DigIndonews.comDigIndonews.com
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Reading: Bitcoin Tembus US$64.000 di Tengah Ketegangan AS-Iran, Ini Risiko Harga Bitcoin
Share
Font ResizerAa
DigIndonews.comDigIndonews.com
Font ResizerAa
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Search
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
© Sayangi.com 2022 | All Rights Reserved
DigIndonews.com > Ekonomi > Bitcoin Tembus US$64.000 di Tengah Ketegangan AS-Iran, Ini Risiko Harga Bitcoin
Ekonomi

Bitcoin Tembus US$64.000 di Tengah Ketegangan AS-Iran, Ini Risiko Harga Bitcoin

vrtitimes Published Agustus 19, 2026
Share
SHARE

Bitcoin kembali menunjukkan penguatan setelah bergerak di sekitar level US$64.000. Pergerakan ini terjadi di tengah meningkatnya kembali ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran, yang turut mendorong investor mencermati aset-aset yang dianggap mampu menjadi pelindung ketika ketidakpastian pasar meningkat.

Pada perdagangan terbaru, Bitcoin sempat berada di sekitar US$63.600–US$64.000. Data pasar menunjukkan aset kripto terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar tersebut masih bergerak dalam rentang yang relatif terbatas setelah sebelumnya mengalami volatilitas akibat perkembangan konflik dan negosiasi AS-Iran. Barron’s mencatat Bitcoin naik sekitar 0,9% ke US$63.605, sementara investor masih mencermati perkembangan konflik AS-Iran dan arah kebijakan moneter Federal Reserve.

Ketegangan geopolitik menjadi salah satu faktor yang terus memengaruhi sentimen pasar global. Pada 18 Agustus 2026, berakhirnya gencatan senjata AS-Iran kembali meningkatkan kekhawatiran pasar. Reuters melaporkan harga minyak dan imbal hasil obligasi AS meningkat setelah berakhirnya gencatan senjata, sementara emas dan aset kripto masih mencatat kenaikan tipis. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa investor kembali bersiap menghadapi kemungkinan volatilitas yang lebih tinggi.

Bitcoin dan Emas Bergerak di Tengah Ketidakpastian

Menariknya, Bitcoin dan emas sama-sama mendapatkan perhatian ketika risiko geopolitik meningkat, meskipun karakter keduanya berbeda. Emas secara tradisional dipandang sebagai aset defensif atau safe haven ketika investor menghadapi ketidakpastian ekonomi dan geopolitik.

World Gold Council mencatat bahwa risiko geopolitik, terutama konflik AS-Iran, menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi kinerja emas sepanjang paruh pertama 2026. Harga emas bahkan sempat mencetak rekor US$5.405 per troy ounce pada Januari sebelum mengalami koreksi pada bulan-bulan berikutnya.

Baca Juga  BRI Branch Office Otista Ramaikan 'Hajatan Otista', Sinergi Pererat Silaturahmi dan Digitalisasi Layanan

Bitcoin, di sisi lain, masih menunjukkan karakter sebagai aset berisiko yang sangat sensitif terhadap perubahan sentimen investor. Pergerakannya dalam beberapa bulan terakhir memperlihatkan bahwa konflik geopolitik tidak selalu membuat Bitcoin naik. Ketika ketegangan meningkat dan investor mengurangi eksposur terhadap aset berisiko, Bitcoin justru dapat mengalami tekanan.

Pada Juli lalu, misalnya, Bitcoin sempat turun menuju US$62.000 setelah meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran memicu kekhawatiran terhadap energi dan kondisi ekonomi global. CoinDesk mencatat Bitcoin sebelumnya berada di sekitar US$64.385 sebelum turun ke US$62.037 dalam periode tersebut.

Risiko dari Posisi Derivatif

Selain faktor geopolitik, kondisi pasar derivatif juga menjadi perhatian. Funding rate merupakan biaya periodik yang dibayarkan antara posisi long dan short pada kontrak perpetual. Ketika funding rate berada di wilayah positif, pemegang posisi long umumnya membayar pemegang posisi short. Kondisi tersebut dapat menjadi indikasi bahwa sentimen bullish sedang mendominasi.

Data pasar pada Juli menunjukkan funding rate Bitcoin telah berada di wilayah positif sejak akhir Juni, sementara open interest futures juga meningkat. Benzinga melaporkan open interest futures Bitcoin naik dari sekitar US$44 miliar menjadi US$47,6 miliar pada pertengahan Juli.

Kenaikan open interest bersamaan dengan funding rate positif dapat menunjukkan meningkatnya aktivitas dan kecenderungan posisi long. Kondisi ini tidak otomatis berarti Bitcoin akan mengalami koreksi, tetapi menunjukkan bahwa sebagian pelaku pasar mengambil posisi dengan ekspektasi kenaikan harga. Apabila sentimen tiba-tiba berubah, posisi dengan leverage tinggi dapat meningkatkan risiko terjadinya likuidasi dan memperbesar pergerakan harga.

