DigIndonews.comDigIndonews.com
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Reading: Pasar Kripto Bergerak Sideways, Bittime: Futures Jadi Alternatif Strategi
Share
Font ResizerAa
DigIndonews.comDigIndonews.com
Font ResizerAa
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Search
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
© Sayangi.com 2022 | All Rights Reserved
DigIndonews.com > Ekonomi > Pasar Kripto Bergerak Sideways, Bittime: Futures Jadi Alternatif Strategi
Ekonomi

Pasar Kripto Bergerak Sideways, Bittime: Futures Jadi Alternatif Strategi

vrtitimes Published Juli 20, 2026
Share
SHARE

Digindonews.com — Bittime resmi meluncurkan Bittime Futures sebagai alternatif strategi trading di tengah pasar kripto yang masih bergerak sideways. Layanan ini menawarkan fitur trading yang lebih fleksibel dengan tetap mengedepankan edukasi, manajemen risiko, dan perlindungan konsumen.

Pergerakan pasar kripto yang masih cenderung sideways dalam beberapa pekan terakhir. Meskipun begitu, pasar kripto masih tetap membuka peluang bagi trader dan investor. Di tengah kondisi tersebut, Bittime menilai instrumen futures dapat menjadi salah satu alternatif strategi untuk menghadapi berbagai arah pergerakan pasar.

Berdasarkan data CoinMarketCap per 15 Juli 2026, harga Bitcoin menguat 3,39% dalam 24 jam terakhir dan naik 2,75% dalam sepekan. Namun, dalam satu bulan terakhir Bitcoin masih bergerak di kisaran US$59.000 hingga US$66.000, mencerminkan kondisi pasar yang relatif stagnan.

Sentimen Global Masih Membayangi Pasar

Crypto Influencer Kimiko Lie mengatakan pasar kripto pada semester II 2026 masih akan dipengaruhi sejumlah sentimen global, mulai dari perkembangan geopolitik hingga arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed).

Meski demikian, menurutnya kondisi tersebut tetap membuka peluang bagi trader yang mampu menerapkan strategi sesuai kondisi pasar.

“Selama ini banyak trader Indonesia memilih platform luar negeri karena akses terhadap produk derivatif sudah lebih dulu tersedia. Dengan semakin berkembangnya regulasi di Indonesia dan hadirnya futures dalam ekosistem yang diawasi regulator, saya melihat semakin banyak trader yang akan mempertimbangkan menggunakan platform dalam negeri,” ujar Kimiko.

Baca Juga  Berkah Berbakti kepada Orang Tua, Ghazi Abdullah Muttaqien Sukses Mendunia dan Dirikan Pesantren Internasional

Ia juga menilai semakin jelasnya regulasi, bertambahnya pilihan produk, dan meningkatnya literasi investor akan menjadi pendorong pertumbuhan perdagangan derivatif aset keuangan digital di Indonesia. Selain itu, sebagian trader dari instrumen lain, termasuk pasar saham domestik, mulai melirik aset kripto sebagai alternatif di tengah kondisi pasar yang sama-sama bergerak terbatas.

Futures Jadi Alternatif Strategi di Tengah Pasar Sideways

Menjawab kebutuhan tersebut, Bittime, Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang terdaftar dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), meluncurkan layanan Bittime Futures pada 15 Juli 2026.

Peluncuran ini dilakukan setelah Bittime memperoleh izin dari PT Central Finansial X (CFX). Izin ini menjadikan Bittime sebagai PAKD pertama yang memperoleh lisensi Futures dari CFX pada era pengawasan dan pengaturan kripto di bawah OJK.

Kehadiran Bittime Futures melengkapi ekosistem investasi Bittime yang kini mencakup Spot, Staking, dan Futures, sehingga menghadirkan lebih banyak cara berinvestasi bagi masyarakat Indonesia melalui berbagai pilihan strategi investasi aset kripto dalam satu platform.

Baca Juga  Kementerian PU Bangun 245 Unit Huntara di Kecamatan Batangtoru dengan Fasilitas Lengkap Layak Huni

Direktur PT Central Finansial X (CFX), Lukas Lauw, mengatakan instrumen derivatif merupakan bagian penting dalam pendalaman pasar karena memberikan pilihan strategi investasi sekaligus manajemen risiko yang lebih komprehensif bagi konsumen.

“Instrumen derivatif merupakan bagian penting untuk pendalaman pasar, karena memberikan opsi manajemen risiko dan strategi investasi yang lebih komprehensif bagi konsumen. Kami menyambut baik langkah inovatif dari anggota bursa dan berharap peluncuran layanan derivatif oleh Bittime ini dapat meningkatkan adopsi derivatif secara domestik, tentunya dengan tetap menjadikan tata kelola, integritas pasar, dan pelindungan konsumen sebagai prioritas utama,” kata Lukas.

