DigIndonews.comDigIndonews.com
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Reading: PB HMI – MPO Rizki Harahap Apresiasi Presiden Prabowo atas Keberanian Cabut Izin Perusak Hutan Sumatera
Share
Font ResizerAa
DigIndonews.comDigIndonews.com
Font ResizerAa
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Search
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
© Sayangi.com 2022 | All Rights Reserved
DigIndonews.com > Nasional > PB HMI – MPO Rizki Harahap Apresiasi Presiden Prabowo atas Keberanian Cabut Izin Perusak Hutan Sumatera
Nasional

PB HMI – MPO Rizki Harahap Apresiasi Presiden Prabowo atas Keberanian Cabut Izin Perusak Hutan Sumatera

Astriani Published Januari 21, 2026
Share
Ket: Rizky Harahap PB HMI - MPO
SHARE

Jakarta, Rabu, 21 Januari 2026 — Banjir besar yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera dinilai bukan semata-mata bencana alam, melainkan akumulasi dari kerusakan lingkungan yang berlangsung lama. Pembabatan hutan, rusaknya daerah aliran sungai (DAS), serta eksploitasi sumber daya alam yang berlebihan disebut menjadi faktor utama yang memperparah dampak bencana bagi masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Rizki Harahap, Komisi Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) PB HMI-MPO, menanggapi kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang mencabut 28 izin perusahaan di sektor kehutanan, pertambangan, dan perkebunan.

“Banjir yang berulang di Sumatera adalah alarm keras atas krisis ekologis yang selama ini diabaikan. Ini bukan musibah semata, tetapi konsekuensi dari eksploitasi hutan yang melampaui batas,” ujar Rizki dalam keterangannya, Rabu (21/1/2026).

Baca Juga  PENGADAAN PIN DPRD KAB. SIKKA, HMI MAUMERE: JANGAN MAIN-MAIN DENGAN UANG RAKYAT

Rizki menilai pencabutan 28 izin perusahaan dengan total luasan konsesi lebih dari satu juta hektare di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat merupakan langkah strategis dan bersejarah dalam tata kelola lingkungan hidup di Indonesia.

“Ini bukan angka kecil. Ini menunjukkan betapa luasnya hutan Sumatera yang selama ini berada di bawah tekanan kepentingan korporasi. Keputusan Presiden Prabowo patut diapresiasi sebagai sikap politik yang berpihak pada rakyat dan keberlanjutan lingkungan,” tegasnya.

Menurut Rizki, langkah tegas tersebut mencerminkan keberanian negara untuk tidak tunduk pada kepentingan modal besar yang kerap mengabaikan etika lingkungan dan keselamatan masyarakat. Ia menilai kebijakan ini menjadi bukti kehadiran negara dalam melindungi masyarakat adat, petani, nelayan, serta warga desa yang selama ini menjadi pihak paling terdampak akibat kerusakan hutan.

Baca Juga  BAKORNAS LKMI PB HMI Kecam Dugaan Kriminalisasi dr. Ratna, Sebut Cederai Rasa Aman Tenaga Medis

“Pencabutan izin ini bukan sekadar keputusan administratif. Ini adalah pesan kuat bahwa negara tidak boleh membiarkan korporasi merusak hutan dan memperparah bencana ekologis,” lanjutnya.

Meski demikian, Rizki mengingatkan bahwa pencabutan izin tidak boleh berhenti sebagai langkah simbolik. Ia mendesak pemerintah untuk memastikan adanya pemulihan lingkungan secara menyeluruh, termasuk rehabilitasi hutan dan DAS, serta penegakan hukum lanjutan terhadap pelanggaran lingkungan yang telah terjadi.

“Ini adalah awal, bukan akhir. Rakyat menunggu kebijakan lanjutan yang memastikan pemulihan ekosistem dan keadilan ekologis benar-benar terwujud,” kata Rizki.

Ia menegaskan bahwa hutan Sumatera merupakan penyangga kehidupan sekaligus warisan penting bagi generasi mendatang. Oleh karena itu, keberanian negara dalam berdiri di sisi rakyat dan lingkungan harus dijaga secara konsisten.

Baca Juga  Kominfo RI Gelar Webinar Online dengan Tema "Kemiskinan Ekstrem: Potret, Strategi, dan Upaya Penanggulangan" Hadirkan Pemateri Prof. Dr. Sjarifuddin Hasan, MM., MBA

“Sejarah akan mencatat bahwa pada satu momen penting, negara memilih rakyat dan kelestarian alam di atas kepentingan korporasi,” pungkas Rizki Harahap.

TAGGED:HMItpl
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Perluasan Jaringan Jadi Kunci, KAI Logistik Catat Pertumbuhan Service Point 45% Sepanjang Tahun 2025
Next Article Sukses Manfaatkan Kulong Bekas Tambang, Berikanesia Lestari Jadi Model Ekonomi Sirkular di Belitung
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori

  • Daerah969
    • Agam14
    • Bukit Tinggi14
    • Limapuluh Kota411
    • Padang34
    • Payakumbuh71
    • Solok73
  • Ekonomi1,120
  • Headline406
  • Internasional82
  • Khazanah209
  • Lifestyle112
  • Nasional942
  • Olahraga79
  • Opini177
  • Pariwara Lipsus30
  • Politik260
  • Uncategorized273
  • Video15

Berita Lainnya

Siaga Mudik Lebaran Dimulai! Kapolres Sijunjung Gelar Apel Pasukan Operasi Ketupat 2026
Kejari Sijunjung Gelar Pasar Murah Ramadhan, Ringankan Beban Warga Jelang Idul Fitri
Pentingnya Kolaborasi Cegah Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Generasi Muda
Akselerasi Investasi dan Perdagangan Global, Syamsu Rizal: Adaptasi Jadi Kunci Hadapi Disrupsi Ekonomi

Berita Terkait

Nasional

Digitalisasi Perlindungan Sosial Dinilai Kunci Hadirkan Bantuan Tepat Sasaran

Maret 11, 2026
Nasional

Aktivis HMI Apresiasi Kakorlantas soal Tim Urai Operasi Ketupat 2026

Maret 10, 2026
Nasional

RUPST BNI Setujui Dividen Rp13 Triliun dan Buyback Saham Rp905 Miliar

Maret 9, 2026
Nasional

Pelayanan Pertamina Menjelang Hari Raya dan Upaya Menjaga Ketahanan Stok di Tengah Isu Geopolitik di Iran

Maret 6, 2026
Show More
DigIndonews.comDigIndonews.com
Follow US
© DigIndonews.com 2024 | All Rights Reserved
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
Sign in to your account

Lost your password?