DigIndonews.comDigIndonews.com
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Reading: Investasi Bauksit Naik 193%, Jadi Penopang Realisasi Investasi Kuartal II 2026
Share
Font ResizerAa
DigIndonews.comDigIndonews.com
Font ResizerAa
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Search
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
© Sayangi.com 2022 | All Rights Reserved
DigIndonews.com > Ekonomi > Investasi Bauksit Naik 193%, Jadi Penopang Realisasi Investasi Kuartal II 2026
Ekonomi

Investasi Bauksit Naik 193%, Jadi Penopang Realisasi Investasi Kuartal II 2026

vrtitimes Published Juli 23, 2026
Share
SHARE

Digindonews.com – Investasi hilirisasi bauksit menjadi motor utama pertumbuhan investasi nasional pada triwulan II 2026. Realisasi investasi sektor ini mencapai Rp40,1 triliun, melonjak 193 persen dibandingkan triwulan I 2026 yang sebesar Rp13,7 triliun.

Lonjakan tersebut membuat bauksit untuk pertama kalinya menjadi komoditas dengan realisasi investasi hilirisasi terbesar di Indonesia, menggeser nikel yang selama ini mendominasi investasi sektor pengolahan mineral.

Peningkatan investasi itu didorong percepatan pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter) bauksit di dalam negeri. Kondisi tersebut menunjukkan arah hilirisasi nasional mulai berkembang lebih merata dan tidak lagi hanya bergantung pada industri nikel.

Salah satu proyek strategis yang menopang perkembangan tersebut adalah pembangunan Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) Fase I di Mempawah, Kalimantan Barat, yang dikembangkan Grup MIND ID melalui PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) bersama PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM).

Fasilitas tersebut memiliki kapasitas produksi 1 juta ton alumina per tahun dengan kebutuhan bahan baku sekitar 3,3 juta ton bauksit setiap tahun. Keberadaan SGAR menjadi tonggak penting penguatan rantai pasok industri aluminium nasional, mulai dari pertambangan bauksit hingga pengolahan menjadi alumina.

Baca Juga  Hisense Kenalkan TV Flagship 116inci RGB MiniLED UXQ dan Laser Cinema L9Q di ASEAN Partner Conference 2026

Anggota Komisi XII DPR RI Eddy Soeparno menyambut positif peningkatan investasi hilirisasi bauksit tersebut. Menurutnya, selama ini sektor bauksit memang masih tertinggal dibandingkan nikel karena investor lebih banyak mengarahkan modalnya ke industri pengolahan nikel.

“Kami menyambut gembira capaian investasi di sektor hilirisasi bauksit melalui peningkatan tajam investasi smelter. Jika dilihat dari perkembangannya di masa lalu, kita memang menunggu lebih banyak lagi investasi di sektor smelter bauksit karena cenderung tertinggal dibandingkan investasi di sektor nikel,” ujar Eddy.

Ia berharap pembangunan smelter tidak berhenti pada tahap pengolahan awal, tetapi berlanjut hingga pengembangan industri hilir agar Indonesia memperoleh nilai tambah yang lebih besar.

“Oleh karena itu, kami berharap investasi smelter bauksit juga diikuti oleh pengembangan industri hilir dari bauksit lebih lanjut, agar negara dapat memaksimalkan nilai tambah dari produk hilir bauksit,” katanya.

Anggota Komisi XII DPR RI Syarif Fasha juga mengapresiasi capaian tersebut. Menurutnya, tren peningkatan investasi harus dijaga agar memberikan manfaat jangka panjang bagi perekonomian nasional.

Baca Juga  BRI Resmikan Kantor Kas UNJ & Serahkan Bantuan Kendaraan Operasional

“Terkait capaian ini perlu diapresiasi. Meski begitu tren ini jangan hanya bersifat sementara tapi harus konsisten dan bila perlu bisa ditingkatkan,” ujar Syarif.

Ia menilai keberhasilan hilirisasi juga harus memberikan manfaat bagi daerah penghasil sumber daya alam melalui pembagian manfaat yang adil.

