DigIndonews.comDigIndonews.com
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Reading: AI Kini Jadi Penentu Awal Pilihan Konsumen, Brand Berisiko Tersaring dari Persaingan
Share
Font ResizerAa
DigIndonews.comDigIndonews.com
Font ResizerAa
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Search
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
© Sayangi.com 2022 | All Rights Reserved
DigIndonews.com > Ekonomi > AI Kini Jadi Penentu Awal Pilihan Konsumen, Brand Berisiko Tersaring dari Persaingan
Ekonomi

AI Kini Jadi Penentu Awal Pilihan Konsumen, Brand Berisiko Tersaring dari Persaingan

vrtitimes Published Maret 8, 2026
Share
SHARE

Digindonews.com – AI kini berfungsi sebagai gerbang awal persaingan brand dengan menyaring dan merekomendasikan hanya beberapa nama yang dianggap paling kredibel. Dengan meningkatnya adopsi dan kepercayaan terhadap AI secara global, brand yang tidak membangun otoritas digital berisiko tersaring dari consideration set sejak tahap awal pengambilan keputusan konsumen.

Peran kecerdasan buatan (AI) dalam proses pengambilan keputusan konsumen kini berkembang jauh melampaui fungsi pencarian informasi. AI mulai berperan sebagai “penjaga gerbang” yang menentukan brand mana yang masuk dalam daftar pertimbangan awal sebelum konsumen melakukan evaluasi lebih lanjut.

Saat pengguna bertanya kepada sistem, seperti AI Overviews atau ChatGPT, mengenai rekomendasi produk, layanan, atau solusi tertentu, AI tidak menampilkan seluruh pemain di pasar. Sistem tersebut menyaring sejumlah brand yang dinilai paling relevan dan kredibel, lalu merangkumnya menjadi jawaban instan.

Perubahan ini terjadi di tengah meningkatnya adopsi dan kepercayaan terhadap AI secara global. Survei internasional yang melibatkan lebih dari 48.000 responden di 47 negara menunjukkan bahwa sekitar dua per tiga responden kini menggunakan AI secara rutin, dan 83% percaya bahwa AI akan memberikan manfaat dalam kehidupan mereka, termasuk dalam membantu pengambilan keputusan.

Baca Juga  Tanah Datar: Kaya Potensi, Tapi Derita Rakyat Masih Nyata

Di sisi korporasi, laporan global menunjukkan lebih dari 70% organisasi telah mengintegrasikan AI dalam berbagai fungsi bisnis, seperti pemasaran, analitik, dan pengambilan keputusan strategis. Artinya, AI tidak lagi menjadi eksperimen teknologi, melainkan telah menjadi infrastruktur kompetitif di berbagai industri.

Dalam konteks ini, AI tidak hanya memfasilitasi pencarian, tetapi membentuk persepsi awal konsumen terhadap brand. Jika sebuah brand tidak disebut dalam jawaban AI, maka ia berpotensi tidak dipertimbangkan sejak awal.

“Masalahnya bukan lagi soal ditemukan atau tidak. Masalahnya sekarang siapa yang masuk ke daftar pilihan awal yang disaring oleh AI. Kalau tidak masuk, brand praktis tidak ikut dipertimbangkan,” ujar Alexandro Wibowo, Co-Founder Avonetiq, sebuah Digital Authority Firm yang berfokus pada penguatan otoritas digital brand di era AI.

Baca Juga  NMN Kiwami Buatan Jepang Disetujui FDA, Amankan Stok Baru dan Perekrutan Agen

Menurut Alexandro, sistem AI bekerja dengan logika seleksi yang berbeda dari mesin pencari tradisional. AI mengumpulkan berbagai sumber informasi, mengevaluasi konsistensi narasi, reputasi digital, serta validasi eksternal, lalu merangkum brand yang dianggap paling layak direkomendasikan.

