DigIndonews.comDigIndonews.com
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Reading: Inilah Kiat Produk UMKM Tembus Pasar Ekspor
Share
Font ResizerAa
DigIndonews.comDigIndonews.com
Font ResizerAa
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Search
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Khazanah
  • Opini
  • Ekonomi
  • Opini
  • Uncategorized
  • Redaksi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
© Sayangi.com 2022 | All Rights Reserved
DigIndonews.com > Ekonomi > Inilah Kiat Produk UMKM Tembus Pasar Ekspor
Ekonomi

Inilah Kiat Produk UMKM Tembus Pasar Ekspor

vrtitimes Published Oktober 8, 2026
Share
SHARE

Digindonews.com – Pengusaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) perlu mengubah pola pikir ketika membidik pasar ekspor. Produk yang berkualitas tinggi tidak menjamin diterima oleh pasar luar negeri jika tidak disertai dengan pemahaman mendalam terkait standar regulasi dan kebutuhan pasar di negara tujuan ekspor.

Fasilitator Ekspor Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ekspor dan Jasa Perdagangan  (PPEJP) Dede Saputra mengatakan, pengusaha UMKM perlu mengubah pendekatan dari produk sebagai pusat (product centric) menjadi kebutuhan pembeli (buyer centric) di negara tujuan ekspor.

“Produk yang bagus saja tidak cukup. Buyer tidak hanya membeli produk tapi keberlanjutan dan kepatuhan pada regulasi di negaranya. Pengusaha UMKM harus paham bagaimana negara tujuan ekspor memutuskan dalam memilih pemasok,” ujar Dede di Jakarta, Selasa (29/9/2026).

Dia menegaskan hal itu ketika menjadi pembicara pada sesi Export Bootcamp yang merupakan rangkaian kegiatan Bootcamp UMKM Untuk Indonesia (UUI) 2026: Kita Mau Kita Bisa, Menembus Batas Membuka Pasar Global. Acara yang diselenggarakan oleh Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC) di bawah Payung Program Keberlanjutan ”Sampoerna untuk Indonesia” ini menghadirkan lebih dari 180 UMKM dari seluruh Nusantara.

Baca Juga  Kolaborasi Lintas Sektor di Yogyakarta: Telkom Indonesia Yakin AI Mampu Selamatkan Budaya Lokal

Dede yang juga Tenaga Ahli Kementerian Perdagangan (Kemendag) itu melanjutkan terdapat tiga pilar yang menjadi pertimbangan buyer untuk memilih pemasok, khususnya jika menggunakan skema Business-to-Business (B2B).

Pertama, kepatuhan regulasi dan sertifikasi. Buyer internasional, katanya, akan melakukan mitigasi risiko seperti kontainer barang yang tertahan di bea cukai atau pemanggilan kembali produk (recall). Untuk menghindari hal itu, pengusaha UMKM wajib memenuhi kelayakan mutu produk dan sejumlah syarat sertifikasi di negara tujuan.

Dia mencontohkan untuk ekspor produk pangan ke pasar China, pengusaha UMKM wajib memiliki sertifikat General Administration of Customs of the People’s Republic of China (GACC), sementara untuk masuk ke pasar Amerika Serikat, suatu produk wajib memenuhi standar Food and Drug Administration (FDA).

Kedua, pengusaha UMKM harus memperhatikan keandalan pasokan produk. Keandalan pasokan produk, tambahnya, terkait dengan jaminan kelancaran stok, memenuhi standar operasional perusahaan (SOP), dan kualitas produk secara konsisten.

Dede mengingatkan ketika UMKM membawa contoh produk pada pameran internasional atau business matching, pengusaha usaha harus bisa memastikan pasokan jangka panjang. Ukuran keberhasilan dari pameran internasional pertama-tama ialah mendapatkan buyer berkelanjutan, bukan tentang produk yang laris.

Baca Juga  Bank Mandiri Taspen Perkuat Transformasi Digital, Ekosistem Silver Economy, dan Pertumbuhan Berkelanjutan

“Jangan sampai saat diajak oleh Kemendag atau Bank Indonesia dalam ajang seperti Trade Expo Indonesia (TEI), kita hanya jadi penghibur. Harus siap segala macamnya,” tegas Dede.

