Inti dari identitas Tinh Mộc adalah gaharu—sebuah resin berharga yang terbentuk di dalam pohon Aquilaria sebagai respons terhadap kerusakan, dan sangat dihargai karena aromanya yang khas. Kisahnya lekat dengan kegigihan para pencari gaharu yang berani menjelajahi hutan serta lingkungan alam yang menantang demi menemukan material langka ini.
Berangkat dari warisan tersebut, Tinh Mộc berupaya mendekatkan gaharu kepada generasi muda, sembari memadukan unsur budaya dan sejarah Vietnam ke dalam produk serta kemasan yang kontemporer. Melalui cendera mata yang dihadirkan di IFFINA+ 2026, jenama ini memberikan kesempatan bagi para tamu internasional untuk mengenal sebagian dari budaya Vietnam lewat aroma gaharu.
Kolaborasi ini mencerminkan pendekatan yang lebih luas dalam keterlibatan jenama: menciptakan peluang agar produk tidak hanya dipahami melalui atribut fisiknya saja, tetapi juga melalui kisah, tradisi, dan nilai-nilai budaya yang melatarbelakanginya.
Bagi CjC Marketing Agency dan Italian Atelier, inisiatif ini menunjukkan bagaimana platform industri yang terkurasi dapat menghubungkan komunitas profesional dengan narasi jenama yang unik. Bagi Tinh Mộc, partisipasinya sebagai sponsor cendera mata untuk sesi diskusi tersebut menjadi sarana untuk memperkenalkan warisan gaharu Vietnam kepada audiens internasional di Indonesia.
Dengan memadukan jejaring industri dan penuturan kisah budaya, inisiatif yang digagas oleh Jasmine Chau dan Jennifer Nguyen ini menyoroti bagaimana kolaborasi dapat membantu jenama lokal membawa kisah mereka ke dalam percakapan regional yang lebih luas.
Artikel ini juga tayang di VRITIMES


