DigIndonews.comDigIndonews.com
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Reading: Usai Rilis Inflasi AS, Emas Diprediksi Masih Menguat
Share
Font ResizerAa
DigIndonews.comDigIndonews.com
Font ResizerAa
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Search
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
© Sayangi.com 2022 | All Rights Reserved
DigIndonews.com > Ekonomi > Usai Rilis Inflasi AS, Emas Diprediksi Masih Menguat
Ekonomi

Usai Rilis Inflasi AS, Emas Diprediksi Masih Menguat

vrtitimes Published Januari 15, 2026
Share
SHARE

Usai rilis data inflasi Amerika Serikat, pergerakan harga emas dunia diperkirakan masih berpotensi melanjutkan penguatan pada perdagangan hari ini. Meskipun demikian, emas sempat mengalami koreksi terbatas pada sesi sebelumnya. XAU/USD tercatat diperdagangkan di level USD 4.590 atau melemah sekitar 0,15 persen pada Selasa (13/1), setelah sebelumnya menyentuh rekor tertinggi di kisaran USD 4.634. Penurunan tipis tersebut dipicu oleh data inflasi AS yang menunjukkan stabilitas tekanan harga.

Analis Dupoin Futures, Andy Nugraha, menyampaikan bahwa pelemahan harga emas yang terjadi masih berada dalam batas wajar dan belum mengubah arah tren utama. Berdasarkan kajian teknikal yang menggabungkan pola candlestick dan indikator Moving Average, pergerakan emas masih berada dalam tren naik. Formasi harga yang terbentuk mengindikasikan dominasi minat beli, sejalan dengan sentimen global yang terus mendukung emas sebagai aset lindung nilai.

Baca Juga  Ketua Umum Pemuda Peduli Indonesia Bima Putra Mengecam Unjuk Rasa Anarkis di Bulan Suci Ramadhan

Andy Nugraha menambahkan, selama harga mampu bertahan di atas level support terdekat, peluang penguatan lanjutan masih terbuka. Ia memproyeksikan bahwa jika dorongan bullish tetap terjaga, XAU/USD berpotensi bergerak naik hingga mendekati area USD 4.650. Level tersebut dinilai sebagai target kenaikan jangka pendek yang cukup signifikan secara teknikal. Namun, jika harga gagal mempertahankan momentum dan muncul tekanan jual, koreksi jangka pendek berpeluang membawa emas turun ke sekitar level USD 4.565.

Dari sisi fundamental, harga emas kembali memperoleh sentimen positif pada awal sesi Asia Rabu dengan pergerakan naik ke kisaran USD 4.600. Kenaikan ini dipengaruhi oleh meningkatnya ekspektasi pasar terhadap penurunan suku bunga AS, menyusul data inflasi yang dirilis di bawah perkiraan. Laporan Indeks Harga Konsumen AS menunjukkan inflasi inti hanya meningkat 0,2 persen secara bulanan, lebih rendah dari estimasi 0,3 persen, serta stabil secara tahunan di level 2,6 persen.

Baca Juga  BRI Region 6/Jakarta 1 Buka Kantor Baru KCP Jakarta Garden City

Situasi tersebut memperkuat pandangan bahwa Federal Reserve masih memiliki ruang untuk melanjutkan kebijakan pelonggaran moneter tahun ini. Lingkungan suku bunga yang lebih rendah cenderung mengurangi opportunity cost dalam memegang emas, sehingga meningkatkan daya tarik logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil. Di sisi lain, meningkatnya ketidakpastian geopolitik global juga turut menopang permintaan emas sebagai aset aman.

Namun demikian, penguatan dolar AS masih menjadi faktor pembatas bagi kenaikan harga emas dalam jangka pendek. Indeks Dolar AS tercatat menguat ke level 99,15, sementara imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun justru mengalami penurunan ke sekitar 4,17 persen. Pelaku pasar kini menantikan rilis data Penjualan Ritel dan Indeks Harga Produsen AS sebagai acuan tambahan terkait arah kebijakan suku bunga. Secara keseluruhan, Andy Nugraha menilai prospek pergerakan emas hari ini masih cenderung positif dengan peluang mempertahankan tren bullish.

Baca Juga  KAI Logistik Perkuat Kolaborasi Pendidikan dan Industri Logistik Bersama Universitas Pendidikan Indonesia

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Sekjend Pergunu: Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim Figur Tepat Jaga Keulamaan dan Masa Depan NU
Next Article Kementerian PU Tambah 57 Titik Sumur Bor Pasokan Air Bersih Aceh
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori

  • Daerah899
    • Agam14
    • Bukit Tinggi14
    • Limapuluh Kota405
    • Padang34
    • Payakumbuh27
    • Solok68
  • Ekonomi885
  • Headline403
  • Internasional81
  • Khazanah202
  • Lifestyle112
  • Nasional912
  • Olahraga78
  • Opini176
  • Pariwara Lipsus30
  • Politik255
  • Uncategorized261
  • Video15

Berita Lainnya

Ruas Batang–Semarang Dorong Pengembangan Kawasan Industri di Jawa Tengah
Mahasiswa Minta Tidak Mesampingkan Proses Pidana Dalam Kasus Pesta Rakyat di Garut
Kementerian PU Tambah 57 Titik Sumur Bor Pasokan Air Bersih Aceh
Usai Rilis Inflasi AS, Emas Diprediksi Masih Menguat

Berita Terkait

Ekonomi

ANTAM Luncurkan Emas Batangan Tematik Imlek “Year of the Horse”

Januari 15, 2026
Ekonomi

Kuliner Kereta Hadir di TikTok Shop dan Tokopedia, Mudah Dinikmati

Januari 15, 2026
Ekonomi

KAI Logistik Kirim Lebih dari 5.200 Hewan Peliharaan selama Periode Nataru 2025/2026

Januari 14, 2026
Ekonomi

Kogabwilhan III Dorong Kesehatan di Papua lewat Bantuan Alat Bantu Dengar dan Sembako

Januari 13, 2026
Show More
DigIndonews.comDigIndonews.com
Follow US
© DigIndonews.com 2024 | All Rights Reserved
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
Sign in to your account

Lost your password?