Baca Juga  Purana 17: Renjana Perca Sajikan Rangkaian Sorotan Kemarin

Karena itu, rebound Bitcoin di atas US$64.000 belum tentu menjadi sinyal bahwa tren naik telah kembali sepenuhnya. Investor masih perlu memperhatikan apakah Bitcoin mampu mempertahankan level tersebut dan menembus area resistance berikutnya dengan dukungan volume serta permintaan spot yang kuat.

Sebelumnya, Bitcoin juga beberapa kali gagal mempertahankan penguatan di atas US$64.000–US$65.000. CoinDesk mencatat Bitcoin sempat mencapai US$65.500 pada Juli sebelum kembali mengalami tekanan akibat profit taking dan meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.

Pantau Pergerakan Bitcoin, Saham AS, dan Emas Digital di Nanovest

Bagi investor Indonesia, perkembangan pasar global saat ini dapat menjadi momentum untuk memperluas wawasan mengenai berbagai kelas aset. Pergerakan Saham Amerika Serikat, Aset Kripto, dan Emas Digital saat ini dapat dipantau melalui aplikasi Nanovest.

Nanovest menyediakan akses bagi investor untuk mengeksplorasi berbagai aset dalam satu aplikasi. Bagi investor yang tertarik mulai berinvestasi di Saham AS maupun mengeksplorasi berbagai aset kripto, Nanovest dapat menjadi salah satu pilihan aplikasi investasi saham dan kripto di Indonesia.

Dari sisi regulasi, PT Tumbuh Bersama Nano (Nanovest) terdaftar dan diawasi oleh diterbitkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Nanovest telah diasuransikan dengan Asuransi Sinarmas, sebagai bagian dari perlindungan terhadap risiko cybercrime.

Baca Juga  BRI Finance Tebar Promo Menarik di Mini Expo Mobil Bekas Berkualitas Bersama OLXMobbi di Dumai

Bagi investor yang baru mulai, memahami risiko tetap menjadi langkah penting sebelum mengambil keputusan investasi. Pergerakan Bitcoin yang cepat menunjukkan bahwa peluang dan risiko selalu berjalan beriringan, terutama ketika pasar dipengaruhi faktor geopolitik, kebijakan suku bunga, serta penggunaan leverage.

Untuk memantau pergerakan Saham AS, Aset Kripto, dan Emas Digital, investor dapat menggunakan Nanovest. Informasi lebih lanjut tersedia melalui website resmi Nanovest. Aplikasi Nanovest juga tersedia melalui Play Store dan App Store.

Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan rekomendasi untuk membeli atau menjual aset tertentu. Investor perlu melakukan riset mandiri dan memahami risiko sebelum mengambil keputusan investasi.

Tentang NANOVEST

Nanovest (PT Tumbuh Bersama Nano) merupakan platform digital marketplace berbasis aplikasi yang mempermudah akses para pengguna untuk memperdagangkan aset digital baik dalam bentuk saham global, aset kripto, maupun emas digital. Kami memiliki tujuan untuk merevolusi cara anak muda dalam berinvestasi agar dapat mencapai kebebasan finansial. Nanovest secara resmi telah terdaftar dan berlisensi resmi sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Informasi lebih lanjut silahkan kunjungi web kami di www.nanovest.io.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Rekomendasi Motor Matic Harian, Pilihan Stylish dengan Fitur Modern Mulai Rp20 Jutaan
Next Article Pemko Payakumbuh Peringati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori

  • Daerah1,252
    • Agam14
    • Bukit Tinggi14
    • Limapuluh Kota431
    • Padang37
    • Payakumbuh296
    • Solok73
  • Ekonomi2,487
  • Headline409
  • Internasional82
  • Khazanah227
  • Lifestyle113
  • Nasional1,056
  • Olahraga81
  • Opini192
  • Pariwara Lipsus33
  • Politik270
  • Uncategorized298
  • Video15

Berita Lainnya

Pemko Payakumbuh Berupaya Mengurai Kemacetan Dan Menekan Resiko Kecelakaan Lalulintas
Wakil Wali Kota Elzadaswarman : Madrasah Mampu Membentuk Karakter Dan Moral
Wakil Wali Kota Elzadaswarman Pimpin Apel HAORNAS Ke- 43 Tahun 2026
Pemko Payakumbuh Optimalisasi Pemanfaatan Data dan Informasi Geospasial dalam Percepatan Pembangunan Daerah

Berita Terkait

Ekonomi

Tren Hybrid Training Makin Populer, Bohopanna Hadirkan Sportswear Dry-fit Lokal Pertama untuk Anak Indonesia

September 11, 2026
Ekonomi

Biaya Admin Shopee dan TikTok Shop Terus Naik di 2026, Pelaku UMKM Mulai Lirik Toko Online Sendiri

September 10, 2026
Ekonomi

Bitcoin Masuki Pekan Penentuan, Mampukah Kembali Tembus US$85.000?

September 10, 2026
Ekonomi

Rayakan “September Ceria”, HONOR Tawarkan Diskon Spesial untuk Tablet dan Smartphone Unggulan

September 10, 2026
Show More
DigIndonews.comDigIndonews.com
Follow US
© DigIndonews.com 2024 | All Rights Reserved
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
Sign in to your account

Lost your password?