Direktur Operasional Bittime, Ryan Lymn, mengatakan setiap fase pasar menghadirkan peluang yang berbeda sehingga trader membutuhkan strategi yang lebih fleksibel.

“Melalui Bittime Futures, kami ingin memberikan alternatif bagi trader Indonesia untuk menerapkan strategi yang lebih fleksibel, dengan tetap mengedepankan edukasi, manajemen risiko, dan kepatuhan terhadap regulasi,” ujar Ryan.

Bittime Futures menawarkan empat fleksibilitas utama, yaitu Flexible Trading Pairs, Flexible Trade Direction, Flexible Leverage, dan Flexible Margin Mode. Pada tahap awal, pengguna dapat memperdagangkan 49 pasangan aset kripto dengan leverage hingga 25x, memilih Cross Margin atau Isolated Margin, serta diwajibkan mengikuti knowledge test sebelum mengakses fitur futures sebagai bagian dari komitmen Bittime terhadap edukasi dan pelindungan konsumen.

Baca Juga  Perluas Akses Investasi Digital, BRI-MI & Ayovest Resmi Jalin Kemitraan Strategis

About Bittime

Bittime melalui PT Utama Aset Digital Indonesia adalah platform investasi aset kripto yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta terdaftar pada Kementerian Komunikasi & Digital (Komdigi). Bittime juga merupakan anggota Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI) dan Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (ASPAKRINDO).

Selaku platform investasi aset kripto, Bittime memiliki visi untuk menjadi platform perdagangan dan investasi aset kripto pilihan utama masyarakat dengan fitur yang beragam serta memenuhi kebutuhan penggunanya.

Aplikasi Bittime bisa diunduh di Google Play dan App Store.

Disclaimer

Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Bittime adalah platform perdagangan aset kripto terdaftar dan diawasi OJK yang menyediakan informasi berdasarkan riset internal, bersifat umum dan edukatif. Informasi ini bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, hukum, atau perpajakan. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa depan. Pengguna wajib melakukan analisis mandiri dan memastikan kepatuhan terhadap seluruh peraturan yang berlaku.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Belajar dari ONDC India: Membuka Model Bisnis Baru bagi Ekonomi Digital Indonesia
Next Article Mulai dari ‘Phenomenon’, Telkom AI Connect Bekali Peserta Menyusun Pitch Deck Proyek AI yang Lebih Meyakinkan
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori

  • Daerah1,179
    • Agam14
    • Bukit Tinggi14
    • Limapuluh Kota428
    • Padang36
    • Payakumbuh239
    • Solok73
  • Ekonomi2,011
  • Headline408
  • Internasional82
  • Khazanah224
  • Lifestyle112
  • Nasional1,009
  • Olahraga79
  • Opini188
  • Pariwara Lipsus31
  • Politik264
  • Uncategorized293
  • Video15

Berita Lainnya

Tren Side Hustle Meningkat, Kemitraan Kuliner Mulai Dilirik sebagai Alternatif Penghasilan Tambahan
Memulihkan Akun Setelah ‘Lose Streak’: Langkah Taktis Mengembalikan Kepercayaan Diri dalam Trading
Tiap 1% Masyarakat Sumut Terdampak Kelangkaan BBM, Berpotensi Merugi Rp. 2,98 M dan Rp. 1,75 M dari Sektor Transportasi per Hari
District 8: Harmonisasi Kehidupan Urban di Jantung Jakarta

Berita Terkait

Ekonomi

BRI Finance Hadirkan Beragam Promo Pembiayaan Kendaraan bagi Karyawan dan Nasabah BRI

Juli 20, 2026
Ekonomi

Mengkaji Unsur Force Majeure dalam Kasus Tewasnya Tiga Pekerja PT Moya di Gorong-Gorong Proyek Pipa Air Bersih: Investigasi yang Objektif, Adil, dan Profesional Sangat Diperlukan

Juli 20, 2026
Ekonomi

Mulai dari ‘Phenomenon’, Telkom AI Connect Bekali Peserta Menyusun Pitch Deck Proyek AI yang Lebih Meyakinkan

Juli 20, 2026
Ekonomi

Belajar dari ONDC India: Membuka Model Bisnis Baru bagi Ekonomi Digital Indonesia

Juli 20, 2026
Show More
DigIndonews.comDigIndonews.com
Follow US
© DigIndonews.com 2024 | All Rights Reserved
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
Sign in to your account

Lost your password?