Cikampek

Bagi Narko, perkembangan Artificial Intelligence bukan ancaman, melainkan akselerator bagi mereka yang memiliki fondasi berpikir yang benar. Teknologi mampu mempercepat proses belajar, meningkatkan produktivitas, hingga membantu pengambilan keputusan. Namun AI tidak akan pernah menggantikan disiplin, karakter, dan kemampuan seseorang membangun sistem kerja yang baik.

Ia menegaskan bahwa sistem terbaik selalu dimulai dari bagaimana seseorang mengelola dirinya sendiri.

Mulai dari mengatur waktu, menentukan prioritas, menjaga energi, hingga memahami kapan harus berhenti untuk memulihkan diri.

“Bangun dulu sistem untuk diri kita sendiri. Cara kita mengatur waktu, menentukan prioritas, menjaga ritme kerja, sampai mengatur waktu istirahat. Mesin saja bisa overheat kalau dipaksa terus bekerja, apalagi manusia. Setelah itu barulah kita bicara sistem dalam organisasi atau pekerjaan. Ketika kita berbicara tentang sistem, kita sedang berbicara tentang lima atau sepuluh tahun ke depan, bukan hanya apa yang kita kerjakan hari ini.”

Sepanjang sesi berlangsung, antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang mengangkat isu kepemimpinan, pengembangan karier, AI, kewirausahaan, hingga bagaimana membangun daya tahan mental di tengah perubahan yang begitu cepat.

Turut hadir mendampingi dalam kegiatan tersebut Tommy Tarumanegara, Chief Strategic & Execution Officer (CSEO) NS TRADE, yang mengikuti rangkaian forum serta menjalin diskusi dan networking bersama peserta, narasumber, akademisi, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan yang hadir.

Melalui forum tersebut, Narko berharap semakin banyak generasi muda Indonesia mulai menggeser cara pandang mereka terhadap kesuksesan. Menurutnya, masa depan tidak akan dimenangkan oleh mereka yang memiliki motivasi terbesar, melainkan oleh mereka yang mampu membangun sistem terbaik untuk mengeksekusi setiap ide, beradaptasi terhadap perubahan, dan terus bertumbuh secara berkelanjutan.

Baca Juga  Insentif Tetap Jalan, Pembiayaan Kendaraan Listrik BRI Finance Tumbuh Positif

“Pada akhirnya, yang membedakan seseorang bukanlah seberapa besar ia bermimpi, tetapi seberapa disiplin ia membangun sistem yang membuat mimpi tersebut dapat diwujudkan.”

About ns trade
Tentang NS TRADE NS TRADE merupakan komunitas edukasi trading yang didirikan pada tahun 2017 dan menjadi bagian dari ekosistem PT. Ruang Investasi Indonesia. Berfokus pada pengembangan literasi keuangan, manajemen risiko, serta sistem trading yang terstruktur, NS TRADE membangun ekosistem pembelajaran yang mengedepankan disiplin, pengambilan keputusan berbasis data, dan pemanfaatan teknologi untuk membantu anggotanya berkembang secara berkelanjutan. Melalui berbagai program edukasi, diskusi, pengembangan komunitas, hingga pemanfaatan Artificial Intelligence (AI), NS TRADE berkomitmen mendorong lahirnya generasi trader Indonesia yang lebih adaptif, bertanggung jawab, dan memiliki fondasi pengambilan keputusan yang kuat dalam menghadapi dinamika pasar keuangan. PT. Ruang Investasi Indonesia merupakan Penasihat Berjangka yang memiliki Izin BAPPEBTI No. 03/BAPPEBTI/SI-PNB/07/2025 serta terdaftar pada Kementerian Perdagangan Republik Indonesia dengan Nomor 031/BAPPEBTI/TLUP-WPA/08/2023. Seluruh materi, publikasi, dan kegiatan NS TRADE disusun untuk tujuan edukasi dan peningkatan literasi keuangan. Informasi yang disampaikan tidak dimaksudkan sebagai saran investasi, ajakan berinvestasi, pengelolaan dana, maupun jaminan atas hasil investasi atau aktivitas perdagangan berjangka.(***)
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Bank Neo Commerce Gandeng HIMMAS UIN Sunan Gunung Djati Bandung Adakan Literasi Keuangan, Ajak Mahasiswa Waspada Terhadap Penipuan Digital
Next Article Financial Burnout: Saat Capek Cari Uang Tapi Saldo Tabungan Tidak Bertambah
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori

  • Daerah1,277
    • Agam14
    • Bukit Tinggi14
    • Limapuluh Kota432
    • Padang37
    • Payakumbuh319
    • Solok73
  • Ekonomi2,621
  • Headline410
  • Internasional82
  • Khazanah227
  • Lifestyle113
  • Nasional1,070
  • Olahraga82
  • Opini193
  • Pariwara Lipsus34
  • Politik270
  • Uncategorized299
  • Video15

Berita Lainnya

Pemadaman Sering Berawal dari Sambungan yang Panas. Begini Cara Drone Thermal Menemukannya Lebih Awal
Dari Papan Sedekah Sayur hingga Rumah Sahabat Lansia, Anita Ratna Faoziyah Dianugerahi Tokoh Filantropi 2026
Pentingnya Edgeband untuk Furniture Interior
Emas Kembali Tertekan di Bawah US$4.300, Ini Prediksi XAUUSD Hari Ini

Berita Terkait

Ekonomi

Produk Istimewa Greece di Malaysia: Menampilkan Keaslian Produk PDO dan Tradisi Kulinari

Oktober 1, 2026
Ekonomi

Rayakan HUT Ke-37, Bank Raya Hadirkan Pengalaman Raya Active melalui Jalan Sehat

Oktober 1, 2026
Ekonomi

Tips Menyiapkan Persyaratan Dokumen Sebelum Mengajukan Pinjaman Bank

Oktober 1, 2026
Ekonomi

Dorong UMK Naik Kelas, PT Pelindo Sinergi Lokaseva Fasilitasi Sertifikasi Halal UMK Jakarta Utara

Oktober 1, 2026
Show More
DigIndonews.comDigIndonews.com
Follow US
© DigIndonews.com 2024 | All Rights Reserved
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
Sign in to your account

Lost your password?