DigIndonews.com, Jakarta, 9 April 2025 – Ketahanan energi nasional menjadi isu strategis yang semakin krusial di tengah dinamika global yang tidak menentu. Dalam webinar bertajuk “Ketahanan Energi Nasional untuk Mendukung Kemandirian dan Kesejahteraan Masyarakat”, para narasumber menegaskan bahwa energi tidak lagi sekadar komoditas, melainkan fondasi utama bagi stabilitas ekonomi, sosial, dan keamanan nasional.
Anggota Komisi I DPR RI, Okta Kumala Dewi, menekankan bahwa ketahanan energi harus dipandang sebagai bagian dari upaya mencapai kemandirian bangsa. Menurutnya, tantangan utama Indonesia bukan hanya pada ketersediaan sumber daya, tetapi pada tata kelola, distribusi, serta kesiapan infrastruktur yang merata di seluruh wilayah. Ia juga menyoroti pentingnya transisi menuju energi terbarukan yang dilakukan secara bertahap, realistis, dan berbasis pada kebutuhan nasional.
Sementara itu, Direktur Pembinaan Program Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Ahmad Amiruddin, menegaskan bahwa diversifikasi energi merupakan langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil. Dengan memanfaatkan potensi energi baru terbarukan seperti surya, angin, dan panas bumi, Indonesia dapat membangun sistem energi yang lebih tangguh dan adaptif terhadap perubahan global.
Diskusi juga menyoroti pentingnya kebijakan yang adaptif dan inklusif, terutama dalam menjawab tantangan ketimpangan akses energi antarwilayah. Pemerintah didorong untuk memperkuat regulasi, meningkatkan investasi infrastruktur, serta membuka ruang kolaborasi dengan sektor swasta dan masyarakat.
Lebih jauh, para narasumber sepakat bahwa kemandirian energi bukanlah tujuan instan, melainkan proses jangka panjang yang membutuhkan konsistensi kebijakan dan keberanian dalam implementasi. Dengan strategi yang tepat, ketahanan energi diyakini dapat menjadi pilar utama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan daya saing Indonesia di tingkat global.


