DigIndonews.comDigIndonews.com
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Reading: MUNAS BEM SI Kerakyatan Diwarnai Dugaan Kekerasan, Sejumlah Mahasiswa Sebut Koordinator Pusat Terlibat Pemukulan
Share
Font ResizerAa
DigIndonews.comDigIndonews.com
Font ResizerAa
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Search
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
© Sayangi.com 2022 | All Rights Reserved
DigIndonews.com > Nasional > MUNAS BEM SI Kerakyatan Diwarnai Dugaan Kekerasan, Sejumlah Mahasiswa Sebut Koordinator Pusat Terlibat Pemukulan
Nasional

MUNAS BEM SI Kerakyatan Diwarnai Dugaan Kekerasan, Sejumlah Mahasiswa Sebut Koordinator Pusat Terlibat Pemukulan

Astriani Published Juli 29, 2026
Share
Ket: kekerasan fisik yang melibatkan sejumlah peserta forum
SHARE

Jambi, 29 Juli 2026 – Pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) BEM SI Kerakyatan yang diharapkan menjadi ruang konsolidasi gerakan mahasiswa justru diwarnai insiden dugaan kekerasan fisik yang melibatkan sejumlah peserta forum. Peristiwa tersebut memicu keprihatinan karena dinilai mencederai semangat demokrasi, musyawarah, dan nilai-nilai intelektualitas yang selama ini menjadi fondasi gerakan kemahasiswaan.

 

Aliansi mahasiswa pada dasarnya dibangun atas prinsip kesetaraan, kolektivitas, dan kebebasan menyampaikan pendapat. Perbedaan pandangan seharusnya diselesaikan melalui dialog dan argumentasi, bukan melalui tindakan yang mengarah pada kekerasan. Insiden yang terjadi dalam rangkaian Munas BEM SI Kerakyatan ini dinilai telah menimbulkan pertanyaan serius mengenai komitmen seluruh pihak dalam menjaga etika organisasi mahasiswa.

 

Berdasarkan kronologi yang disampaikan oleh peserta yang berada di lokasi, insiden bermula pada Selasa, 29 Juli 2026, sekitar pukul 14.30 WIB, ketika berlangsung forum nonformal koordinasi BSJB yang dihadiri delapan perguruan tinggi. Pada tahap awal, forum berlangsung tertib dan kondusif dengan agenda diskusi internal.

 

Sekitar pukul 15.45 WIB, menurut kronologi tersebut, dua orang yang disebut berada di luar kepengurusan kelembagaan memasuki ruangan forum. Kehadiran keduanya disebut mengganggu jalannya diskusi yang sedang berlangsung. Situasi mulai memanas setelah salah satu dari mereka menyampaikan pernyataan, “Kalau akhirnya tidak suka dengan salah satu pihak, gentleman saja, blak-blakan.”

Baca Juga  Tingkatkan Partisipasi Pemilih Muda, KPU RI Sosialisasi ke Tempat-tempat Pendidikan

 

Ucapan tersebut memicu perdebatan di dalam forum. Meski suasana menjadi tegang, saat itu disebut belum terjadi kontak fisik antarpeserta. Dua orang yang disebut memasuki forum tersebut diidentifikasi dalam kronologi sebagai Fadly dan Raul.

 

Tidak lama kemudian, keduanya keluar dari ruangan. Sesaat setelah itu, salah satu di antaranya kembali masuk dan mempertanyakan keberadaan beberapa peserta dengan menyebut nama “Paramadina”, “Adjie”, dan “Carlo”, yang merupakan perwakilan dari delapan kampus peserta forum.

 

Menanggapi hal tersebut, Carlo, Adjie, dan seorang peserta lainnya keluar dari ruangan. Sekitar pukul 16.30 WIB, di depan kamar tempat forum berlangsung, mereka melihat sekitar sepuluh orang telah berkumpul bersama Ikram yang disebut menjabat sebagai Koordinator Pusat BEM SI Kerakyatan.

Baca Juga  Kemkominfo Bersama DPR RI Kembali Gelar Forum Digitalk

 

Menurut kronologi tersebut, adu argumentasi kemudian terjadi antara kelompok tersebut dengan Carlo. Perdebatan itu diduga berujung pada tindakan pemukulan terhadap Carlo yang disebut dilakukan oleh Ikram. Dalam insiden yang sama, Adjie juga disebut menjadi korban kekerasan berupa pemukulan dan tendangan yang mengenai bagian kelaminnya.