“Yang perlu diperhatikan pemerintah adalah kita perlu menjaga dengan baik daerah penghasil sumber daya dan para pengelolanya. Misalnya, dana bagi hasil untuk daerah jangan dipotong atau dihutangi terus serta berikan hak daerah sesuai undang-undang yang berlaku,” katanya.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani mengatakan perubahan posisi tersebut terjadi karena meningkatnya pembangunan fasilitas pengolahan bauksit oleh investor dalam maupun luar negeri.

“Nah ini kalau kita lihat, biasanya itu nikel selalu di nomor satu. Nah ini ada shifting, bauksit menjadi nomor satu karena memang ada beberapa pembangunan bauksit, baik yang dilakukan oleh dalam negeri maupun luar negeri. Sehingga bauksit ini untuk pertama kali mengambil tempat nomor satu sesudah nikel,” ujar Rosan.

Baca Juga  BRI Branch Office Tanah Abang Dukung Kunjungan Kerja Komisi X DPR RI dan Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen RI dalam Sosialisasi Program Indonesia Pintar 2025

Menurutnya, pergeseran tersebut menunjukkan hilirisasi nasional mulai berkembang lebih merata. Tidak hanya menciptakan nilai tambah industri, peningkatan investasi juga berdampak terhadap penyerapan tenaga kerja.

Secara keseluruhan, realisasi investasi hilirisasi pada triwulan II 2026 mencapai Rp152,7 triliun atau meningkat 5,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Nilai tersebut menyumbang 29,8 persen terhadap total realisasi investasi nasional yang mencapai Rp511,8 triliun.

Berdasarkan komoditas, investasi hilirisasi bauksit menjadi yang terbesar dengan nilai Rp40,1 triliun, disusul nikel Rp29,4 triliun, tembaga Rp16,7 triliun, besi baja Rp13,2 triliun, pasir silika Rp4 triliun, serta komoditas lainnya seperti timah, emas, perak, kobalt, mangan, batu bara, aspal Buton, dan logam tanah jarang sebesar Rp4,7 triliun.

Realisasi investasi Januari–Juni 2026 tercatat menyerap 1.448.862 tenaga kerja, meningkat sekitar 15 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara pada triwulan II 2026 saja, investasi mampu menyerap 742.263 tenaga kerja atau meningkat 5,1 persen.

“Dan ini kalau di triwulan kedua saja, penyerapan tenaga kerjanya 742.263 orang atau meningkat 5,1 persen,” kata Rosan.(***)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Teguran terhadap 12 Daerah: Cermin Lemahnya Sistem Pembentukan Produk Hukum Daerah
Next Article “Connect. Manage. Secure. Grow.” Bersama APJII Jakarta, 16 Juli 2026
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori

  • Daerah1,243
    • Agam14
    • Bukit Tinggi14
    • Limapuluh Kota431
    • Padang37
    • Payakumbuh288
    • Solok73
  • Ekonomi2,444
  • Headline409
  • Internasional82
  • Khazanah227
  • Lifestyle113
  • Nasional1,053
  • Olahraga80
  • Opini192
  • Pariwara Lipsus33
  • Politik270
  • Uncategorized297
  • Video15

Berita Lainnya

Bitcoin Kembali Tertekan, CPI dan The Fed Jadi Penentu Arah Berikutnya
Dupoin Futures Prediksi Emas XAUUSD Menguat ke 4.551–4.634 Pekan Depan
PTPN IV PalmCo Salurkan Bibit Nanas untuk Tingkatkan Ekonomi Warga Jambi
Tuntaskan 4 Proyek ECRL Malaysia, PLN NPC Perkuat Rekam Jejak EPC Global

Berita Terkait

Ekonomi

Rumah Pertama Bukan Soal Penghasilan, Tapi Keberanian Memulai Masa Depan

September 7, 2026
Ekonomi

Jasaviral Catat 4,8 Juta Order Sejak 2015, Perluas Layanan Social Media Marketing di 2026

September 7, 2026
Ekonomi

Perkuat Proposisi Asuransi Syariah Makin Relevan, CCMO Prudential Syariah Raih Indonesia Best CCMO Award 2026.

September 7, 2026
EkonomiNasional

Asosiasi Chef Makanan Bergizi Riau Gelar Konsolidasi, Perkuat Organisasi

September 7, 2026
Show More
DigIndonews.comDigIndonews.com
Follow US
© DigIndonews.com 2024 | All Rights Reserved
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
Sign in to your account

Lost your password?