DigIndonews.comDigIndonews.com
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Reading: Bukan Sekadar Patuh Regulasi, Dunia Usaha Didorong Jadikan Perlindungan Anak Strategi Bisnis
Share
Font ResizerAa
DigIndonews.comDigIndonews.com
Font ResizerAa
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Search
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
© Sayangi.com 2022 | All Rights Reserved
DigIndonews.com > Ekonomi > Bukan Sekadar Patuh Regulasi, Dunia Usaha Didorong Jadikan Perlindungan Anak Strategi Bisnis
Ekonomi

Bukan Sekadar Patuh Regulasi, Dunia Usaha Didorong Jadikan Perlindungan Anak Strategi Bisnis

vrtitimes Published Juli 21, 2026
Share
SHARE

Digindonews.com – Perlindungan anak perlu ditempatkan sebagai bagian dari tata kelola dan strategi bisnis, bukan semata-mata kewajiban untuk memenuhi regulasi. Hal ini mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk ‘Road to Hari Anak Nasional 2026: Gerak Bersama Mewujudkan Ekosistem Bisnis yang Ramah Anak dan Bebas dari Eksploitasi’ yang mempertemukan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), UN Global Compact Network Indonesia (IGCN), BINUS Business School, dunia usaha, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya di BINUS @Senayan-Kampus FX, Jakarta, Selasa (14/7).

Diskusi menyoroti bahwa risiko pelanggaran hak anak dapat muncul di berbagai titik aktivitas bisnis, mulai dari pekerja anak dan rantai pasok hingga kebijakan ketenagakerjaan serta praktik bisnis yang belum mempertimbangkan perspektif perlindungan anak. Karena itu, diperlukan perubahan pendekatan agar perlindungan anak terintegrasi dalam proses bisnis, bukan hanya menjadi respons ketika pelanggaran terjadi.

Komisioner KPAI Ai Maryati Solihah mengatakan, hasil pengawasan masih menemukan ekosistem bisnis dan rantai pasok yang berpotensi bertentangan dengan prinsip perlindungan anak, termasuk keberadaan pekerja anak dan kebijakan yang belum memiliki perspektif perlindungan anak.

Baca Juga  Bank Rakyat Indonesia KCP Pasar Pagi Mangga Dua Layani Kebutuhan Nasabah Melalui Weekend Banking

“Pertemuan ini menjadi momentum yang kembali menguatkan. Kami tidak ingin perlindungan anak hanya menjadi urusan Komisi Perlindungan Anak dan dunia usaha. Kami juga ingin melibatkan dunia pendidikan karena universitas memiliki peran melalui riset, pengajaran, dan pengabdian kepada masyarakat untuk membangun iklim yang mendukung perlindungan anak,” ujar Ai.

Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak diperlukan untuk mendorong edukasi, kerja nyata, advokasi kebijakan, serta penguatan dukungan terhadap perlindungan anak, termasuk melalui kontribusi dunia usaha.

Ina A. Murwani, pengajar di BINUS Business School Master Program, menjelaskan bahwa dari perspektif akademik, BINUS Business School menempatkan pendidikan, riset, dan pengembangan masyarakat sebagai jalur penting untuk membangun kesadaran tentang perlindungan anak di dunia bisnis. Calon pemimpin dan wirausaha perlu memahami isu tersebut sebagai bagian dari etika bisnis dan keberlanjutan.

Pendekatan ini sejalan dengan semangat BINUS University, yaitu fostering and empowering the society in building and serving the nation. Melalui pembelajaran, penelitian, dan berbagai program pengembangan masyarakat, perguruan tinggi dapat berkontribusi dalam capacity building generasi yang kelak mengambil keputusan dan menjalankan aktivitas bisnis.

Baca Juga  46.128 Penumpang Gunakan KA di Daop Semarang saat Libur Imlek

Dalam konteks riset, BINUS menyoroti bahwa risiko pekerja anak kerap berada di bagian rantai pasok yang paling jauh, informal, dan sulit dilacak. Karena itu, perusahaan membutuhkan tata kelola yang mampu mengidentifikasi, mencegah, memitigasi, dan memulihkan potensi pelanggaran hak asasi manusia.

