DigIndonews.comDigIndonews.com
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Reading: Catatan Lapangan Tim Satgas HMI Aceh: Sanitasi Terlupakan di Tengah Transisi Pemulihan Bencana
Share
Font ResizerAa
DigIndonews.comDigIndonews.com
Font ResizerAa
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Search
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
© Sayangi.com 2022 | All Rights Reserved
DigIndonews.com > Nasional > Catatan Lapangan Tim Satgas HMI Aceh: Sanitasi Terlupakan di Tengah Transisi Pemulihan Bencana
Nasional

Catatan Lapangan Tim Satgas HMI Aceh: Sanitasi Terlupakan di Tengah Transisi Pemulihan Bencana

Astriani Published Desember 31, 2025
Share
Ket: Kondisi Pasca Banjir Di Aceh
SHARE

 

Aceh, 31 Desember 2025 – Banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh tidak hanya meninggalkan kerusakan fisik, tetapi juga membuka persoalan serius yang hingga kini belum mendapat perhatian memadai: krisis sanitasi dan ketiadaan fasilitas MCK yang layak bagi warga terdampak.

Catatan ini disusun berdasarkan pemantauan langsung Tim Satgas HMI Aceh di lapangan. Di tengah lumpur yang belum sepenuhnya mengering dan tenda-tenda darurat yang berdiri seadanya, warga masih dipaksa bertahan tanpa fasilitas dasar yang seharusnya menjadi prioritas dalam penanganan bencana.

Di beberapa titik pengungsian, warga terpaksa mandi dan buang air di area terbuka atau memanfaatkan aliran sungai yang sudah tercemar. Bau menyengat, genangan air kotor, serta limbah domestik bercampur tanpa pengelolaan yang jelas menjadi pemandangan sehari-hari. Kondisi ini bukan hanya tidak manusiawi, tetapi juga menempatkan para penyintas pada risiko serius penyakit berbasis lingkungan.

Baca Juga  Tips Hindari Konten Negatif Dunia Digital

Kelompok rentan menjadi pihak yang paling merasakan dampaknya. Perempuan kehilangan ruang aman dan privasi, anak-anak tumbuh di lingkungan yang tidak higienis, sementara lansia dan penyandang disabilitas kesulitan memenuhi kebutuhan paling mendasar. Situasi ini memperlihatkan bahwa penanganan bencana belum sepenuhnya berpihak pada martabat manusia.

Minimnya kehadiran pemerintah pusat dalam menjawab persoalan sanitasi menjadi catatan penting. Bantuan memang hadir, namun masih didominasi logistik umum. Sementara kebutuhan mendesak seperti MCK darurat, sistem air bersih, dan pengelolaan sanitasi lingkungan belum ditempatkan sebagai prioritas utama. Di lapangan, jarak antara pernyataan resmi dan realitas warga terdampak terasa semakin lebar.

Dalam konteks transisi dari darurat menuju pemulihan, Tim Satgas HMI Aceh menilai perlu adanya langkah strategis yang terencana dan berkelanjutan. Pertama, pembangunan MCK semi permanen yang layak dan bermartabat dengan material tahan banjir, serta desain yang terpisah antara laki-laki dan perempuan dan ramah bagi anak, lansia, serta penyandang disabilitas.

Baca Juga  Kementerian Kominfo RI Gelar Seminar Soal Etika Berpendapat dan Berdemokrasi

Kedua, penyediaan sistem air bersih berkelanjutan melalui sumur bor dangkal, tandon permanen, atau sistem penyaringan sederhana. Ketersediaan air bersih menjadi fondasi utama dalam mencegah krisis kesehatan pascabencana.

Ketiga, pembentukan dan penguatan tim sanitasi berbasis komunitas yang melibatkan warga setempat, relawan, dan unsur organisasi kepemudaan. Pengelolaan berbasis komunitas dinilai penting agar fasilitas yang dibangun tidak terbengkalai dan dapat berfungsi dalam jangka menengah.

Keempat, pendataan kebutuhan sanitasi yang terintegrasi dan transparan. Data yang akurat mengenai jumlah pengungsi, sebaran wilayah terdampak, serta kondisi fasilitas menjadi kunci agar penanganan tidak tumpang tindih dan bantuan benar-benar tepat sasaran.

Kelima, pendampingan teknis dan pengawasan berkelanjutan dari dinas terkait dan lembaga kemanusiaan guna memastikan standar kesehatan lingkungan terpenuhi, serta menjadikan sanitasi sebagai agenda prioritas, bukan sekadar respons sementara.

Baca Juga  Farhan Anggota DPR RI Sebut 77 Persen Populasi Indonesia Telah Menggunakan Internet

Bencana alam memang tidak dapat dihindari sepenuhnya. Namun memastikan warga tetap hidup bermartabat di tengah kondisi darurat dan masa pemulihan adalah tanggung jawab bersama, terutama negara. Sanitasi bukan persoalan tambahan, melainkan fondasi keselamatan dan kesehatan publik.

Rilis ini menjadi pengingat bahwa pemulihan bencana tidak cukup diukur dari surutnya air atau jumlah bantuan yang disalurkan. Selama warga masih harus bertahan tanpa MCK dan sanitasi yang layak, selama itu pula krisis belum benar-benar usai.

Oleh:

Rahmat Firman Hafrizal

Tim Satgas Penanganan Bencana HMI Aceh

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Gelar Soft Launching Wajah Baru Perpustakaan, Kementerian PU Dorong Pengembangan Intelektualitas dan Kualitas SDM
Next Article Kementerian PU Pastikan Infrastruktur Jalan dan SDA di Sulawesi Selatan Siap Hadapi Periode Libur Nataru 2025/2026
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori

  • Daerah992
    • Agam14
    • Bukit Tinggi14
    • Limapuluh Kota413
    • Padang34
    • Payakumbuh91
    • Solok73
  • Ekonomi1,216
  • Headline407
  • Internasional82
  • Khazanah213
  • Lifestyle112
  • Nasional948
  • Olahraga79
  • Opini178
  • Pariwara Lipsus30
  • Politik260
  • Uncategorized275
  • Video15

Berita Lainnya

Faktor Ekonomi yang Mempengaruhi Pair USD/JPY di Pasar Forex
Ekspansi ke NTB, BRI Finance Perluas Akses Pembiayaan dan Perkuat Dampak Sosial
Dari Halal Bihalal ke Baitullah, Doa untuk Kapolres Sijunjung Menggema di Ka’bah
Minta  Putusan Pailit Dibatalkan Ratusan Buruh PT Dua Kuda Unras Damai di PN Jakpus

Berita Terkait

Nasional

Konspirasi Fiktif di Balik Upaya Pembunuhan Karakter Perusahaan melalui Klaim Utang Palsu oleh Pihak Asing

Maret 28, 2026
Nasional

Halal Bihalal Polres Sijunjung, Kapolres Tekankan Soliditas dan Pelayanan Prima untuk Masyarakat

Maret 27, 2026
OpiniNasional

Arven Marta Kembali ke Ranah Minang: Jejak Anak Muda Pesisir Selatan Menembus Panggung Nasional

Maret 17, 2026
Nasional

Mahasiswa GAMSU Desak APH Periksa Pengelolaan Dana Desa di Angkola Selatan

Maret 15, 2026
Show More
DigIndonews.comDigIndonews.com
Follow US
© DigIndonews.com 2024 | All Rights Reserved
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
Sign in to your account

Lost your password?