DigIndonews.comDigIndonews.com
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Reading: Gubernur Lemhannas RI: Kesadaran Geopolitik, Bukan Sekadar Milik Diplomat Saja
Share
Font ResizerAa
DigIndonews.comDigIndonews.com
Font ResizerAa
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Search
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
© Sayangi.com 2022 | All Rights Reserved
DigIndonews.com > Ekonomi > Gubernur Lemhannas RI: Kesadaran Geopolitik, Bukan Sekadar Milik Diplomat Saja
Ekonomi

Gubernur Lemhannas RI: Kesadaran Geopolitik, Bukan Sekadar Milik Diplomat Saja

vrtitimes Published Oktober 13, 2026
Share
SHARE

Digindonews.com – Kesadaran geopolitik bukan hanya milik diplomat atau pemimpin negara, tetapi kompetensi yang perlu dimiliki oleh setiap warga negara, terutama generasi muda. Pesan itu disampaikan oleh Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional Indonesia (Lemhannas RI), Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si., kepada para mahasiswa saat memberikan Kuliah Umum bertema “Membangun Kesadaran Geopolitik Generasi Muda: Memahami Dunia, Menentukan Posisi, Memberi Kontribusi” di Institut Teknologi Bandung (ITB), pada Rabu (7/10).

Dalam paparannya, Ace menjelaskan bahwa kesadaran geopolitik merupakan kemampuan untuk membaca, memahami, dan menanggapi dinamika kekuatan global secara kritis dan strategis. Kemampuan ini semakin penting karena persoalan dunia kini terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari. Karena itu, menurut Ace, kesadaran geopolitik tidak boleh dianggap sebagai urusan segelintir orang.

Sebagai contoh, ia menyebut gangguan di Selat Hormuz akibat konflik Iran-Israel yang membuat biaya logistik naik hingga 150—200 persen, serta longsor di tambang Grasberg, Papua, pada tahun 2025 yang mengurangi pasokan tembaga dunia. Dua peristiwa itu menunjukkan bahwa kejadian global berdampak pada Indonesia, sekaligus menegaskan bahwa Indonesia bukan hanya menjadi penerima dampak.

Baca Juga  Literasi Digital Diharapkan Menjadi Pendorong Pelaku UMKM Go Digital

Wujud sederhana dari kesadaran geopolitik adalah sikap kritis terhadap informasi. Ace mengajak mahasiswa untuk tidak berhenti pada membaca, tetapi juga menelusuri siapa yang membuat informasi tersebut dan apa kepentingannya. Caranya, dengan mengajukan lima pertanyaan: apa yang terjadi, mengapa terjadi, siapa yang berkepentingan, apa dampaknya bagi bangsa, dan apa yang bisa dilakukan. Dengan cara berpikir itu, generasi muda diharapkan berperan sebagai aktor, bukan sekadar sasaran informasi dan propaganda.

Agar kesadaran itu tumbuh, Ace menyampaikan lima kemampuan yang perlu dimiliki generasi muda menuju 2045, yaitu kesadaran strategis, berpikir kritis, kesadaran akan kepentingan nasional, kompetensi global, dan literasi digital.

Ace menegaskan bahwa kesadaran geopolitik tidak berhenti pada pengetahuan, tetapi juga perlu menjadi modal bagi ketahanan nasional. Upaya ini bukan hanya tugas mahasiswa, melainkan agenda bersama pemerintah, perguruan tinggi, generasi muda, ekosistem teknologi, masyarakat, dan organisasi kepemudaan. Karena itu, ia berharap ITB dapat mencetak generasi muda yang produktif, inovatif, serta menjadi pemimpin yang adaptif dan kompetitif. Menurutnya, kesadaran geopolitik inilah yang akan menentukan peran strategis Indonesia.

Baca Juga  India Sebut Kunjungan PM Modi ke Indonesia Tinggalkan Kesan Mendalam

Ace juga menyoroti generasi muda yang mencapai 66 juta jiwa pada usia 15—29 tahun menurut data BPS 2025. Jika tidak dipersiapkan dengan baik, kelompok ini dapat melahirkan kesenjangan keterampilan, polarisasi, serta kerentanan terhadap informasi dan ketergantungan pada teknologi, karena ke depan dan hari ini teknologi adalah kekuatan.

“Sekali lagi, teknologi adalah kekuatan. Indonesia perlu mencipta, mengembangkan, menguasai, dan mengamankan teknologi,” pesan Ace.

