DigIndonews.comDigIndonews.com
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Reading: IDX, BRIDS, dan IIX Perkuat Ekosistem Obligasi Tematik untuk Mengembangkan Potensi Pasar Senilai Rp7.800 Triliun
Share
Font ResizerAa
DigIndonews.comDigIndonews.com
Font ResizerAa
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Search
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
© Sayangi.com 2022 | All Rights Reserved
DigIndonews.com > Ekonomi > IDX, BRIDS, dan IIX Perkuat Ekosistem Obligasi Tematik untuk Mengembangkan Potensi Pasar Senilai Rp7.800 Triliun
Ekonomi

IDX, BRIDS, dan IIX Perkuat Ekosistem Obligasi Tematik untuk Mengembangkan Potensi Pasar Senilai Rp7.800 Triliun

vrtitimes Published Agustus 17, 2026
Share
SHARE

Digindonews.com – IDX, IIX, dan BRIDS menyelenggarakan Indonesia Thematic Bonds Roundtable untuk membahas peluang pengembangan obligasi tematik dalam mendukung perekonomian yang inklusif dan tangguh.

Dengan Orange Bond sebagai salah satu studi kasus utama, forum ini mempertemukan pelaku pasar untuk membahas peluang pasar, praktik terbaik, serta langkah konkret dalam memperluas pipeline obligasi tematik di Indonesia.

Indonesia memiliki salah satu pasar obligasi mata uang lokal terbesar di Asia Tenggara, dengan nilai outstanding mencapai sekitar Rp7.800 triliun (setara dengan USD480 miliar). Pemerintah Indonesia juga telah menunjukkan kepemimpinan global dalam pengembangan keuangan berkelanjutan, termasuk sebagai penerbit green sukuk terbesar di dunia, sebuah instrumen pembiayaan inovatif yang kini telah direplikasi oleh berbagai negara berkembang lainnya. Saat ini, surat utang negara mencakup lebih dari 90% pasar obligasi domestik, mencerminkan peran sentral obligasi pemerintah sekaligus menjadi fondasi yang kuat bagi pengembangan keuangan berkelanjutan di masa depan.

Di tengah kondisi tersebut, Indonesia mencatat tonggak baru dengan menjadi negara dengan komitmen penerbitan Orange Bond terbesar di dunia sekaligus negara pertama yang menerbitkan Orange Sukuk. Pencapaian ini justru didorong oleh sektor korporasi. Jika penerbitan obligasi tematik di Indonesia selama ini banyak ditopang oleh pemerintah, transaksi ini menandai semakin besarnya peran korporasi dalam mendorong keuangan berkelanjutan, sekaligus membuka potensi pertumbuhan pasar yang saling melengkapi. 

Sejalan dengan momentum tersebut, Indonesia juga menargetkan penghimpunan Orange Capital sebesar USD10 miliar pada tahun 2030, sebagaimana disepakati bersama Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Pendanaan ini ditujukan untuk memberdayakan 100 juta perempuan, anak perempuan, dan kelompok minoritas gender, khususnya dalam mendukung aksi iklim dan pembangunan berkelanjutan yang berperspektif gender.

Untuk memperkuat momentum tersebut, PT Bursa Efek Indonesia (IDX), Impact Investment Exchange (IIX), dan PT BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) menyelenggarakan Indonesia Thematic Bonds Roundtable bertajuk “Indonesia’s Trillion-Rupiah Opportunity: Advancing an Inclusive and Resilient Economy through Thematic Bonds” yang diselenggarakan di Main Hall Bursa Efek Indonesia.

Baca Juga  BRI KKB Expo 2026 Digelar di Malang, Hadirkan Promo Kendaraan dan Pembiayaan

Forum ini mempertemukan calon penerbit obligasi dan para pelaku pasar modal untuk membahas perkembangan pasar obligasi tematik di Indonesia, termasuk kerangka kerja sebelum dan sesudah penerbitan (pre- and post-issuance framework) yang diterapkan oleh para penerbit, dengan Orange Bond sebagai studi kasus utama. Selain itu, forum ini juga akan membagikan pembelajaran dan praktik terbaik dari berbagai penerbitan obligasi tematik, sekaligus merumuskan langkah-langkah konkret untuk memperluas pipeline transaksi obligasi berbasis dampak (impact-linked bonds) di Indonesia.

