DigIndonews.comDigIndonews.com
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Reading: Indonesia Buka Akses Lebih Luas bagi Investor Eurasia Lewat INNOPROM 2026
Share
Font ResizerAa
DigIndonews.comDigIndonews.com
Font ResizerAa
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Search
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
© Sayangi.com 2022 | All Rights Reserved
DigIndonews.com > Ekonomi > Indonesia Buka Akses Lebih Luas bagi Investor Eurasia Lewat INNOPROM 2026
Ekonomi

Indonesia Buka Akses Lebih Luas bagi Investor Eurasia Lewat INNOPROM 2026

vrtitimes Published Juni 30, 2026
Share
SHARE

Digindonews.com — Kehadiran Indonesia sebagai Official Partner Country pada INNOPROM 2026 membuka akses langsung bagi investor dan pelaku usaha Eurasia untuk menjajaki peluang kemitraan industri di Indonesia, yang kini bergerak di bawah kerangka kebijakan industri baru, Strategi Baru Industrialisasi Nasional (SBIN).

INNOPROM 2026 yang akan berlangsung pada 6-9 Juli 2026 di Ekaterinburg, Rusia, menjadi titik temu antara pelaku industri Eurasia dan ekosistem industrialisasi Indonesia yang tengah bertransformasi.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa Indonesia tidak lagi hanya menawarkan potensi pasar, tetapi juga menghadirkan arah pembangunan industri yang jelas dan terukur.

“Melalui Strategi Baru Industrialisasi Nasional, Indonesia membangun fondasi industri yang lebih kuat, modern, dan berkelanjutan. Kami membuka ruang yang luas bagi kemitraan internasional yang mampu menghadirkan investasi berkualitas, transfer teknologi, dan peningkatan kapasitas industri nasional,” ujarnya.

SBIN merupakan respon Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terhadap perubahan ekonomi global yang semakin cepat, mulai dari percepatan digitalisasi, transisi energi, hingga pergeseran rantai pasok global, sekaligus menjadi peta jalan Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045.

Strategi ini berpijak pada visi pembangunan nasional Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, dan menjadi panduan utama dalam menjalankan industrialisasi yang mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan. SBIN akan menjalankan empat prioritas yang membuka ruang kemitraan bagi investor Eurasia di berbagai sektor industri Indonesia.

Baca Juga  FisTx Kukuhkan Teknologi Akuakultur Terlengkap Indonesia, Ekspansi ke Pasar Timur Tengah

Empat pilar prioritas tersebut termasuk penguatan produksi manufaktur bernilai tambah lebih dari sumber daya alam, penguasaan teknologi industri melalui peta jalan Making Indonesia 4.0, industrialisasi hijau dan pengembangan sumber daya manusia industri.

Direktur Jenderal Ketahanan Perwilayahan dan Akses Industri Internasional (KPAII) Tri Supondy menyampaikan bahwa keikutsertaan Indonesia di INNOPROM 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra industri jangka panjang bagi kawasan Eurasia.

“Tujuan utama keikutsertaan Indonesia di INNOPROM 2026 adalah untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra industri jangka panjang bagi kawasan Eurasia. Pada pameran ini, Indonesia akan memperkenalkan SBIN yang memungkinkan Indonesia untuk membangun ekosistem manufaktur yang terstruktur, transparan, dan lebih terbuka bagi kolaborasi internasional,” ujarnya dalam keterangan pers di Jakarta (24/6).

Indonesia memasuki INNOPROM 2026 dengan posisi yang kuat sebagai negara manufaktur terbesar di Asia Tenggara. Nilai Tambah Manufaktur (Manufacturing Value Added/MVA) Indonesia mencapai USD 265 miliar, menempatkan Indonesia pada peringkat ke-13 dunia.

Ekspor manufaktur nonmigas Indonesia hingga Agustus 2025 mencapai USD 147,9 miliar atau hampir 80 persen dari total ekspor nasional. Basis industri inilah yang menjadi fondasi konkret dari kehadiran Indonesia di Ekaterinburg.

Baca Juga  Blaize dan Datacomm Jalin Kolaborasi Teknologi untuk Eksplorasi Solusi AI Inference di Seluruh Indonesia

Partisipasi Indonesia di INNOPROM 2026 akan membawa lebih dari 50 pelaku industri yang siap membuka peluang kemitraan yang konkret bagi pelaku industri dan investor di Eurasia. Terdapat empat peluang kerja sama utama yang ditawarkan Indonesia kepada mitra Eurasia.

Pertama, kemitraan teknologi dan alih teknologi bagi perusahaan yang memiliki keunggulan di bidang mesin industri, sistem otomasi, petrokimia, dan material untuk berkolaborasi dengan industri nasional yang sedang mempercepat modernisasi proses produksinya melalui zona paviliun industri logam, mesin, alat transportasi, dan elektronika (ILMATE) serta industri kimia, farmasi, dan tekstil (IKFT).

