Jakarta, 28 April 2025 — Transformasi digital yang semakin pesat menuntut kesiapan generasi muda untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya secara bijak dan produktif. Hal tersebut menjadi fokus utama dalam webinar bertajuk “Strategi Mengarahkan Anak Masa Kini dalam Belajar agar Melek Digital Menuju ke Arah yang Positif” yang digelar pada Selasa (28/4).
Dalam pemaparannya, Anggota Komisi I DPR RI, R. H. Imron Amin, menegaskan bahwa tantangan utama saat ini bukan lagi akses terhadap teknologi, melainkan kemampuan anak dalam mengelola dan menyaring informasi yang mereka terima. Ia menyoroti fenomena anak-anak yang sangat mahir secara teknis, namun belum tentu memiliki literasi digital yang memadai.
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang pesat harus diimbangi dengan kesiapan sumber daya manusia yang kritis dan berkarakter. Tanpa itu, generasi muda berpotensi hanya menjadi konsumen, bukan kreator dalam ekosistem digital.
Imron juga menekankan pentingnya pendekatan yang tidak sekadar melarang penggunaan gadget, melainkan mengarahkan secara konstruktif. Ia menyebut bahwa kebiasaan digital yang sehat harus dibangun sejak dini, dengan menekankan kualitas penggunaan, bukan sekadar durasi.
Selain itu, ia menyoroti ketimpangan akses digital di berbagai daerah sebagai tantangan serius. Menurutnya, keadilan akses terhadap teknologi adalah bagian dari keadilan masa depan yang harus diperjuangkan secara bersama.
Lebih lanjut, Imron mengajak seluruh pihak untuk memperkuat literasi digital sebagai gerakan nasional yang berkelanjutan. Kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, keluarga, dan sektor swasta dinilai menjadi kunci dalam membangun ekosistem digital yang sehat.
“Teknologi itu netral, tetapi penggunaannya tidak. Karena itu, kita harus memastikan anak-anak tidak hanya cerdas secara teknis, tetapi juga memiliki nilai, etika, dan tanggung jawab,” tegasnya.
Webinar ini menjadi pengingat bahwa masa depan digital Indonesia sangat ditentukan oleh bagaimana generasi mudanya dibimbing hari ini. Dengan pendekatan yang tepat, anak-anak Indonesia diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang positif di era digital.


