Digindonews.com — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai tidak hanya menjadi upaya meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga mampu menjadi stimulus ekonomi rakyat sekaligus memperkuat kedaulatan nasional menuju Indonesia Emas 2045. Hal tersebut mengemuka dalam Webinar bertajuk “Makan Gizi Gratis: Stimulus Ekonomi Rakyat dan Kedaulatan Nasional” yang digelar pada Senin (3/8/2026).
Anggota Komisi I DPR RI, Dr. H. Jefry Romdonny, S.E., S.Sos., M.Si., M.M., mengatakan bahwa pembangunan bangsa tidak cukup hanya mengandalkan pertumbuhan ekonomi maupun pembangunan infrastruktur. Menurutnya, kualitas sumber daya manusia yang sehat, produktif, dan sejahtera merupakan fondasi utama dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Ia menjelaskan, Program MBG menjadi salah satu kebijakan strategis pemerintah karena mampu menghadirkan manfaat di berbagai sektor secara bersamaan, mulai dari peningkatan gizi masyarakat, penguatan pendidikan, hingga pemberdayaan ekonomi.
“Program ini tidak hanya menghasilkan generasi yang lebih sehat, tetapi juga membuka lapangan kerja baru melalui operasional dapur penyedia makanan bergizi serta menciptakan peluang usaha dalam rantai pasok pangan,” jelasnya.
Menurut Jefry, pelaksanaan MBG juga mampu mengurangi beban pengeluaran rumah tangga karena keluarga tidak lagi menanggung seluruh biaya makan siang anak setiap hari. Penghematan tersebut dapat dialihkan untuk kebutuhan pendidikan, tabungan, maupun kebutuhan produktif lainnya.
Selain itu, kebutuhan bahan pangan yang terus meningkat turut memberikan kepastian pasar bagi petani, peternak, nelayan, koperasi, dan pelaku UMKM sehingga mendorong perputaran ekonomi di daerah.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa keberhasilan program memerlukan tata kelola yang baik. Setiap kendala yang muncul harus diselesaikan melalui perbaikan sistem, mekanisme pelaksanaan, dan pengawasan tanpa menghentikan program yang telah memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
“Keberhasilan Program MBG bukan hanya diukur dari jumlah makanan yang dibagikan, tetapi dari meningkatnya kualitas gizi anak, tumbuhnya ekonomi lokal, terciptanya lapangan kerja, dan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap penggunaan anggaran negara,” tutupnya.***


