DigIndonews.comDigIndonews.com
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Reading: INDONESIA PERLU TINGKATKAN KETAHANAN DIGITAL DAN EKONOMI NASIONAL Direktur CSI: PRABOWO HARUS SIGAP ANTISIPASI PERANG IRAN – ISRAEL
Share
Font ResizerAa
DigIndonews.comDigIndonews.com
Font ResizerAa
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Search
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
© Sayangi.com 2022 | All Rights Reserved
DigIndonews.com > Daerah > INDONESIA PERLU TINGKATKAN KETAHANAN DIGITAL DAN EKONOMI NASIONAL Direktur CSI: PRABOWO HARUS SIGAP ANTISIPASI PERANG IRAN – ISRAEL
DaerahEkonomiHeadlineInternasionalKhazanahLifestyleNasionalOlahragaOpiniPariwara LipsusPolitikUncategorized

INDONESIA PERLU TINGKATKAN KETAHANAN DIGITAL DAN EKONOMI NASIONAL Direktur CSI: PRABOWO HARUS SIGAP ANTISIPASI PERANG IRAN – ISRAEL

Bima Putra Published Juni 19, 2025
Share
SHARE

Jakarta, 19 Juni 2025 —Gejolak yang terus memanas di kawasan Timur Tengah, terutama konflik bersenjata antara Iran dan Israel, menandai babak baru dalam peta geopolitik global. Situasi ini tidak hanya menimbulkan ancaman terhadap stabilitas kawasan, tetapi juga menimbulkan dampak domino terhadap keamanan global, harga energi dunia, dan keseimbangan ekonomi negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.

Menanggapi situasi ini, Direktur Center for Strategy and Information (CSI), Edy Syahputra, menekankan pentingnya ketegasan dan kesiapan pemerintah Indonesia, khususnya di bawah kepemimpinan Presiden terpilih Prabowo Subianto. Dalam pernyataannya, Edy menyoroti dua isu strategis yang perlu diantisipasi secara simultan: potensi perang digital dan dampak ekonomi akibat fluktuasi minyak dunia.

Baca Juga  KPU RI Gelar Sosialisasi Pendidikan Pemilih Daerah 3T

“Perang di masa kini tidak lagi hanya terjadi di medan tempur fisik, tetapi juga berlangsung di ranah digital. Serangan siber terhadap infrastruktur vital, manipulasi informasi, hingga sabotase sistem keuangan bisa menjadi bagian dari strategi militer modern. Indonesia tidak boleh lengah dan harus memperkuat pertahanan siber dan teknologi digital nasional,” ujar Edy Syahputra.

Menurut CSI, Indonesia saat ini masih belum memiliki sistem pertahanan siber yang terintegrasi dan tangguh secara menyeluruh. Keamanan data negara, sistem komunikasi pertahanan, dan infrastruktur strategis seperti listrik, perbankan, serta transportasi harus menjadi prioritas untuk diperkuat dalam skenario pertahanan digital masa depan.

Edy juga menekankan perlunya modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) dan pembangunan ekosistem riset teknologi pertahanan berbasis kecerdasan buatan, komputasi kuantum, serta drone tempur otonom. Transformasi ini, kata Edy, hanya bisa dicapai melalui kemauan politik yang kuat dan pengalokasian anggaran pertahanan yang efisien dan progresif.

Baca Juga  Kementerian PU Tangani Konektivitas Jalan Provinsi Sicincin-Bukittinggi, Pemasangan Jembatan Darurat Ditargetkan Rampung Awal Januari

Selain aspek militer, Edy memperingatkan bahwa perang di Timur Tengah akan memberikan tekanan signifikan terhadap ekonomi nasional, terutama melalui lonjakan harga minyak mentah dunia.

“Ketergantungan Indonesia pada impor minyak membuat perekonomian kita rentan terhadap konflik kawasan. Harga BBM naik, inflasi meningkat, dan daya beli masyarakat melemah. Presiden Prabowo harus memiliki skenario mitigasi yang konkret untuk menghadapi risiko ini,” jelasnya.

Beberapa langkah yang disarankan oleh CSI antara lain: percepatan transisi energi ke sumber daya terbarukan, diversifikasi mitra dagang strategis, serta penguatan cadangan energi nasional. Selain itu, perlu adanya diplomasi ekonomi yang adaptif guna menjaga stabilitas perdagangan dan arus investasi di tengah ketidakpastian global.

Baca Juga  BMKG Resmi Cabut Peringatan Dini Tsunami di Sumbar dan Sumut

Sebagai lembaga riset strategis, CSI mengingatkan bahwa Indonesia harus belajar dari dinamika global dan tidak hanya bersikap reaktif. Kesiapsiagaan nasional—baik di bidang pertahanan, teknologi, maupun ekonomi—harus menjadi bagian integral dari visi besar kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

“Indonesia tidak boleh sekadar menjadi penonton dalam percaturan global. Ketangguhan bangsa hanya bisa dibangun dengan kecerdasan strategi dan keberanian eksekusi,” tutup Edy Syahputra.

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Floating Breakfast ala Grazie Bali: Sensasi Sarapan Terapung yang Instagramable dan Tak Terlupakan
Next Article Hisense Merayakan Dimulainya FIFA Club World Cup 2025™ sebagai Mitra Resmi, Menandai Tonggak Baru dalam Perjalanan Olahraga Global
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori

  • Daerah958
    • Agam14
    • Bukit Tinggi14
    • Limapuluh Kota410
    • Padang34
    • Payakumbuh63
    • Solok73
  • Ekonomi1,073
  • Headline406
  • Internasional81
  • Khazanah209
  • Lifestyle112
  • Nasional938
  • Olahraga79
  • Opini177
  • Pariwara Lipsus30
  • Politik259
  • Uncategorized268
  • Video15

Berita Lainnya

Topotels Hadirkan Struktur Corporate Baru Dorong Transformasi Hospitality Indonesia
KAI Divre I Sumut Jadi Motor Penggerak Ekonomi, Mobilisasi 200.042 Penumpang Selama Februari 2026
SELAMAT TINGGAL ‘GYM ANXIETY’: Believe Fitness Pacific Garden Rilis Ruang Privat Anti-Intimidasi Berkonsep Nyaman dan Privat
Payakumbuh Satu Satunya Pemerintah Kota Sebagai Narasumber FGD

Berita Terkait

Payakumbuh

Pemerintah Kota Payakumbuh Gelar Pasar Murah Jelang Hari Raya Idhul Fitri 1447 H

Maret 6, 2026
NasionalUncategorized

ABK INDONESIA DIDUGA DIEKSPLOITASI DI KAPAL KOREA, KNP2M DESAK INVESTIGASI TERHADAP PERUSAHAAN PEREKRUT DAN PERLINDUNGAN SERIUS BAGI PEKERJA MIGRAN

Maret 6, 2026
Ekonomi

Kesempatan Mudik Masih Terbuka, 94.680 Tempat Duduk Kereta Api di Daop 9 Jember Masih Tersedia

Maret 6, 2026
Ekonomi

Tak Ada Kota Menang Adipura 2025: Pemda Tak Bisa Lagi “Poles” Data Persampahan

Maret 6, 2026
Show More
DigIndonews.comDigIndonews.com
Follow US
© DigIndonews.com 2024 | All Rights Reserved
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
Sign in to your account

Lost your password?