Listyorini Dian Pratiwi, Wakil Direktur Pengembangan Perusahaan Tercatat Bursa Efek Indonesia, mengatakan, “Momentum saat ini memberikan keyakinan kepada kami bahwa target perolehan dana dari penerbitan instrumen utang berkelanjutan sebesar lebih dari Rp200 triliun pada 2030, sebagaimana ditetapkan dalam Sustainable Finance Roadmap, dapat tercapai. Nilai perolehan dana dari instrumen utang berkelanjutan terus menunjukkan tren peningkatan dan sejak 2023 telah berkontribusi lebih dari 10% terhadap total nilai perolehan dana instrumen utang kami. Penerbitan Orange Bond dan Orange Sukuk oleh PNM tahun lalu yang menjadi terobosan baru juga menunjukkan adanya permintaan yang jelas dari pasar Indonesia terhadap peluang investasi yang berfokus pada gender. Seiring dengan terus bertumbuhnya basis investor di pasar kami, kami meyakini pasar Indonesia mampu menyerap lebih banyak penawaran instrumen utang berkelanjutan yang inovatif dengan skala lebih besar di masa mendatang.”

Prof. Shahnaz, CEO dan Founder Impact Investment Exchange (IIX), mengatakan, “Selama lebih dari dua dekade, IIX membangun infrastruktur pasar modal yang mampu menyalurkan investasi swasta untuk mendorong kesetaraan gender dan ketahanan terhadap perubahan iklim. Indonesia telah lama menjadi pasar prioritas bagi kami, mengingat besarnya pasar modal nasional serta ambisi Indonesia dalam mengembangkan keuangan berkelanjutan. Penerbitan perdana Orange Bond di Indonesia, yang didorong oleh sektor korporasi, membuktikan bahwa modal tematik dapat bergerak melampaui neraca pemerintah dan masuk ke arus utama pasar. Seiring Indonesia berupaya memobilisasi Orange Capital sebesar USD10 Miliar pada 2030, kami terus bekerja bersama para mitra ekosistem, termasuk BEI, BRIDS, serta para penerbit, investor, dan regulator yang membentuk pasar ini, untuk menjalankan misi kami membangun perekonomian yang inklusif dan tangguh melalui pasar modal yang memberikan manfaat bagi semua. Roundtable ini merupakan bentuk kolaborasi yang kami butuhkan untuk mewujudkannya.”

Baca Juga  BRI KK Plaza Kenari Mas Hadirkan Layanan Weekend Banking bagi Pengunjung, Pedagang, dan Nasabah Umum

Plt. Direktur Utama, Fifi Virgantria mengatakan, “Obligasi tematik membuka peluang besar untuk menghubungkan kebutuhan pendanaan korporasi dengan meningkatnya minat investor terhadap investasi berkelanjutan. Sebagai Joint Lead Underwriter (JLU) yang telah memimpin sejumlah penerbitan Orange Bond dan Orange Sukuk, termasuk untuk PNM dan FIF, BRIDS melihat langsung besarnya potensi pasar ini. Melalui kolaborasi dengan IDX dan IIX, kami berharap semakin banyak perusahaan yang memanfaatkan obligasi tematik sebagai alternatif pendanaan sekaligus mempercepat terbentuknya pipeline penerbit obligasi tematik di Indonesia.”

Rangkaian acara roundtable meliputi pemaparan utama dari Bursa Efek Indonesia, sesi pengenalan Orange Bond beserta peluang pasarnya oleh IIX, serta talk show mengenai penerbitan Orange Bond pertama di Indonesia yang menghadirkan BRI Danareksa Sekuritas, IIX, dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM). Acara akan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan networking.

Indonesia Thematic Bonds Roundtable diharapkan menjadi langkah awal untuk memperluas partisipasi sektor korporasi dalam pasar obligasi tematik sekaligus mendukung target nasional menghimpun Orange Capital sebesar USD10 miliar pada tahun 2030, sejalan dengan posisi Indonesia sebagai ekonomi terbesar dan salah satu pasar modal paling berkembang di Asia Tenggara.

