Dalam kesempatan itu, Wali Kota menyampaikan bahwa gerakan membaca satu juz Al-Qur’an setiap hari diharapkan menjadi budaya positif yang tumbuh di tengah masyarakat dan lingkungan kerja pemerintahan, terlebih dalam menyongsong momentum hari-hari besar keagamaan.
“Melalui program One Day One Juz, kita ingin menghadirkan kembali ruh Al-Qur’an di setiap sudut kantor dan rumah. Al-Qur’an bukan sekadar bacaan, melainkan cahaya yang menuntun kita dalam mengambil kebijakan yang adil serta melayani masyarakat dengan penuh ketulusan,” ungkapnya.

Menurutnya, Al-Qur’an merupakan pedoman utama dalam menjaga integritas dan membentuk karakter aparatur maupun masyarakat. Karena itu, program ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi diharapkan menjadi gerakan berkelanjutan yang menguatkan spiritualitas bersama.
Ia juga menambahkan bahwa gerakan tersebut menjadi sarana untuk membangun konsistensi berinteraksi dengan kitab suci di tengah kesibukan sehari-hari. “Gerakan ini diharapkan menjadi jembatan bagi kita semua untuk tetap dekat dengan Al-Qur’an, meski berada dalam rutinitas yang padat,” ujarnya.
Program religius ini sendiri diinisiasi sebagai bagian dari komitmen Pemerintah Kota Solok dalam memperkokoh identitas daerah sebagai Kota Serambi Madinah, sekaligus meningkatkan kualitas spiritual aparatur dan masyarakat secara luas.
“Marilah kita jadikan program ini sebagai momen ‘istirahat’ sejenak dari hiruk-pikuk dunia, untuk meraih ketenangan dan keberkahan akhirat,” tutup Wali Kota.**
