Lima Puluh Kota, Digindonews.com – Di tengah kesedihan dan kesulitan masyarakat terdampak bencana di Kecamatan Gunung Omeh, Kabupaten Lima Puluh Kota, datang kabar haru dari orang rantau. Ikatan Keluarga Bungo Setangkai (IKBS) Duri, yang dipimpin oleh Ketua Irawadi, bersama dengan Anggota DPRD Kabupaten Lima Puluh Kota Fraksi Demokrat, Dodi Arestu A.Md, tiba dengan memberikan bantuan dan empati.
Kepedulian ini bukan sekadar pemberian materi, melainkan cerminan rasa kebersamaan antara saudara di rantau dengan mereka yang tertimpa musibah. Semua dimulai setelah koordinasi matang antara pengurus IKBS Duri dengan Dodi Arestu, dengan tujuan memberikan semangat baru dan bantuan bagi warga Nagari Pandam Gadang dan Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Gunung Omeh, yang mengalami musibah bencana hidrometeorologi pada bulan lalu.

Rombongan tiba di Nagari Pandam Gadang sekitar pukul 09.30 pagi untuk menyerahkan bantuan pertama. Di sinilah Irawadi (panggilan akrab Edi) menyampaikan perasaannya, Kamis (1/1/2026).
“Kami hadir di sini karena ikut merasakan bagaimana saudara-saudara kita tertimpa musibah. Setiap tetes air mata mereka menyentuh hati kami. Semoga duka mereka cepat selesai, dan bisa kembali beraktifitas dengan harapan baru.” ujar Edi.
Rombongan disambut hangat oleh Wali Nagari Devi Surya beserta masyarakat. “Kami ucapkan ribuan terima kasih atas kepedulian IKBS Duri. Kepedulian ini tak bisa dibalas, hanya do’a baik yang kami sampaikan,” ujar Devi Surya.
Setelah itu, rombongan melanjutkan ke kediaman Dodi Arestu di Nagari Koto Tinggi, Jorong Pua Data. Di sana, mereka beristirahat sejenak, menikmati kopi, dan bertukar sapaan sambil mendengar cerita kesulitan warga. Sebagai putra daerah Nagari Koto Tinggi, Dodi menyampaikan apresiasi.
“Duka di kampung juga dirasakan keluarga di Duri, Riau. Ketika mendengar kabar bencana, Ketua IKBS Duri langsung berkomunikasi dengan saya untuk memberikan bantuan. Semoga komunikasi saudara kita di perantau an dengan kampung halaman tetap terjaga ” ujar Dodi

Pukul 11.00, perjalanan berlanjut ke Sei Dodok, di mana bantuan sebesar Rp7.000.000 diserahkan untuk kebutuhan dasar seperti makanan, air minum, dan perlengkapan darurat. Pukul 12.30, mereka melanjutkan ke Jorong Aia Angek dan menyerahkan bantuan Rp11.000.000 di Mesjid Aia Angek. Setelah itu, rombongan meninjau lokasi rumah terdampak, menyaksikan langsung atap yang roboh, tembok yang runtuh, dan barang-barang yang tercampur aduk—meningkatkan tekad untuk terus membantu.
Setelah mengunjungi Jorong Aia Angek, rombongan melanjutkan ke Huntara dan mampir sebentar ke Monumen PDRI sebagai penghormatan terhadap sejarah perjuangan daerah. Kemudian, mereka memulai perjalanan pulang ke Duri dengan hati penuh kepuasan, karena telah memberikan bantuan dan menghadirkan senyum di wajah masyarakat terdampak.
Kepedulian IKBS Duri dan Dodi Arestu membuktikan jarak tidak menjadi halangan untuk saling menopang. Meski tinggal di rantau, rasa cinta dan perhatian kepada saudara yang kesulitan tetap terjaga. Semoga bantuan ini menjadi angin segar untuk mereka bangkit kembali. (Agus Suprianto)