Baca Juga  Kejutan di Awal Tahun, Onix Berkolaborasi dengan Yupi Luncurkan Parfum Edisi Terbatas

Untuk informasi lebih lanjut mengenai Orange Capital dan kerangka kerja Orange Bond, kunjungi https://orangemovement.global/

About BRI Danareksa Sekuritas

(www.bridanareksasekuritas.co.id)

PT BRI Danareksa Sekuritas didirikan pada tahun 1992, bergerak sebagai perantara perdagangan efek, penjamin emisi efek dan penasihat keuangan, yang merupakan entitas anak dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI atau Bank BRI) serta entitas asosiasi dari Holding BUMN Danareksa. Dengan pengalaman lebih dari 30 tahun sebagai one stop financial solution provider, perusahaan telah melayani nasabah baik individual maupun institusi; domestik maupun internasional; lembaga Pemerintah maupun swasta. BRI Danareksa Sekuritas memiliki pengalaman terbanyak dalam menangani  pasar modal, baik sebagai underwriter, broker dan financial advisor. Khusus untuk nasabah individu, perusahaan menyediakan digital multi-investment platform yang terintegrasi dan memudahkan nasabah dalam bertransaksi beragam produk pasar modal. 

Tentang Impact Investment Exchange (IIX)

IIX merupakan pelopor global dalam investasi berdampak dan keuangan berkelanjutan, mentransformasi pasar keuangan untuk mendorong inklusi, kesetaraan gender, dan aksi iklim melalui mobilisasi modal serta solusi berbasis data. Selama 17 tahun terakhir, IIX telah mengembangkan ekosistem investasi berkelanjutan melalui berbagai inisiatif, termasuk Impact Partners™, Women’s Livelihood Bond™ Series, program bantuan teknis, serta Research & Advisory. 

Beroperasi di lebih dari 60 negara, IIX telah membantu mobilisasi lebih dari USD 2 miliar modal swasta, memberikan dampak positif kepada 185 juta penerima manfaat langsung dan anggota rumah tangga, menghindari 1,9 juta metrik ton emisi CO₂, serta membangun salah satu kumpulan data terbesar di dunia mengenai UMKM berkelanjutan. Melalui platform digital seperti IIX Values™, IIX Intelligence™, dan Orange Movement™ global, IIX terus mendorong keuangan yang inklusif dan berketahanan iklim sekaligus mempercepat kemajuan menuju Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Marclan International Gelar Sales & Marketing Conference 2026 untuk Perkuat Kinerja Semester Kedua
Next Article BRI Finance Optimistis Momentum GIIAS 2026 Dorong Pertumbuhan Pembiayaan Kendaraan
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori

  • Daerah1,213
    • Agam14
    • Bukit Tinggi14
    • Limapuluh Kota428
    • Padang37
    • Payakumbuh267
    • Solok73
  • Ekonomi2,252
  • Headline408
  • Internasional82
  • Khazanah227
  • Lifestyle113
  • Nasional1,036
  • Olahraga80
  • Opini190
  • Pariwara Lipsus31
  • Politik270
  • Uncategorized295
  • Video15

Berita Lainnya

BRI Finance Optimistis Momentum GIIAS 2026 Dorong Pertumbuhan Pembiayaan Kendaraan
IDX, BRIDS, dan IIX Perkuat Ekosistem Obligasi Tematik untuk Mengembangkan Potensi Pasar Senilai Rp7.800 Triliun
Marclan International Gelar Sales & Marketing Conference 2026 untuk Perkuat Kinerja Semester Kedua
ERP Odoo Membantu Distributor Mengelola Multi Gudang Secara Terpusat

Berita Terkait

Ekonomi

Mugen 2026: Hadirkan Model Context Protocol (MCP), RevComm Ciptakan Inovasi Voice Analytics untuk Bisnis

Agustus 17, 2026
Ekonomi

Bukan Sekadar Menjawab Pelanggan: 5 Perubahan yang Dihadirkan Generative AI dalam Contact Center Modern

Agustus 17, 2026
Ekonomi

Mitra10 Resmikan Gerai Ke-61 di Bandung, Perluas Akses Solusi Home Improvement

Agustus 17, 2026
Ekonomi

Dari YIA ke Pusat Kota Yogyakarta, Kini Makin Mudah Naik KAI Bandara

Agustus 17, 2026
Show More
DigIndonews.comDigIndonews.com
Follow US
© DigIndonews.com 2024 | All Rights Reserved
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
Sign in to your account

Lost your password?