DigIndonews.comDigIndonews.com
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Reading: Sinyal The Fed Berubah, Bitcoin Belum Lepas dari Konsolidasi US$83.000
Share
Font ResizerAa
DigIndonews.comDigIndonews.com
Font ResizerAa
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Search
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
© Sayangi.com 2022 | All Rights Reserved
DigIndonews.com > Ekonomi > Sinyal The Fed Berubah, Bitcoin Belum Lepas dari Konsolidasi US$83.000
Ekonomi

Sinyal The Fed Berubah, Bitcoin Belum Lepas dari Konsolidasi US$83.000

vrtitimes Published Oktober 5, 2026
Share
SHARE

Digindonews.com – Ekspektasi pasar terhadap arah suku bunga The Fed pada Oktober berubah dalam sepekan terakhir. Peluang The Fed mempertahankan suku bunga kini mencapai 52,9%, berbalik dari ekspektasi sepekan sebelumnya yang memperkirakan peluang kenaikan suku bunga sebesar 54–55%.

Di tengah perubahan tersebut, Bitcoin (BTC) bergerak dalam fase konsolidasi di kisaran US$83.400–83.800 setelah sebelumnya sempat menguat hingga mendekati US$87.000. Hal ini tercantum dalam Market Outlook mingguan FLOQ Trading Desk yang dirilis Kamis (1/10).

Ekspektasi The Fed Berubah, Bitcoin Masih Konsolidasi

Perubahan ekspektasi suku bunga dipengaruhi sejumlah perkembangan ekonomi AS, termasuk komentar Presiden Federal Reserve Bank of New York John Williams pada 29 September serta perlambatan inflasi PCE inti menjadi 3,3%.

Sebelumnya, The Fed telah menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin ke kisaran 3,75–4,00%.

“Pergeseran ekspektasi dari kenaikan ke penahanan suku bunga hanya dalam sepekan menunjukkan betapa sensitifnya pasar terhadap setiap sinyal The Fed. Dalam jangka pendek, arah Bitcoin masih sangat ditentukan oleh kebijakan moneter AS,” ujar Yudhono Rawis, CEO dan Founder FLOQ.

Dalam tujuh hari terakhir, BTC bergerak pada rentang US$82.581–85.518 atau turun sekitar 1%. FLOQ Trading Desk mencatat US$82.500 sebagai level support dan US$85.500 sebagai resistance.

“Dua level itu menjadi batas penting pekan ini. Data Non-Farm Payrolls AS pada 2 Oktober akan menjadi salah satu katalis yang dapat menentukan apakah BTC menembus resistance atau kembali menguji support,” kata Yudho.

Inflow ETF Bitcoin Tertinggi 2026, tetapi Melambat

Arus dana institusional masih menjadi perhatian pasar. ETF Bitcoin spot mencatat inflow mingguan sebesar US$2,39 miliar pada pekan yang berakhir 26 September, menjadi inflow mingguan tertinggi sepanjang 2026.

Baca Juga  Perkuat Konektivitas, KALOG Express Ekspansi ke Sukabumi

IBIT menyerap sekitar US$1,2 miliar, sedangkan FBTC mencatat inflow sekitar US$701,7 juta. Namun, arus dana harian melambat tajam, dari sekitar US$999 juta pada 21 September menjadi US$134 juta pada 25 September atau turun sekitar 87%.

“Inflow mingguan memang tertinggi tahun ini, tetapi momentumnya melambat tajam. Investor sebaiknya membaca tren arus dana, bukan hanya angka puncaknya. Angka besar di headline belum tentu berarti permintaan masih kuat,” analisa Yudho.

Sementara itu, ETF Ethereum spot mencatat inflow US$689,8 juta pada pekan 25 September setelah sebelumnya mengalami outflow US$140 juta. Pada 29 September, ETF Ethereum kembali mencatat outflow tipis US$2,81 juta.

Strategy Berbalik Diskon

Strategy (MSTR) terus menambah kepemilikan Bitcoin. Perusahaan membeli 950 BTC pada 14–20 September dengan harga rata-rata US$79.670 dan 1.665 BTC pada 21–27 September dengan harga rata-rata US$85.681.

Total kepemilikan Strategy kini mencapai 847.665 BTC dengan nilai sekitar US$70,77 miliar. Namun, rasio mNAV perusahaan berbalik dari premium 1,16 kali menjadi diskon 0,90 kali dalam sepekan.

“Saat mNAV turun di bawah 1x, kemampuan Strategy menerbitkan saham baru untuk membeli Bitcoin menjadi terbatas. Ini perlu dicermati karena mekanisme itulah mesin akumulasi utama salah satu pembeli institusional terbesar di pasar,” ujar Yudhono.

Dari sisi regulasi, CLARITY Act masih tertahan di Senat AS setelah pemungutan suara cloture pada 15 September berakhir 49–50. DPR AS juga membatalkan sidang pada 21 dan 28 September sehingga pembahasan berpotensi tertunda hingga periode lame-duck setelah pemilu 3 November.

Baca Juga  Telkom AI Center Bandung Hadirkan Workshop dan Mentoring AI untuk Bantu Kreator dan UMKM Bangun Content Engine

Meski demikian, BTC masih bergerak relatif stabil di US$83.000–85.000. FLOQ Trading Desk menilai kebijakan The Fed dan arus dana saat ini lebih dominan memengaruhi harga dibandingkan perkembangan regulasi.

