Post Views: 200
Digindonews.com — Kesadaran masyarakat menjadi kunci utama dalam mewujudkan swasembada air nasional. Hal ini menjadi salah satu pesan penting dalam webinar nasional terkait pengelolaan sumber daya air.
Pegiat literasi digital, Ismail Abdul Kadir, menyoroti bahwa persoalan air di Indonesia bukan semata soal ketersediaan, melainkan soal distribusi, kualitas, dan perilaku penggunaan. Ia menilai bahwa banyak sumber air yang mengalami penurunan kualitas akibat aktivitas manusia, seperti pencemaran limbah dan eksploitasi berlebihan.
Menurutnya, Indonesia memiliki potensi air yang besar, namun belum dikelola secara optimal. Kondisi ini diperparah dengan rendahnya literasi masyarakat dalam menjaga dan memanfaatkan sumber daya air secara bijak.
Ia menekankan bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah sederhana, seperti mengurangi pemborosan air, menjaga kebersihan lingkungan, serta memanfaatkan air hujan. Jika dilakukan secara kolektif, langkah kecil ini dapat memberikan dampak signifikan.
Selain itu, digitalisasi dinilai dapat menjadi alat penting dalam meningkatkan efisiensi pengelolaan air. Sistem berbasis data memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih tepat serta distribusi yang lebih merata.
Namun demikian, keberhasilan transformasi digital sangat bergantung pada tingkat literasi masyarakat. Tanpa pemahaman yang memadai, teknologi tidak akan memberikan dampak optimal.
Ismail juga menekankan pentingnya pendekatan kolaboratif yang melibatkan pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat. Ia menilai bahwa solusi pengelolaan air tidak selalu harus kompleks, tetapi dapat dimulai dari inisiatif lokal yang sesuai dengan kondisi wilayah masing-masing.
Dalam jangka panjang, konservasi lingkungan menjadi faktor kunci dalam menjaga keberlanjutan sumber daya air. Perlindungan hutan, daerah aliran sungai, dan ekosistem pendukung harus menjadi prioritas bersama.
Melalui peningkatan kesadaran dan literasi, swasembada air tidak hanya menjadi target nasional, tetapi juga gerakan bersama yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat.***