Kedua, peluang investasi langsung di kawasan industri yang telah siap beroperasi dan dikelola secara profesional, dengan dukungan kepastian regulasi yang diperkuat melalui Strategi Baru Industrialisasi Nasional (SBIN).

Ketiga, kerja sama dalam pengembangan rantai pasok hilirisasi komoditas strategis seperti nikel, bauksit, tembaga, kobalt, dan lithium yang membuka kebutuhan besar akan teknologi pengolahan dan rekayasa material.

Keempat, kolaborasi di sektor agro dan pangan bernilai tambah melalui zona paviliun AGRO, yang menawarkan peluang kemitraan di bidang teknologi pengolahan pangan, logistik, hingga perluasan akses distribusi dan pasar.

Melalui partisipasi sebagai Official Partner Country, Indonesia tidak hanya menampilkan capaian industrinya, tetapi juga menawarkan kerangka kerja sama yang lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan. Dengan dukungan SBIN, INNOPROM 2026 diharapkan menjadi pintu masuk bagi penguatan investasi, transfer teknologi, serta kemitraan industri jangka panjang yang memperkuat posisi Indonesia dalam rantai nilai manufaktur global.

Baca Juga  KAI Logistik Kenalkan Peran dalam Halal Supply Chain pada The 5th Summit of Halal 20

About Indonesia Pavilion at INNOPROM 2026
Tentang Ditjen KPAII, Kementerian Perindustrian RI: Kementerian Perindustrian Republik Indonesia berkomitmen memperkuat posisi Indonesia dalam rantai nilai global melalui pengembangan industri manufaktur yang inovatif, berdaya saing, dan berorientasi ekspor.

Melalui Direktorat Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (Ditjen KPAII), Kementerian Perindustrian aktif memfasilitasi perluasan akses pasar, promosi investasi, penguatan kerja sama industri internasional, serta pengembangan kawasan industri untuk mendukung pertumbuhan industri nasional yang berkelanjutan.

Partisipasi Indonesia sebagai Official Partner Country pada INNOPROM 2026 merupakan bagian dari upaya tersebut untuk memperluas kemitraan strategis dan membuka peluang kolaborasi industri yang bernilai tambah bagi Indonesia dan mitra global.

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.indonesiainnoprom.id, serta ikuti kegiatan Indonesia Partner Country INNOPROM 2026 melalui Instagram (@indonesia_innoprom2026) dan Telegram (Indonesia Pavilion Innoprom 2026).***

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article BP Tapera Paparkan Skema KPR Subsidi Tenor 40 Tahun, Cicilan Bisa Mulai Rp500 Ribu per Bulan
Next Article Wifi Terbaik Depok untuk Rumah, Kos, dan Usaha yang Selalu Online
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori

  • Daerah1,277
    • Agam14
    • Bukit Tinggi14
    • Limapuluh Kota432
    • Padang37
    • Payakumbuh319
    • Solok73
  • Ekonomi2,621
  • Headline410
  • Internasional82
  • Khazanah227
  • Lifestyle113
  • Nasional1,070
  • Olahraga82
  • Opini193
  • Pariwara Lipsus34
  • Politik270
  • Uncategorized299
  • Video15

Berita Lainnya

Pemadaman Sering Berawal dari Sambungan yang Panas. Begini Cara Drone Thermal Menemukannya Lebih Awal
Dari Papan Sedekah Sayur hingga Rumah Sahabat Lansia, Anita Ratna Faoziyah Dianugerahi Tokoh Filantropi 2026
Pentingnya Edgeband untuk Furniture Interior
Emas Kembali Tertekan di Bawah US$4.300, Ini Prediksi XAUUSD Hari Ini

Berita Terkait

Ekonomi

Produk Istimewa Greece di Malaysia: Menampilkan Keaslian Produk PDO dan Tradisi Kulinari

Oktober 1, 2026
Ekonomi

Rayakan HUT Ke-37, Bank Raya Hadirkan Pengalaman Raya Active melalui Jalan Sehat

Oktober 1, 2026
Ekonomi

Tips Menyiapkan Persyaratan Dokumen Sebelum Mengajukan Pinjaman Bank

Oktober 1, 2026
Ekonomi

Dorong UMK Naik Kelas, PT Pelindo Sinergi Lokaseva Fasilitasi Sertifikasi Halal UMK Jakarta Utara

Oktober 1, 2026
Show More
DigIndonews.comDigIndonews.com
Follow US
© DigIndonews.com 2024 | All Rights Reserved
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
Sign in to your account

Lost your password?