Penelitian McKinsey & Company tentang bagaimana kecerdasan buatan mampu mendorong produktivitas dan inovasi juga menunjukkan bahwa meskipun mayoritas perusahaan mulai merangkul penggunaan AI, hanya sebagian kecil yang benar-benar mampu mengekstraksi nilai strategis secara menyeluruh. Hal ini mengindikasikan adanya kesenjangan kompetitif antara brand yang sekadar menggunakan kecerdasan buatan dengan brand yang memahami cara membangun posisi dalam ekosistem AI.

Fenomena ini berpotensi menciptakan efek konsentrasi di berbagai industri. Akibatnya, hanya segelintir brand yang terus disebut dan diperkuat oleh sistem AI, sementara lainnya semakin jarang terlihat.

“AI sekarang berperan seperti asisten pribadi konsumen. Dan asisten ini tidak menampilkan semua opsi, hanya yang dianggap paling kredibel dan relevan. Kalau brand tidak membangun fondasi otoritas digitalnya, AI tidak punya alasan untuk menyebutnya,” jelas Alexandro.

Baca Juga  Maraknya Rokok Ilegal di Sumatera Barat, PPI Kecam dan Ancam Gelar Aksi di Kantor Bea Cukai Pusat

Perusahaan yang tidak menyesuaikan strategi visibilitasnya berisiko mengalami erosi daya saing secara perlahan. Bukan karena produknya tidak kompetitif, melainkan karena tidak masuk dalam radar sistem yang kini menjadi perantara utama antara brand dan konsumen.

Di era AI, persaingan tidak lagi dimulai ketika konsumen membuka website atau marketplace. Persaingan sudah dimulai pada tahap yang lebih awal, di algoritma yang menentukan siapa yang layak direkomendasikan.

About Avonetiq

Avonetiq adalah Digital Authority Firm yang berfokus pada penguatan otoritas brand di era kecerdasan buatan (AI). Avonetiq membantu brand tetap terlihat dan relevan ketika konsumen beralih dari mesin pencari ke answer engine, seperti Google Gemini, ChatGPT, dan lainnya. 

Melalui AI Visibility Optimization (AVO), Avonetiq membangun fondasi otoritas digital brand agar dapat dikenali, dipahami, dan dipercaya oleh sistem AI sebagai sumber jawaban yang kredibel. Info selengkapnya kunjungi www.avonetiq.com.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Ramadan Serenade di K Mall Penuh Hiburan dan Kebersamaan
Next Article Pilihan Kuliah Program Profesi Insinyur di Jakarta
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori

  • Daerah1,105
    • Agam14
    • Bukit Tinggi14
    • Limapuluh Kota425
    • Padang34
    • Payakumbuh180
    • Solok73
  • Ekonomi1,601
  • Headline408
  • Internasional82
  • Khazanah222
  • Lifestyle112
  • Nasional977
  • Olahraga79
  • Opini181
  • Pariwara Lipsus31
  • Politik261
  • Uncategorized287
  • Video15

Berita Lainnya

PT Vinindo Inti Pratama Dukung Panggung Gembira Santri Gontor
Aktivis HMI Benny Ario: Polri Harus Tetap Dipimpin dan Dikelola oleh SDM Kepolisian
Paparan Polusi pada Kulit Bayi: Mengapa Perlindungan Tambahan Itu Penting
Saptarius Pemred Jurnal Sumbar Dipercaya sebagai Ketua Lembaga Kerja Sama Bisnis dan Advokasi JMSI Sumbar

Berita Terkait

Ekonomi

Sempat Diragukan dan Dibully, Rendi Buktikan Diri Hingga Mewakili Bali di Ajang Nasional

Juni 6, 2026
Ekonomi

Telkom AI Connect Dorong Pemanfaatan AI dalam Desain Produk Digital

Juni 6, 2026
Ekonomi

BRI Life Gelar Pelepasan Tukik, Dukung Konservasi Penyu di Pantai Kuta Bali

Juni 6, 2026
Ekonomi

Squeeze Sundown Vol. 7: Bangun Koneksi dan Kolaborasi Kreatif F&B Tropis

Juni 6, 2026
Show More
DigIndonews.comDigIndonews.com
Follow US
© DigIndonews.com 2024 | All Rights Reserved
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
Sign in to your account

Lost your password?