Menutup paparannya, Ace menegaskan bahwa geopolitik bukan sekadar tentang apa yang terjadi di dunia, melainkan tentang bagaimana perubahan dunia berdampak pada Indonesia. Karena itu, ia berharap generasi muda tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga menjadi aktor, sehingga kesadaran geopolitik berkembang menjadi kemampuan beradaptasi dan berujung pada kontribusi nyata bagi ketahanan nasional.

“Indonesia Emas 2045 bukan hanya tentang Indonesia yang akan kita tinggali, tetapi juga tentang Indonesia yang kita bentuk hari ini,” tutup Ace.

Baca Juga  Holding Perkebunan Nusantara Dorong Produk Bernilai Tinggi, Teh Malabar PTPN I Tembus Pasar Premium

Turut mendampingi Gubernur Lemhannas RI, yaitu Plt. Deputi Pengkajian Strategik Lemhannas RI, Mayor Jenderal TNI (Mar) Ipung Purwadi, M.M.; Tenaga Profesional Bidang Sumber Kekayaan Alam Lemhannas RI, Prof. Dr. Ir. Dadan Umar Daihani, D.E.A.; Tenaga Profesional Bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Lemhannas RI, Marsekal Muda TNI (Purn) Andi Heru Wahyudi; Inspektur Lemhannas RI, Brigadir Jenderal Polisi Udin Zainudin, S.I.K., M.H.; serta sejumlah pejabat struktural dan fungsional Lemhannas RI.

Hadir dalam kegiatan di Universitas Hasanuddin, antara lain Rektor ITB, Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T.; Wakil Rektor Bidang Komunikasi, Kemitraan, Kealumnian, dan Administrasi (WRKMAA), Dr. Andryanto Rikrik Kusmara, S.Sn., M.Sn.; serta jajaran pejabat ITB.

Kepala Biro Humas Settama Lemhannas RI

Brigadir Jenderal TNI Muhammad Arif Nur

About Lembaga Ketahanan Nasional
Biro Humas Lemhannas RI Jalan Medan Merdeka Selatan 10, Jakarta 10110 Telp. 021-3832108/09 http://www.lemhannas.go.id Instagram : @lemhannas_ri Facebook : lembagaketahanannasionalri Twitter : @LemhannasRI Youtube: Lemhannas RI.(***)
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Penjualan Online Belum Maksimal? Ini Strategi yang Bisa Dicoba UMKM
Next Article Raih Nilai Sempurna Atas Pengelolaan Anggaran, Polres Payakumbuh Terima Penghargaan Dari Dirjen Perbendaharaan
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori

  • Daerah1,296
    • Agam14
    • Bukit Tinggi14
    • Limapuluh Kota432
    • Padang38
    • Payakumbuh334
    • Solok76
  • Ekonomi2,762
  • Headline410
  • Internasional82
  • Khazanah227
  • Lifestyle113
  • Nasional1,077
  • Olahraga85
  • Opini195
  • Pariwara Lipsus34
  • Politik270
  • Uncategorized304
  • Video15

Berita Lainnya

Raih Nilai Sempurna Atas Pengelolaan Anggaran, Polres Payakumbuh Terima Penghargaan Dari Dirjen Perbendaharaan
Gubernur Lemhannas RI: Kesadaran Geopolitik, Bukan Sekadar Milik Diplomat Saja
Penjualan Online Belum Maksimal? Ini Strategi yang Bisa Dicoba UMKM
Besi Datang Tepat Waktu, Ini yang Disiapkan Sentral Besi Pratama Putra

Berita Terkait

Ekonomi

Anugerah Fervent Global Love of Lives Award dari Taiwan untuk Filantropis Indonesia

Oktober 13, 2026
Ekonomi

Tiga Catatan dari Hangzhou: Pendiri Sanct Social soal Dukungan Tiongkok untuk Startup, Pembagian Peran Antarkota, dan Malam Bulan Purnama yang Menggerakkan Satu Kota

Oktober 13, 2026
Ekonomi

Perkembangan Teknologi Mengubah Cara Bank Melayani Nasabah

Oktober 13, 2026
Ekonomi

Sucofindo Bersama Disperindag Jatim Perkuat Sinergi Pencegahan dan Penanggulangan Keadaan Darurat Bahan Kimia

Oktober 13, 2026
Show More
DigIndonews.comDigIndonews.com
Follow US
© DigIndonews.com 2024 | All Rights Reserved
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
Sign in to your account

Lost your password?