Minyak, Rupiah, dan Agenda Pasar

Harga minyak Brent masih berada di kisaran US$97–102 per barel. Sementara itu, aliran minyak melalui Selat Hormuz masih sekitar 677 ribu barel per hari, jauh di bawah sekitar 3,6 juta barel per hari sebelum konflik.

FLOQ Trading Desk menilai eskalasi geopolitik dapat mendorong harga Brent bertahan di atas US$100 per barel, meningkatkan tekanan inflasi, dan mempersempit ruang The Fed untuk bersikap dovish.

Di dalam negeri, Bank Indonesia mempertahankan BI-Rate di 5,75% pada RDG 22–23 September. Rupiah sempat melemah ke kisaran Rp17.950–17.998 per dolar AS sebelum menguat ke Rp17.894 pada 30 September.

“Penguatan rupiah pekan ini patut dicatat, tetapi ini masih pemulihan parsial, belum tren penguatan baru. Investor domestik perlu memperhitungkan faktor kurs dan harga minyak saat menyusun portofolio,” jelas Yudho.

Untuk pekan ini, pasar akan mencermati sejumlah data ekonomi AS. ISM Manufacturing PMI dirilis pada 1 Oktober, disusul Non-Farm Payrolls pada 2 Oktober. Pada tanggal yang sama, opsi mingguan BTC dan ETH di Deribit akan jatuh tempo.

Pasar kemudian menunggu ISM Services PMI pada 5 Oktober dan risalah FOMC September pada 7 Oktober. Perkembangan konflik Iran dan Selat Hormuz juga tetap menjadi faktor risiko yang perlu diperhatikan.

Baca Juga  BRI KKB Expo Hadir di Sumatera Utara, BRI Finance Tawarkan Beragam Keuntungan Pembiayaan Kendaraan

FLOQ Trading Desk menilai data Payrolls yang kuat dapat kembali meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga dan menekan BTC. Sebaliknya, data ekonomi yang lebih lemah serta risalah FOMC bernada dovish dapat membuka ruang bagi BTC untuk kembali menguji US$85.500.

“Ketika ekspektasi pasar bisa berbalik dalam hitungan hari, disiplin manajemen risiko jauh lebih penting daripada menebak arah. Kami mendorong investor menghindari leverage berlebihan dan menyiapkan rencana untuk dua skenario,” pungkas Yudho.

Tentang FLOQ

FLOQ adalah platform perdagangan aset digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). FLOQ berkomitmen untuk menghadirkan pengalaman investasi yang aman, transparan, dan mudah diakses oleh masyarakat. Dengan fokus pada inovasi, edukasi, serta kepatuhan terhadap regulasi, FLOQ bertujuan untuk mendukung pertumbuhan ekosistem aset digital di Indonesia. FLOQ memiliki komunitas aktif dengan lebih dari 250.000 followers yang tersebar di tujuh platform media sosial, didukung oleh lebih dari 25.000 anggota komunitas aktif. FLOQ juga berkomitmen untuk meningkatkan literasi dan edukasi aset digital melalui FLOQ Akademi yang dapat diakses secara gratis oleh pengguna maupun masyarakat umum. Hingga saat ini, FLOQ telah mencatat lebih dari 1,8 juta pengguna terdaftar dan lebih dari 2 juta unduhan aplikasi. Platform ini mendukung lebih dari 100 aset digital dan terus berfokus pada pengembangan ekosistem serta kolaborasi strategis untuk menghadirkan manfaat nyata bagi pengguna di era ekonomi digital.
Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article BRILiaN Culture Festival BO Sunter, Eratkan Kebersamaan dan Hidupkan Budaya Kerja
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori

  • Daerah1,279
    • Agam14
    • Bukit Tinggi14
    • Limapuluh Kota432
    • Padang37
    • Payakumbuh321
    • Solok73
  • Ekonomi2,664
  • Headline410
  • Internasional82
  • Khazanah227
  • Lifestyle113
  • Nasional1,072
  • Olahraga82
  • Opini193
  • Pariwara Lipsus34
  • Politik270
  • Uncategorized299
  • Video15

Berita Lainnya

Sinyal The Fed Berubah, Bitcoin Belum Lepas dari Konsolidasi US$83.000
BRILiaN Culture Festival BO Sunter, Eratkan Kebersamaan dan Hidupkan Budaya Kerja
BRILiaN Culture Festival BO Cut Mutiah, Eratkan Kebersamaan dan Hidupkan Budaya Kerja
Telkom AI Connect Dukung CREATHON 2026 Dorong Mahasiswa Kembangkan Solusi Digital Berbasis AI di Makassar

Berita Terkait

Ekonomi

Telkom AI Center Aceh Mengasah Kemampuan dan Skill Data untuk Persiapan Karir di bidang Artificial Intelligence

Oktober 5, 2026
Ekonomi

PT Etos Kreatif Indonesia dan Yayasan Rintisan Amal Bunda Turun Langsung ke NTT, Salurkan Makanan, Layanan Kesehatan hingga Dukungan Psikososial

Oktober 5, 2026
Ekonomi

Igloo dan DANA Luncurkan Perlindungan Hujan Parametrik All-in-One Pertama di Industri untuk Masyarakat Indonesia

Oktober 5, 2026
Ekonomi

Tujuh Stasiun Daop 2 Bandung Jadi Simpul Mobilitas Yang Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi di Jabar

Oktober 4, 2026
Show More
DigIndonews.comDigIndonews.com
Follow US
© DigIndonews.com 2024 | All Rights Reserved
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
Sign in to your account

Lost your password?