Jakarta, 6 Juni 2026 – Analis kebijakan publik dan sosial-politik nasional, Nasky Putra Tandjung menyampaikan ucapan selamat atas amanah baru yang diberikan institusi kepolisian kepada Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy sebagai Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumatera Barat atau Sumbar.
Alumnus INDEF School Of Political Economy Jakarta itu menilai, penunjukan Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy sebagai Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumatera Barat oleh institusi Polri dibawah kepemimpinan Kapolri, Jenderal Pol. Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si merupakan keputusan yang tepat dan layak mengingat rekam jejak kinerja, dedikasi tinggi, dan berbagai prestasi yang telah ditorehkan Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy selama pengabdiannya di korps bhayangakara.
“Karena itu, Sebagai bagian dari elemen masyarakat sipil (civil society), Kami mengucapkan selamat atas amanah dan tanggungjawab baru yang diberikan kepada Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy sebagai Kapolda Sumbar. Ia menyebut, Berkaca pada rekam jejak, pengalaman, dedikasi dan berbagai prestasi yang dimiliki Akpol 1991 itu menjadi modal penting untuk memperkuat supremasi penegakan hukum yang berkeadilan, menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat, menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi agar sehat dan berkeadan, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri khususnya diwilayah Sumatera Barat,” ujar Nasky saat dihubungi awak media, di Jakarta, pada Minggu (5/7/2026).
Biografi singkat Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy
Djati Wiyoto Abadhy memiliki nama dan gelar lengkap Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy, S.I.K. lahir di Surakarta, Jawa Tengah, pada tanggal 3 Agustus 1969. Tahun ini, ia akan berusia 57 tahun.
Sebagai perwira tinggi, Irjen Djati memiliki rekam jejak panjang dan spesialisasi di bidang Intelijen Keamanan (Intelkam). Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1991 ini, pernah menjabat sebagai Wadirintelkam Polda Kalteng dan Dirintelkam Polda Riau. Kemudian, ia menjadi Dirintelkam Polda Jawa Tengah tahun 2020-2021.
Setelah itu, Djati dipercaya untuk menjabat sebagai Wakapolda Kalimantan Timur pada tahun 2024. Pada tahun yang sama, ia diangkat sebagai Wakapolda Metro Jaya selama satu tahun sejak 26 Juni 2024.
Berdasarkan rekam jejak kinerja dan pengalaman panjang mantan Kapolres Barito Selatan tersebut, Nasky Penulis buku “Polri Presisi: Visi, Kerja Nyata untuk Masyarakat” itu mengatakan, bahwa Sumatera Barat atau Sumbar merupakan salah satu provinsi dengan tingkat dinamika sosial, hukum, politik, ekonomi, dan masyarakatnya yang heterogen, sehingga membutuhkan kepemimpinan yang mampu menjawab berbagai tantangan dan dinamika keamanan dan ketertiban masyarakat secara humanis, profesional, serta responsibilitas, dan transparansi berkeadilan atau Presisi sebagai wujud wajah baru Polri di wilayah Sumbar dalam menjalankan tugas dan fungsi dalam melayani, melindungi, dan mengayomi masyarakat Sumbar.
Oleh sebab itu, Menurut Nasky, keberhasilan Mantan Wakapolda Metro Jaya tersebut dalam menjalankan berbagai tugas mulia dan dedikasinya sebelumnya menjadi optimisme dan semangat baru bahwa Polda Sumbar akan semakin kuat sebagai epicentrum penjaga keamanan dan ketertiban masyarakat dalam memberantas perilaku kejahatan, narkoba, judi online, mafia tambang, serta memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, akademisi, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, dan elemen mahasiswa. “Ini merupakan langkah strategis institusi Polri dalam merespons kompleksitas tantangan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), penegakan hukum, serta dinamika sosial, hukum, politik, dan ekonomi di wilayah Sumbar,” tegasnya.
Selain itu, Penunjukan Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy sebagai Kapolda Sumbar, lanjut Founder Nasky Milenial Center (NMC) menilai sangat tepat dan ideal. Hal itu didasarkan pada rekam jejak, integritas, kinerja, serta dedikasi tinggi kepada masyarakat, institusi kepolisian, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang telah teruji di berbagai penugasan strategis. “Karena itu, Pihaknya siap bersinergi serta mendukung penuh setiap program kerja Polda Sumbar dibawah kepemimpinan Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy yang berkomitmen berpihak pada sosial kemasyarakatan serta mendukung penuh upaya konsistensi Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat melalui sinergi yang objektif dan konstruktif,” jelasnya.
Oleh karena itu, Kami mengajak semua elemen masyarakat Sumbar agar mendukung penuh kepemimpinan Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy sebagai Kapolda Sumbar beserta jajarannya dalam menjalankan kinerja dan tuhasnya sesuai amanat aturan perundang-undangan yang berlaku. Dengan itu, Ikhtiar kinerja Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy sebagai Kapolda Baru akan semakin profesional, Presisi, serta mampu menghadirkan rasa aman dan keadilan bagi seluruh masyarakat Sumbar.
Karena, Menurutnya, publik kini semakin kritis terhadap setiap tindakan aparat di era keterbukaan informasi. Profesionalisme tugas Polri, kata Nasky, tidak dapat diwujudkan secara serta-merta, melainkan melalui upaya nyata yang diimplementasikan melalui program dan kebijakan. Nilai-nilai Tribrata dan Catur Prasetya menjadi pedoman hidup dan kerja anggota Polri.
“Jabatan tinggi menghadirkan ekspektasi yang lebih besar. Tantangan utama kepolisian tetap sama, yakni menghadirkan rasa keadilan, profesionalisme, serta penegakan hukum yang Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan,” pungkasnya.


