DIGINDONEWS.COMSemangat pelestarian lingkungan dari Ranah Minang kembali menembus panggung nasional. Komunitas Bank Sampah HOPE secara resmi mengusulkan Govvinda Yuli Effendi, penggerak lingkungan asal Kabupaten Sijunjung, sebagai kandidat penerima penghargaan Kalpataru 2026 kategori Perintis Lingkungan—sebuah kategori prestisius yang diperuntukkan bagi sosok pelopor perubahan dari akar rumput.
Langkah ini mencerminkan pengakuan atas kiprah panjang Govvinda dalam membangun sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Di tengah tantangan rendahnya kesadaran lingkungan, ia hadir dengan pendekatan yang tidak hanya edukatif, tetapi juga transformatif. Melalui Bank Sampah HOPE, Govvinda mendorong perubahan perilaku warga—dari kebiasaan membuang sampah menjadi kemampuan mengelola limbah sebagai sumber nilai ekonomi dalam kerangka circular economy.
Transformasi Sampah Menjadi Harapan
Nama “HOPE” bukan sekadar identitas, melainkan representasi visi besar yang diusung: menghadirkan harapan baru bagi lingkungan dan masyarakat. Di bawah kepemimpinan Govvinda, komunitas ini konsisten mengedukasi masyarakat untuk memilah sampah sejak dari rumah, sekaligus membangun kesadaran kolektif akan pentingnya keberlanjutan lingkungan.
“Langkah Govvinda adalah bukti bahwa perubahan besar dapat dimulai dari inisiatif lokal. Ia merintis dari nol, menghadapi berbagai tantangan sosial, hingga akhirnya mampu menggerakkan komunitas untuk lebih peduli terhadap lingkungan,” ujar perwakilan Bank Sampah HOPE.
Membawa Nama Sumatra Barat ke Level Nasional
Kategori Perintis Lingkungan dalam ajang Kalpataru merupakan bentuk penghargaan tertinggi bagi individu yang memelopori inovasi lingkungan secara mandiri di wilayah yang sebelumnya belum tersentuh gerakan serupa. Pencalonan Govvinda menjadi sinyal kuat bahwa gerakan berbasis komunitas di daerah memiliki daya ungkit signifikan dalam menjawab persoalan lingkungan global.
Dukungan dari masyarakat Sijunjung pun terus menguat. Kiprah Govvinda dinilai tidak hanya berdampak secara ekologis, tetapi juga sosial dan ekonomi, sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terlibat aktif dalam isu perubahan iklim dan pengelolaan limbah.
“Ini bukan semata tentang penghargaan, tetapi pengakuan atas konsistensi dan dedikasi seorang putri daerah dalam menjaga bumi untuk generasi mendatang,” tambahnya.
Saat ini, proses verifikasi dan penilaian oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tengah berlangsung secara bertahap. Jika lolos hingga tahap akhir, Govvinda Yuli Effendi berpotensi menambah daftar tokoh lingkungan dari Sumatra Barat yang diakui di tingkat nasional—membawa nama Sijunjung dan Ranah Minang semakin diperhitungkan dalam peta gerakan pelestarian lingkungan Indonesia.


