DigIndonews.comDigIndonews.com
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Reading: Kominfo RI Gelar Webinar Dengan Tema “Pentingnya Pendidikan Karakter Pancasila bagi Generasi Muda”
Share
Font ResizerAa
DigIndonews.comDigIndonews.com
Font ResizerAa
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Search
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
© Sayangi.com 2022 | All Rights Reserved
DigIndonews.com > Nasional > Kominfo RI Gelar Webinar Dengan Tema “Pentingnya Pendidikan Karakter Pancasila bagi Generasi Muda”
Nasional

Kominfo RI Gelar Webinar Dengan Tema “Pentingnya Pendidikan Karakter Pancasila bagi Generasi Muda”

Redaksi Published Februari 8, 2024
Share
SHARE
Post Views: 209

Digindonews.com — Pentingnya Pendidikan Karakter Pancasila bagi Generasi Muda, Kementerian Kominfo RI Hadirkan Moh. Arwani Thomafi (Anggota Komisi 1 DPR RI), Dr. Irene Camelyn Sinaga (Direktur Pengkajian Implementasi Pembinaan Ideologi Pancasila BPIP), Dr. Drs. H. Murtono, M.Pd (Rektor Universitas Safin -PATI) dalam webinar yang digelar melalui platform digital Zoom meeting, Jumat, 02 Februari 2024.

Arwani menyampaikan Melalui pembelajaran nilai-nilai Pancasila, generasi muda dapat mengembangkan moralitas, rasa keadilan, toleransi, dan semangat kebersamaan yang esensial untuk membangun masyarakat yang berdaya dan harmonis. Bukan hanya itu Pendidikan karakter Pancasila pada generasi muda penting untuk membentuk dasar nilai moral, patriotisme, dan sikap positif dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Ini membantu memupuk rasa cinta tanah air, toleransi, dan semangat kebangsaan yang kuat.

Baca Juga  Bobby Adhityo Rizaldi Anggota Komisi I DPR RI Paparkan Materi Tentang Perlindungan Data Pribadi dalam Pelayanan Publik

Kemudian dilanjutkan oleh Irene Camely mengatakan bahwa Pancasila adalah dasar negara dan ideologi yang disusun oleh pendiri negara Indonesia pada tahun 1945 yang melalui rangkaian proses-proses dalam penyusunannya. Teknologi komunikasi dan informasi mengubah barang konvensional menjadi peran modern, perang merubah pola pikir peran pengaruh melalui ideologi politik ekonomi, sosial dan kebudayaan titik tanpa disadari infiltrasinya sasarannya budaya, moral, etika, ideologi, karakter, lingkungan, politik, ketahanan ekonomi pertahanan dan keamanan. Dan pada zaman sekarang ini kita perlu tambahan uang untuk konseling ke psikolog atau obat psikiater.

Adapun profil manusia yang Pancasila diantaranya religius dan bertakwa kepada Tuhan yang maha esa, memiliki jiwa kebangsaan dan cinta tanah air memiliki rasa kemanusiaan dan menghargai kehidupan, berkepribadian dan kebudayaan Indonesia berjiwa gotong royong memiliki istri tualitas dan dorongan untuk selalu bersikap adil, memiliki jiwa pelopor budaya cipta dan sikap mandiri, menghargai keberagaman suku agama dan kebudayaan bangsa sebagai fitrah dan kenyataan dalam kehidupan, menghormati dan menaati hukum dan peraturan perundang-undangan dan menjunjung semangat musyawarah untuk mencapai mufakat.

Baca Juga  HIMALO Gelar Kampanye Wisata NTB di Bundaran HI

Senada dengannya Dr. Drs. H. Murtono juga menyampaikan pengalamannya di perguruan tinggi Safin, perguruan tinggi terdapat pendidikan anti korupsi dengan harapan jika mahasiswa nantinya lulus ketika diberi amanah oleh masyarakat menjadi pejabat maka menjadi pejabat yang baik dan amanah serta mengabdi kepada bangsa dan negara. Di perguruan tinggi juga terdapat pendidikan anti kekerasan seksual kemudian Bagaimana berkomunikasi antara mahasiswa dengan dosen dan cara komunikasi antar mahasiswa itu sendiri. Para dosen juga memantau media sosial dari para mahasiswa jika terdapat postingan-postingan yang kurang pantas maka akan segera diinformasikan untuk di take down dari media sosial namun jika dilanggar akan ada hukuman atau sanksi dari pihak universitas. Kita harus punya cara tersendiri untuk mengantisipasi generasi muda dengan kemajuan teknologi.

Baca Juga  KPU Gelar Sosialisasi dan Pendidikan di Wilayah Tertinggal, Terdepan dan Terluar (3T) se-Indonesia

Terdapat tiga strategi untuk mengantisipasi melencengnya generasi muda di era perkembangan teknologi saat ini diantaranya penataan regulasi setingkat dengan pendidikan karakter, yang kedua pendidikan anak-anak di sekolah dasar dan tingkat menengah, dan yang ketiga di perguruan tinggi generasi muda mengaplikasikan nya di masyarakat. ***

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Webinar Forum Diskusi Publik yang Diselenggarakan Kominfo RI, Kali Ini Bincang Soal Bela Negara
Next Article Anggota DPR RI Prof. Dr. H. Sjarifuddin Hasan, Bicara Soal Membangun Produktifitas dan Daya Saing Tenaga Kerja Indonesia
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori

  • Daerah953
    • Agam14
    • Bukit Tinggi14
    • Limapuluh Kota410
    • Padang34
    • Payakumbuh58
    • Solok73
  • Ekonomi1,046
  • Headline406
  • Internasional81
  • Khazanah208
  • Lifestyle112
  • Nasional933
  • Olahraga79
  • Opini177
  • Pariwara Lipsus30
  • Politik259
  • Uncategorized267
  • Video15

Berita Lainnya

Integrasi Data Nasional Jadi Fondasi Keberhasilan Digitalisasi Perlindungan Sosial
KAI Bandara Fasilitasi Penumpang Berbuka Puasa di Stasiun dan Dalam Kereta
Krakatau Steel Gelar “Simfoni Ramadhan” Pererat Sinergi Lintas Sektoral Di Banten
KAI Daop 2 Bandung Ajak Masyarakat Manfaatkan Diskon 30% KA Ekonomi Komersial Angkutan Lebaran 2026, Tiket Masih Banyak Tersedia

Berita Terkait

Nasional

Peran Akademisi Dinilai Krusial dalam Mendorong Inovasi dan Transisi Energi Nasional

Maret 2, 2026
Nasional

Komitmen Polri sebagai Mitra dan Sahabat Masyarakat Harus Terimplementasi Nyata

Februari 27, 2026
Nasional

PB HMI desak Kementerian ESDM evaluasi IUP yang beroperasi di Aceh Selatan

Februari 26, 2026
Oleh: Abdul Halim Wijaya Siregar, Analis Kebijakan dan juga Mahasiswa Pascasarjana Ilmu Kesejahteraan Sosial, Universitas Indonesia
HeadlineNasional

Kontroversi Anggaran MBG: Analis Kebijakan Sebut Ada Kesenjangan antara Narasi Publik dan Realitas Sosial.

Februari 26, 2026
Show More
DigIndonews.comDigIndonews.com
Follow US
© DigIndonews.com 2024 | All Rights Reserved
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
Sign in to your account

Lost your password?