 

Situasi semakin tidak kondusif ketika Ican berupaya melerai pertikaian. Namun, berdasarkan keterangan yang disampaikan, saat proses peleraian berlangsung diduga terjadi kembali tindakan kekerasan terhadap Carlo yang disebut dilakukan oleh Hayat.

 

Melihat situasi semakin memanas, sejumlah mahasiswa dari Universitas Pakuan berupaya melerai dan menghentikan pertikaian. Namun adu argumen kembali terjadi antara Ikram dan Ican yang, menurut kronologi tersebut, kembali berujung pada dugaan pemukulan terhadap Ican.

 

Setelah kejadian tersebut, Carlo dan Adjie segera diamankan oleh rekan-rekan mahasiswa guna menghindari eskalasi lebih lanjut. Sejumlah peserta lainnya, yakni David, Suaib, Rapoy, dan Rizky, disebut turut membantu proses peleraian hingga situasi berangsur kondusif.

Baca Juga  Irwan Sampaikan Materi Webinar Tentang Internet Sehat dan Cerdas

 

Seluruh peserta BSJB kemudian dikumpulkan dalam satu ruangan untuk melakukan evaluasi terhadap insiden yang terjadi. Saat dilakukan pemeriksaan terhadap kondisi korban, Carlo dilaporkan mengalami luka pada bagian belakang telinga yang mengeluarkan darah akibat dugaan pemukulan tersebut.

 

Setelah situasi dinilai terkendali, mahasiswa dari Universitas Pakuan dan Universitas Paramadina memutuskan kembali menuju bandara.

 

Peristiwa ini menjadi sorotan karena terjadi dalam forum yang semestinya menjadi ruang demokratis bagi mahasiswa untuk bertukar gagasan dan membangun konsolidasi gerakan. Hingga rilis ini disusun, kronologi tersebut merupakan versi yang disampaikan oleh pihak peserta forum. Belum terdapat keterangan resmi maupun tanggapan dari pihak-pihak yang disebut dalam kronologi terkait dugaan kekerasan tersebut.

 

Apabila dugaan tersebut benar, berbagai pihak berharap persoalan ini dapat diselesaikan secara terbuka, objektif, dan sesuai mekanisme hukum maupun mekanisme organisasi, sehingga tidak mencederai marwah gerakan mahasiswa sebagai kekuatan moral yang menjunjung tinggi dialog, etika, dan penyelesaian konflik secara damai.

TAGGED:BEMPemukulan
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Cara Mencairkan Pinjaman di neobank dari Bank Neo Commerce
Next Article PPEI Tegaskan Komitmen Kawal Pengembangan Panas Bumi yang Berkeadilan pada Momentum 100 Tahun Panas Bumi Indonesia
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori

  • Daerah1,185
    • Agam14
    • Bukit Tinggi14
    • Limapuluh Kota428
    • Padang37
    • Payakumbuh244
    • Solok73
  • Ekonomi2,091
  • Headline408
  • Internasional82
  • Khazanah226
  • Lifestyle112
  • Nasional1,018
  • Olahraga79
  • Opini190
  • Pariwara Lipsus31
  • Politik267
  • Uncategorized293
  • Video15

Berita Lainnya

PPEI Tegaskan Komitmen Kawal Pengembangan Panas Bumi yang Berkeadilan pada Momentum 100 Tahun Panas Bumi Indonesia
MUNAS BEM SI Kerakyatan Diwarnai Dugaan Kekerasan, Sejumlah Mahasiswa Sebut Koordinator Pusat Terlibat Pemukulan
Cara Mencairkan Pinjaman di neobank dari Bank Neo Commerce
Marianna Resort Hadirkan The Lawn, Perkuat Potensi Danau Toba sebagai Destinasi MICE dan Acara Outdoor

Berita Terkait

Nasional

Gelar Diskusi Publik, AMP Satukan Visi Tokoh Perantau Demi Kemajuan Padang Lawas

Juli 29, 2026
Nasional

LPPBI: Langkah Tegas Kapolda Sumbar Selaras dengan Polri Presisi dan Nilai Adat Minangkabau

Juli 26, 2026
Nasional

Integrasi Gizi dan Pendidikan Jadi Investasi Strategis Bangun SDM Unggul

Juli 23, 2026
Nasional

Gizi dan Literasi Jadi Kunci Membangun Ketahanan Mental Generasi Indonesia Emas 2045

Juli 23, 2026
Show More
DigIndonews.comDigIndonews.com
Follow US
© DigIndonews.com 2024 | All Rights Reserved
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
Sign in to your account

Lost your password?