DigIndonews.comDigIndonews.com
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Reading: Belajar dari Tragedi Kaum Sodom; Menatap Maraknya Fenomena LGBT di Sumatra Barat”
Share
Font ResizerAa
DigIndonews.comDigIndonews.com
Font ResizerAa
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Search
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
© Sayangi.com 2022 | All Rights Reserved
DigIndonews.com > Opini > Belajar dari Tragedi Kaum Sodom; Menatap Maraknya Fenomena LGBT di Sumatra Barat”
Opini

Belajar dari Tragedi Kaum Sodom; Menatap Maraknya Fenomena LGBT di Sumatra Barat”

Yonuardi Published Juli 21, 2026
Share
SHARE

 

Mairiswen (Mahasiswa Pasca UMSB 2026)

Solok–Sejarah peradaban manusia telah merekam salah satu kisah paling kelam tentang moralitas: kehancuran Kaum Sodom pada masa Nabi Luth AS. Kisah kaum yang bermukim di wilayah Sadum (sekitar Laut Mati) ini menjadi catatan abadi dalam Kitab Suci Al-Qur’an tentang konsekuensi penyimpangan fitrah manusia berupa praktik homoseksualitas dan lesbianisme.

Kaum Sodom dikenal menolak ajaran tauhid dan terang-terangan melakukan perbuatan keji (fahisyah) yang belum pernah dilakukan oleh kaum mana pun sebelumnya. Akibat dari pembangkangan dan keengganan mereka untuk bertobat, murka Allah SWT diturunkan dalam bentuk azab yang dahsyat: kota mereka dijungkirbalikkan dan dihujani batu dari tanah yang terbakar.

Baca Juga  Legislator Sebut Orang Tua Memiliki Peranan Penting Dalam Perlindungan Anak di Era Digital

Kisah sejarah ini seharusnya menjadi sorotan dan bahan renungan mendalam bagi masyarakat Sumatra Barat, menyusul kian maraknya isu dan laporan terkait fenomena Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) di wilayah Ranah Minang akhir-akhir ini.

Keresahan di Ranah Minang: Bertentangan dengan ABS-SBK

Sumatra Barat dikenal memiliki falsafah adat yang sangat kuat, yaitu “Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah” (ABS-SBK)—adat bersendikan syariat, dan syariat bersendikan Kitab Allah. Falsafah ini menempatkan nilai-nilai Islam sebagai fondasi utama dalam kehidupan bermasyarakat dan berbudaya.

Namun, maraknya aktivitas dan penyebaran paham LGBT di beberapa titik wilayah Sumatra Barat belakangan ini telah memicu keprihatinan luas dari berbagai kalangan, mulai dari tokoh adat, ulama, akademisi, hingga aparat pemerintah.
para tokoh agama memeringatkan bahwa penyimpangan moral tidak hanya merusak tatanan sosial dan kesehatan, tetapi juga mengundang kebencanaan spiritual.
“Kisah Kaum Sodom diturunkan dalam Al-Qur’an bukan sekadar cerita masa lalu, melainkan peringatan bagi setiap generasi. Ketika norma agama dan fitrah manusia dilanggar secara terbuka, keberkahan suatu daerah bisa terangkat,” ungkap salah satu tokoh ulama di Kota Solok.

Baca Juga  Desy Ratnasari Anggota DPR RI Minta Seluruh Stakeholder Kolaborasi Meningkatkan SDM

Langkah Tegas Tokoh Masyarakat dan Pemerintah Daerah

Menanggapi fenomena ini, berbagai elemen masyarakat dan Pemerintah Daerah di Sumatra Barat terus memperketat pengawasan dan edukasi. Beberapa langkah preventif yang tengah digencarkan antara lain:

  • Penguatan Perda Maksiat: Mendorong efektivitas Peraturan Daerah (Perda) terkait pencegahan ketertiban umum dan penyakit masyarakat.
  • Peran Keluarga dan Sekolah: Memperkuat pendidikan karakter, moral, dan pemahaman agama sejak dini di lingkungan keluarga dan lembaga pendidikan.
  • Pendekatan Humanis dan Rehabilitasi: Memberikan pendampingan psikologis dan keagamaan bagi individu yang terpapar agar dapat kembali kepada fitrahnya.

Kisah kelam Kaum Sodom menjadi pengingat kolektif bagi seluruh masyarakat Sumatra Barat untuk terus menjaga benteng moralitas dan nilai-nilai keagamaan. Mencegah kemungkaran dan menjaga fitrah manusia dipandang sebagai tanggung jawab bersama demi merawat kedamaian, keselamatan, dan keberkahan di Ranah Minang**

Baca Juga  Pak Harto: Pahlawan Pembangunan dan Pendidikan Anak Bangsa

 

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Di Balik Kesuksesan Nvidia, Ada TSMC yang Kian Diburu Investor
Next Article Perkuat Logistik Jawa Timur, Kinerja Pelabuhan Gresik Tumbuh Positif di Semester I – 2026
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori

  • Daerah1,180
    • Agam14
    • Bukit Tinggi14
    • Limapuluh Kota428
    • Padang36
    • Payakumbuh240
    • Solok73
  • Ekonomi2,024
  • Headline408
  • Internasional82
  • Khazanah224
  • Lifestyle112
  • Nasional1,009
  • Olahraga79
  • Opini189
  • Pariwara Lipsus31
  • Politik264
  • Uncategorized293
  • Video15

Berita Lainnya

Pentingnya Trading Journal: Menemukan Pola Kesalahan dan Memperbaiki Performa di Hari Sabtu
BRI Finance Catat Pertumbuhan Laba 174% pada Semester I 2026
Solid! Serikat Pekerja PAM JAYA Perkuat Sinergi, Dukung Target Air Perpipaan untuk Seluruh Jakarta
Di Balik Perjalanan Aman LRT Jabodebek, Ada Kesiapsiagaan Petugas yang Terus Dilatih

Berita Terkait

NasionalOpiniPolitik

Tiap 1% Masyarakat Sumut Terdampak Kelangkaan BBM, Berpotensi Merugi Rp. 2,98 M dan Rp. 1,75 M dari Sektor Transportasi per Hari

Juli 20, 2026
Opini

Digitalisasi UMKM Didorong Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Juli 17, 2026
Opini

Perlindungan Data Pribadi Jadi Kunci Keamanan Masyarakat di Era Digital

Juli 14, 2026
NasionalOpini

Gizi, Keamanan Pangan, dan Literasi Digital Jadi Kunci Tumbuh Kembang Anak Indonesia

Juli 14, 2026
Show More
DigIndonews.comDigIndonews.com
Follow US
© DigIndonews.com 2024 | All Rights Reserved
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
Sign in to your account

Lost your password?