DigIndonews.comDigIndonews.com
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Reading: MENCARI TUHAN YANG HILANG
Share
Font ResizerAa
DigIndonews.comDigIndonews.com
Font ResizerAa
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Search
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
© Sayangi.com 2022 | All Rights Reserved
DigIndonews.com > Khazanah > MENCARI TUHAN YANG HILANG
Khazanah

MENCARI TUHAN YANG HILANG

Agus Salim Published September 24, 2023
Share
SHARE

Khazanah

 

 

Oleh : Syaiful Anwar

 

 

Hidup tidak selalu mulus. Ada segelintir manusia yang awalnya baik, namun di pertengahan dan di akhir hayatnya buruk. Ada juga di awal buruk, namun di tengah dan di akhir baik. Ada pula yang di awal baik, namun di tengah buruk, tapi di akhir hayatnya baik dan cemerlang.

 

Ustadz Yusuf Mansur yang dikenal sekarang menurut saya adalah sosok yang di awal baik, di tengahnya buruk, namun di akhir hayatnya baik dan cemerlang, Insya Allah. Perjalanan hidupnya patut menjadi cermin dan teladan bagi kita.

 

Tahukah Anda, Yusuf Mansur yang lahir dari pasangan Abdurrahman Mimbar dan Humrif‘ah itu mengalami kepedihan, sengsara, dan jatuh dalam lumpur kehinaan? Karena bisnisnya yang bangkrut membuatnya terlilit utang miliaran rupiah, hingga mengantarkan dirinya ke dalam hotel prodeo (baca: penjara) selama dua bulan. Lepas bebas Yusuf kembali mencoba berbisnis kembali, tapi kembali gagal dan terlilit utang kembali. Cara hidup yang keliru membawa Ustad Yusuf kembali masuk bui pada 1998.

Baca Juga  PENDERITAAN MEMBUKA PINTU KEBERKAHAN

 

Di penjara yang kedua Yusuf mendekam di bui selama 14 hari. Hari-hari Yusuf terasa berat di dalam penjara. Satu hari di dalam penjara, Ustadz Yusuf merasakan rasa lapar yang amat sangat. Maklum seharian belum makan, jatah makanan tidak ada. Di dekat tempat duduknya, Ustadz Yusuf melihat sepotong roti. Ketika roti akan masuk ke mulutnya, ia melihat segerombolan semut yang tengah mencari makan. Entah apa yang ia pikirkan saat itu. Namun, dibalik kegamangan pikirannya, ia pun membagi roti itu menjadi dua bagian, untuk semut-semut dan untuk ia sendiri sambil berharap mereka akan mendoakannya agar segera mendapatkan makanan. Ajaib! Lima menit setelah itu ia dapat nasi bungkus Padang. Petunjuk itu yang membuat hidup Ustadz Yusuf berubah.

Baca Juga  Berani dan Respon Cepat Aduan Warga Soal DWP, Ketum PPI: Kapolda Metro Jaya Layak Dapat Award dari Kapolri

 

Dari perubahan itulah, Ustadz Yusuf Mansur menemukan konsep Keajaiban Sedekah‘, dan dari pengalamannya dipenjara untuk mengobati kekecewaan keluarga atas sikapnya dan sebagai wujud pertaubatan dirinya, ia menulis sebuah karya yang menggugah hati berjudul Mencari Tuhan yang Hilang.

 

Andaikata seorang Yusuf Mansur tidak dipenjara dan mengalami penderitaan, kesengsaraan dan kehinaan, barangkali Mencari Tuhan yang Hilang yang sudah mencapai best seller tidak akan lahir dan diambil manfaatnya oleh semua orang.

 

Saya sudah sering mendengar ceramah tentang sedekah yang disampaikan oleh para muballigh dan membaca buku tentang pertaubatan diri, saya tidak begitu tersentuh, namun ketika mendengar ceramah Ustadz Yusuf Mansur dan membaca bukunya ada sesuatu yang lain yang saya rasakan dalam jiwa: berkobar dan penuh semangat untuk memberpaiki diri.

Baca Juga  Jemari Gen Z Harus Taat Hukum: Dialog Literasi GMNI Sijunjung

Simaklah dan renungkan rintihan Ustadz Yusuf Mansur dalam salah satu tulisannya yang amat menggugah hati….

Dia tidak hilang

dan tidak menghilang Dia selalu menunggu

selalu mengulurkan tanganNya

hati yang kotor inilah yang menghalangi melihat-Nya

 

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article AYAT-AYAT CINTA
Next Article INDIKATOR MONETER
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori

  • Daerah981
    • Agam14
    • Bukit Tinggi14
    • Limapuluh Kota413
    • Padang34
    • Payakumbuh81
    • Solok73
  • Ekonomi1,166
  • Headline406
  • Internasional82
  • Khazanah210
  • Lifestyle112
  • Nasional945
  • Olahraga79
  • Opini178
  • Pariwara Lipsus30
  • Politik260
  • Uncategorized274
  • Video15

Berita Lainnya

Akselerasi Digitalisasi, BRI KC Otista Gelar Program “Racing BRImo” bagi Pegawai BKN
Sinergi Kebaikan: BRI Jakarta Kalimalang dan Agen BRILink Toko Danu Bagikan Sembako untuk Warga Duren Sawit
Humanis di Dini Hari, Sahur On The Road Polres Sijunjung Bikin Haru dan Viral di Tengah Ramadhan
Wujudkan Kepedulian di Bulan Suci, BRI KC Jakarta Otista Salurkan Bingkisan untuk Anak Yatim melalui Kelurahan Bidara Cina

Berita Terkait

Hattrick Prestasi Pelayanan Inovatif, Kapolres Sijunjung AKBP Willian Harbensyah Kembali Terima Penghargaan Juara 1 Kapolda Sumbar
Khazanah

Hattrick Prestasi Pelayanan Inovatif, Kapolres Sijunjung AKBP Willian Harbensyah Kembali Terima Penghargaan Juara 1 Kapolda Sumbar

Maret 5, 2026
Ormas, OKP, Mahasiswa dan Insan Pers Berbuka Bersama Polres Sijunjung
Khazanah

Ramadan Penuh Makna, Polres Sijunjung Satukan Ormas, OKP, Mahasiswa dan Insan Pers dalam Spirit Kebersamaan

Februari 27, 2026
Khazanah

Ketum Muslimat NU yang Juga Menteri PPPA Hadir di HUT ke-77 Sijunjung, Disambut Haru Keluarga Besar NU

Februari 18, 2026
Polres Sijunjung Raih Juara II Lomba Penyelenggaraan Jenazah Antar Bhabinkamtibmas Sejajaran Polda Sumbar
Khazanah

Polres Sijunjung Raih Juara II Lomba Penyelenggaraan Jenazah Antar Bhabinkamtibmas Sejajaran Polda Sumbar

Februari 15, 2026
Show More
DigIndonews.comDigIndonews.com
Follow US
© DigIndonews.com 2024 | All Rights Reserved
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
Sign in to your account

Lost your password?