Perspektif dunia usaha dalam FGD ini turut disampaikan oleh Inra Gunawan, Legal Compliance and Human Resources Head RAPP (APRIL Group). Ia memaparkan bagaimana praktik bisnis dan tata kelola perusahaan dapat dikaitkan dengan upaya perlindungan serta pemenuhan hak anak. Kehadiran perspektif praktis dari dunia usaha menjadi penting untuk menunjukkan bagaimana prinsip perlindungan anak dapat diterjemahkan ke dalam kebijakan dan praktik operasional perusahaan, termasuk dalam konteks ketenagakerjaan dan rantai pasok.

Sementara itu, IGCN membawa perspektif global melalui prinsip Children’s Rights and Business Principles (CRBP). Senior Manager Member Relations and Communications IGCN, Evi Rostiani, mengatakan, tantangan perusahaan dalam menerapkan prinsip tersebut berbeda-beda, bergantung pada skala dan kompleksitas bisnis.

“Dengan adanya kolaborasi antar pihak, dampaknya akan lebih cepat dan lebih luas,” katanya.

Baca Juga  SUCOFINDO Perkuat Komitmen ESG lewat TOP CSR Awards 2026

Menurut Evi, praktik baik yang telah dilakukan oleh satu perusahaan dapat menjadi pembelajaran bagi pelaku usaha lainnya. “Apa yang sudah dijelaskan dan disampaikan oleh industri lain seperti APRIL Group dapat diduplikasi atau direplikasi oleh industri bisnis lainnya,” ujarnya.

FGD ini mendorong agar komitmen perlindungan anak ditindaklanjuti melalui pertukaran praktik baik, penguatan kapasitas, pengembangan riset, advokasi kebijakan, serta integrasi prinsip perlindungan anak dalam tata kelola dan rantai pasok perusahaan.

Bagi BINUS Business School, keterlibatan dalam kolaborasi ini merupakan bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam mendorong lahirnya pengetahuan, pemimpin, dan praktik bisnis yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan, tetapi juga berkontribusi pada terciptanya masyarakat yang lebih beretika, inklusif, dan melindungi hak anak.

Melalui gerak bersama antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya, perlindungan anak diharapkan menjadi bagian dari praktik bisnis yang bertanggung jawab dan berkelanjutan, sekaligus mendukung terwujudnya Indonesia yang ramah terhadap anak. ***

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES.

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Perkuat Logistik Jawa Timur, Kinerja Pelabuhan Gresik Tumbuh Positif di Semester I – 2026
Next Article Jasa Marga Jadi Mentor Pengelolaan Command Center dalam Marketing Center of Excellence Danantara Indonesia
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori

  • Daerah1,180
    • Agam14
    • Bukit Tinggi14
    • Limapuluh Kota428
    • Padang36
    • Payakumbuh240
    • Solok73
  • Ekonomi2,023
  • Headline408
  • Internasional82
  • Khazanah224
  • Lifestyle112
  • Nasional1,009
  • Olahraga79
  • Opini189
  • Pariwara Lipsus31
  • Politik264
  • Uncategorized293
  • Video15

Berita Lainnya

BRI Finance Catat Pertumbuhan Laba 174% pada Semester I 2026
Solid! Serikat Pekerja PAM JAYA Perkuat Sinergi, Dukung Target Air Perpipaan untuk Seluruh Jakarta
Di Balik Perjalanan Aman LRT Jabodebek, Ada Kesiapsiagaan Petugas yang Terus Dilatih
Holding Perkebunan Nusantara Dorong Hilirisasi Sawit, PalmCo Serap 6,8 Juta Bibit Bersertifikat

Berita Terkait

Ekonomi

KAI Bandara Edukasi 150 Pelajar SMAN 1 Lubuk Pakam, Perkenalkan Layanan Baru

Juli 21, 2026
Ekonomi

Elnusa Petrofin Tambah Armada dan Personel Percepat Pemulihan Distribusi BBM Medan

Juli 21, 2026
Ekonomi

Teknologi LiDAR Memangkas Waktu Survei dari Mingguan Menjadi Harian

Juli 21, 2026
Ekonomi

Elnusa Petrofin Perkuat Operasional Distribusi BBM di Sumatra Utara Pastikan Penyaluran BBM di Sumatra Utara Kembali Normal

Juli 21, 2026
Show More
DigIndonews.comDigIndonews.com
Follow US
© DigIndonews.com 2024 | All Rights Reserved
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
Sign in to your account

Lost your password?