Pilar ketiga, lanjut Dede, berkaitan dengan skema perdagangan khususnya B2B. Buyer umumnya menghitung berdasarkan satuan palet atau kontainer dan bukan berdasarkan produk eceran. Pengusaha UMKM perlu merinci penetapan harga, kapasitas produksi bulanan, kemampuan mesin, jumlah SDM, manajemen pasokan, hingga biaya jalur pengiriman (forwarder).

“Perlu diingat untuk B2B, lebih dari 78% buyer mengeliminasi calon pemasok jika spesifikasi teknis, kualitas, sertifikasi food safety, kapasitas tidak tercantum secara transparan sejak awal,” tegasnya.

Tren Pasar Global

Dede menambahkan pengusaha UMKM juga perlu belajar untuk membaca tren kebutuhan pasar global atau validasi pasar. Cara paling sederhana, katanya, ialah dengan melihat produk asal Indonesia yang paling laris di pasar global.

“Siapa pembeli terbesar, bagaimana tren pertumbuhan suatu produk, karakter produk seperti apa, termasuk mapping Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) dan Atase Perdagangan (Atdag) yang bisa membantu ekspor,” jelasnya.

Baca Juga  AXIS dan EVOS Hadirkan Pengalaman Ramadan Interaktif di Roblox Lewat Aktivasi #RamadanKitaBeda

Selain membaca tren pasar global, pengusaha UMKM juga perlu mengecek produk yang potensial asal Indonesia yang diterima di pasar global. Saat ini, tiga produk UMKM Indonesia yang banyak diminati antara lain kopi, cokelat, dan sepatu olahraga.

Selain mengubah pola pikir, Dede meminta pengusaha UMKM untuk menghindari empat hal yang membuat produk tidak diterima pasar global. Pertama, materi promosi atau brosur yang tidak sesuai dengan pasar negara tujuan.

“Jangan buat profil perusahaan dalam bahasa Indonesia ketika mengincar pasar ekspor,” paparnya.

Kedua, hindari membuat klaim palsu terkait kapasitas produksi. Alih-alih menyebut mampu memproduksi dalam skala tak terbatas, pengusaha UMKM lebih tepat menjelaskan secara rinci kapasitas produksi riil secara jujur. Ketiga, pengusaha UMKM juga perlu memperjelaskan minimum order quantity (MOQ) yang jelas dan realistis.

“Terakhir, pahami ada perbedaan zona waktu dengan buyer sehingga harus responsif ketika berkomunikasi,” imbuhnya.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES.

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article BRI BO Kramat Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Semangat Kebangsaan
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori

  • Daerah1,293
    • Agam14
    • Bukit Tinggi14
    • Limapuluh Kota432
    • Padang37
    • Payakumbuh334
    • Solok74
  • Ekonomi2,703
  • Headline410
  • Internasional82
  • Khazanah227
  • Lifestyle113
  • Nasional1,074
  • Olahraga83
  • Opini195
  • Pariwara Lipsus34
  • Politik270
  • Uncategorized301
  • Video15

Berita Lainnya

Inilah Kiat Produk UMKM Tembus Pasar Ekspor
BRI BO Kramat Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Semangat Kebangsaan
Optimalkan Kondisi Perkerasan Jalan, PT JMTM Lakukan Pekerjaan SFO dan Rekonstruksi di Tol Semarang
Punya Simpanan Sejak Lama, Kapan Reksa Dana Bisa Dicairkan?

Berita Terkait

Ekonomi

Investasi Tumbuh 7,2%, Ardeco Ingatkan Pentingnya Persiapan Konstruksi Sebelum Ekspansi F&B

Oktober 8, 2026
Ekonomi

Lima Tahun Merger Pelindo, Standardisasi Jadi Kunci Efisiensi

Oktober 8, 2026
Ekonomi

Native Grup Perkuat Jejak di Industri F&B Lewat Inovasi dan Ekspansi Bisnis

Oktober 7, 2026
Ekonomi

Rumah Digital untuk Silsilah Keluarga

Oktober 7, 2026
Show More
DigIndonews.comDigIndonews.com
Follow US
© DigIndonews.com 2024 | All Rights Reserved
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
Sign in to your account

Lost your password?