DigIndonews.comDigIndonews.com
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Reading: BEM FP UB dan PIN Dorong Regenerasi Petani Muda untuk Ketahan Pangan
Share
Font ResizerAa
DigIndonews.comDigIndonews.com
Font ResizerAa
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Search
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
© Sayangi.com 2022 | All Rights Reserved
DigIndonews.com > Nasional > BEM FP UB dan PIN Dorong Regenerasi Petani Muda untuk Ketahan Pangan
Nasional

BEM FP UB dan PIN Dorong Regenerasi Petani Muda untuk Ketahan Pangan

Astriani Published November 8, 2025
Share
SHARE

Malang, 07 November 2025 – Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (BEM FP UB) bekerja sama dengan Pemuda Inspirasi Nusantara (PIN) menggelar kegiatan Dialogista bertajuk “Pemuda dan Ketahanan Pangan: Menggali Potensi Pemuda dalam Menjaga Kedaulatan Pangan Nasional”, di Aula Gedung Sentral Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Malang, Jumat (7/11).

Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber, yakni Dr. Mochamad Syamsulhadi, S.P., M.P. (Ketua Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan FP UB), Heru Sutomo (Ketua P4S Restu Bumi), dan I Nyoman Sugidana (Pimpinan Pusat KMHDI 2023–2025). Acara dipandu oleh Tazkiyyah, mahasiswa semester 7 Fakultas Pertanian UB.

Dalam pemaparannya, Dr. Mochamad Syamsulhadi menegaskan bahwa peningkatan sumber daya manusia (SDM), khususnya di kalangan petani muda, menjadi kunci memperkuat ketahanan pangan nasional.

Baca Juga  MUNAS BEM SI Kerakyatan Diwarnai Dugaan Kekerasan, Sejumlah Mahasiswa Sebut Koordinator Pusat Terlibat Pemukulan

“Per Oktober 2025, anggaran pertanian hanya meningkat 13 persen dari total Rp140 triliun. Tahun 2020 anggaran pertanian masih Rp75 triliun, sementara tahun 2024 sebesar Rp119 triliun. Namun program cetak sawah dan food estate belum banyak mengubah peta potensi pangan nasional,” ujarnya.

Ia menambahkan, “Jawa Barat, Jawa Timur, dan Sumatera Selatan masih menjadi sentra utama pertanian. Pembukaan lahan di Papua belum bisa menjadi basis lumbung pangan nasional. Fokus utama seharusnya pada peningkatan kapasitas petani, bukan semata kebijakan instan seperti subsidi pupuk atau pembagian alat pertanian.”

Sementara itu, Heru Sutomo menyoroti tantangan perubahan iklim dan menurunnya minat generasi muda terhadap sektor pertanian.

Baca Juga  Wakili Indonesia dalam Forum IMUN di Vietnam, Hasan Amarin Damar Jati Bahas Isu Ekonomi Global

“Tiga tahun terakhir fenomena kemarau basah menjadi keluhan petani. Berdasarkan data BPS akhir 2024, produksi padi justru menurun. Petani muda makin sedikit karena profesi ini dianggap melelahkan, kotor, dan panas,” jelasnya.

Heru juga menyebut, rata-rata petani hanya menggarap lahan 1.000 meter persegi dengan pendapatan sekitar Rp6 juta per tahun. “Wajar jika regenerasi petani berjalan lambat,” tambahnya.

Dari perspektif mahasiswa, I Nyoman Sugidana menekankan pentingnya inovasi dan peran aktif pemuda.

“Saya anak petani dan sejak kecil akrab dengan dunia pertanian. Saat ini persoalan kita mencakup alih fungsi lahan, perubahan iklim, pupuk, irigasi, dan minimnya regenerasi. Mahasiswa harus kreatif dan inovatif, misalnya dengan rekayasa teknologi untuk mempercepat masa panen dan meningkatkan hasil pertanian,” ujarnya.

Baca Juga  Mediasi Dugaan Malapraktik Klinik Dermakeys Buntu, Korban Desak Aparat Usut Tuntas Perkara

Ia juga mengapresiasi langkah pemerintah melalui BP BUMN Pupuk Indonesia bergerak cepat dengan memperkuat sistem distribusi, memastikan ketersediaan stok di lapangan, serta mempercepat penyaluran pupuk bersubsidi hingga ke tingkat petani.

“Kami sebagai pemuda tentunya mendukung program swasembada pangan, ini perlu ditindaklanjuti secara serius bagaimana dalam mewujudkannya. Beberapa kebijakan di sektor pertanian sudah diberlakukan, salah satunya pemangkasan jalur distribusi pupuk agar dapat langsung ke tangan petani, sehingga memotong rantai distribusi,” kata Nyoman.

Melalui Dialogista ini, BEM FP UB dan PIN berharap dapat memperkuat kolaborasi lintas sektor dan mengajak semua pihak untuk mengawasi proses distribusi pupuk agar benar-benar terserap untuk petani.

TAGGED:BEMDiskusi PublikKetahanan pangan
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article MIMBAR Gelar Diskusi Bersama H. Arisal Aziz, Bahas Peran Pemuda untuk Kemajuan Sumatera Barat
Next Article Direktur Buah dan Florikultura Dorong Swasembada Hortikultura Lewat Penanaman Bibit Anggur dan Vanili di Tangerang Selatan
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori

  • Daerah1,300
    • Agam14
    • Bukit Tinggi14
    • Limapuluh Kota432
    • Padang38
    • Payakumbuh337
    • Solok76
  • Ekonomi2,794
  • Headline410
  • Internasional82
  • Khazanah229
  • Lifestyle113
  • Nasional1,082
  • Olahraga85
  • Opini198
  • Pariwara Lipsus34
  • Politik270
  • Uncategorized306
  • Video15

Berita Lainnya

Di Tengah Kesibukan, Dr. Achmad Taufan Soedirdjo Pimpin Langsung Raker LPPHI Selama Dua Hari
Pemko Payakumbuh Turun Langsung Meninjau Kebakaran Los Batiah Pasar Blok Timur
Pemko Payakumbuh Salurkan Total Rp12,9 Miliar Bantuan Sektor Pertanian
Kesebelasan Bola Kaki Kota Payakumbuh Raih Emas Pada Partai Puncak Porprov Sumbar XVI

Berita Terkait

Nasional

KNPS Apresiasi Peran Polri dan SPPG Polri di Bawah Kepemimpinan Kapolri Baru dalam Pencegahan Stunting Anak

Oktober 16, 2026
NasionalOpini

Deklarator Pemira Apresiasi Langkah Kapolri Suyudi Ario Seto

Oktober 16, 2026
Nasional

Perkuat Perlindungan Penghuni Rumah Susun, Pakar Hukum Tata Ruang Dorong Regulasi yang Tegas, Adil, dan Akuntabel

Oktober 15, 2026
Nasional

Diduga Terlibat Aliran Dana Muktamar NU, P3NU Laporkan Gus Ipul ke KPK

Oktober 14, 2026
Show More
DigIndonews.comDigIndonews.com
Follow US
© DigIndonews.com 2024 | All Rights Reserved
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
Sign in to your account

Lost your password?